Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Lika-liku Romantisme Bupati Nganjuk dengan KPK

Redaksi oleh Redaksi
27 Oktober 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rabu kemarin KPK lagi-lagi melakukan Operasi Tangkap Tangan atau OTT. Terduga koruptor yang kali ini tercyduk adalah Taufiqurahman yang merupakan Bupati Nganjuk. Hehehe, Anda pembaca merasa déjà vu mendengar nama itu ya?

Wajar saja kalau Anda mungkin merasa déjà vu, soalnya bapak bupati ini memang sudah pernah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK pada akhir 2016. Jadi, boleh dibilang OTT kemarin itu berjarak belum ada satu tahun dari kasus lamanya.

Taufiqurahman ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Desember 2016 karena kasus markup anggaran proyek di 5 lokasi. Selain markup anggaran, kabarnya Bapak Bupati juga secara tidak langsung ikut tender proyeknya. Lah kok bisa? Ya bisa aja, misalnya saja melalui anak, saudara, kakak, atau kenalan baiknya yang punya perusahan kontraktor. Akses untuk investasi di perusahaan mereka tentu mudah bukan? Sudahlah terlibat langsung di proyek, ealah masih dapat gratifikasi pula, apa nggak menang banyak itu namanya?

Sayangnya, belum sampai kasus itu selesai diperiksa, dia sudah buru-buru mengajukan praperadilan. Hakim praperadilan mengabulkan gugatannya hanya dengan alasan KPK harusnya menyerahkan kasus ini pada kejaksaan atas dasar Surat Keputusan Bersama (SKB) yang pernah dibuat sebelumnya. Penonton pun kecewa. Tentu bisa ditebak kelanjutan kasus tersebut: sampai sekarang di tangan kejaksaan. Mandek.

Hingga akhirnya kemarin KPK menangkap Pak Bupati ini untuk kedua kalinya. Kali ini untuk kasus yang berbeda.

Ia ditangkap saat melakukan transaksi suap bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala SMPN 3 Ngronggot, Kabag Umum dan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk. Hal ini terjadi hanya selisih sehari setelah ia menghadiri pertemuan dengan Jokowi bersama 500 bupati dan wali kota lainnya, di mana Jokowi memperingatkan mereka untuk tidak menerima uang korupsi.

Sepak terjang Pak Bupati tersebut tentu menimbulkan gejolak sendiri di masyarakat, khususnya bagi masyarakat Nganjuk. Banyak yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan pemimpinnya keluar masuk KPK. Maka, begitu Pak Bupati ini tertangkap, beberapa warga langsung merayakannya dengan cara potong tumpeng dan cukur gundul di alun-alun Nganjuk sebagai wujud kegembiraan.

Yah, semoga pada OTT kali ini Pak Bupati ini tidak lolos lagi. Kalau sampai lolos kembali, maka Papa Setnov harus hati-hati, sebab ia punya pesaing serius yang tak kalah kebal dari pemain debus.

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2017 oleh

Tags: Bupati NganjukKepala DaerahkorupsiOTT KPK
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

OTT Wali Kota Madiun
Aktual

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
korupsi bikin buruh menderita. MOJOK.CO
Aktual

Korupsi, Pangkal Penderitaan Buruh dan Penghambat Penciptaan Lapangan Kerja

9 Desember 2025
bantul, korupsi politik, budaya korupsi.MOJOK.CO
Ragam

Budaya Korupsi di Indonesia Mengakar karena Warga “Belajar” dari Pemerintahnya

16 September 2025
nadiem makarim, pendidikan indonesia, revolusi 4.0.MOJOK.CO
Aktual

Kasus Nadiem Makarim Menunjukkan Kalau Lembaga Pendidikan Sudah Jadi “Inkubator Koruptor”

8 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Utang bank jadi penyakit kronis yang menjerat pemuda desa karena cicilan MOJOK.CO

Penyakit Kronis Pemuda di Desa: Gampang Utang Bank untuk Hal Tak Penting, Cicilan Pikir Keri buat Ortu Terbebani

25 Maret 2026
Pekerja Surabaya pindah kerja di Jogja kaget dengan kebiasaan "menghibur-hamburkan uang" pekerja Jogja MOJOK.CO

Pekerja Surabaya Pindah Kerja di Jogja: Bingung sama Kebiasaan “Buang-buang Uang”, Repot karena Budaya Traktir Teman

26 Maret 2026
3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026

Video Terbaru

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
Tiyo Ardianto BEM UGM: Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.