ADVERTISEMENT

Sejarah Ringroad Jogja yang Kini Sudah Berubah Nama

Sejarah Ringroad Jogja yang Kini Sudah Berubah Nama MOJOK.CO

MOJOK.CO Bagi masyarakat Yogyakarta, ruas jalan lingkar atau orang mengenalnya dengan sebutan “ringroad” pasti sudah tak asing lagi. Bahkan, bagi para pendatang yang baru tinggal di Kota Gudeg ini, Ringroad Jogja seringkali menjadi patokan ketika sedang kesasar. 

Sampai-sampai ada istilah “kalau nyasar, jalan dulu sampai ketemu ringroad” untuk memudahkan perjalanan.

Secara teknis, Ringroad Jogja merupakan jalan lingkar sepanjang 36,7 kilometer yang memutari wilayah Yogyakarta dengan enam ruasnya. Sejak 2017, masing-masing ruas telah berubah namanya.

 Sejarah Ringroad Jogja

Konsep ringroad pertama kali dicetuskan oleh pakar perencana kota asal Inggris, Sir Patrick Abercrombie. Menurutnya, jalan lingkar menjadi solusi atas permasalahan kepadatan kendaraan, depresi perumahan, tidak adanya zonasi dan ketersediaan ruang terbuka hijau di London kala itu.

Penerapan jalan lingkar di Indonesia sendiri konsep ada pada proyek pembangunan Jembatan Semanggi, Jakarta pada 1961. Pembangunan ini merupakan proyek ambisius Presiden Sukarno dalam menyambut Asian Games 1962, di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Ringroad tujuannya untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas jelang event akbar tersebut.

Sementara Ringroad Jogja pertama kali digagas oleh Keraton Yogyakarta bersama UGM pada 1970-an.  Namun, tahap realisasi pembangunan baru awal 1980-an.

Pembangunannya sendiri bertahap. Misalnya, di bagian Ringroad Utara yang berada di Condongcatur, pengerjaannya sudah mulai sejak 1983. Sementara ruas selatan, pada 1989 baru tahap perobohan bangunan. Alhasil, pembangunannya baru benar-benar selesai sekitar 1995 dan peresmiannya pada 1996.

Sebelum Ringroad Jogja ada, lahan yang menjadi jalan lingkar ini awalnya adalah areal persawahan, perumahan, dan jalanan-jalanan sempit. Pada 1990-an, Ringroad Jogja berfungsi sebagai pengganti akses utama yang sebelumnya ada di dalam perkotaan (Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Bugisan, Jalan Gedongkuning) yang mulai ramai dipadati kendaraan dari kota sekitar.

Baca halaman selanjutnya…

Nama baru ruas-ruas jalan lingkar Jogja

Terakhir diperbarui pada 21 September 2023 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.