Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Hadapi Kenaikan Kasus Covid-19, IDI Imbau Tes PCR dan Perketat Prokes

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
22 Juni 2022
A A
IDI mojok.co

Tangkapan layar jumpa pers virtual PB IDI secara daring di Jakarta, Selasa (21/6/2022). ANTARA/Wuryanti Puspitasari.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seiring dengan naiknya kasus Covid-19 di Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau masyarakat untuk melakukan tes PCR dan memperketat protokol kesehatan. Imbauan ini juga ditujukan kepada pemerintah guna pencegahan kenaikan yang lebih tinggi.

“Aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan kembali diberlakukan, mengingat harga tes semakin murah,” kata Erlina Burhan selaku Satgas Waspada dan Siaga COVID-19 PB IDI di Jakarta, Selasa (21/6) dikutip dari Antara.

Selain tes PCR, IDI juga mendorong masyarakat agar kembali menerapkan prokes dengan ketat. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mencabut anjuran wajib memakai masker di ruangan terbuka. IDI menilai ajakan ini perlu dievaluasi mengingat kenaikan kasus Covid-19.

Di lapangan, banyak ditemukan masyarakat yang sudah tidak menggunakan masker saat beraktivitas sehari-hari. Kewaspadaan yang menurun inilah yang membuat IDI meminta Kemenkes segera mengambil tindakan

“Awal Februari (kasus harian COVID-19) kita sudah 200-an. Sekarang semakin tinggi bahkan di atas 1000 per hari,” jelas Erlina.

Protokol kesehatan lainnya yang perlu kembali digalakkan adalah penelusuran kontak erat atau tracing. Metode ini pernah digunakan saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 silam. Baik petugas kesehatan, pemangku kebijakan, hingga masyarakat luas dapat memantau persebaran Covid-19 secara up to date.

Tracing sendiri masih dilakukan hingga kini menggunakan aplikasi Peduli Lindungi milik pemerintah. Namun fokus penelusuran bergeser menjadi pemantauan vaksinasi pengguna.

Sama seperti pemakaian masker yang kian melonggar, pelacakan ini pun tak seketat dulu. Ditambah dengan adanya vaksinasi massal dan gratis, tetapi hingga kini tingkat vaksinasi Indonesia masih tergolong rendah.

“Kami PB IDI mengimbau pada pemangku kebijakan seperti kepala daerah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi pusat karena masih rendah 23 persen,” sambungnya.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum menyempurnakan vaksinasi. Pihak IDI mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat agar melakukan vaksin booster.

Alasan utama PB IDI meminta masyarakat memperketat protokol tidak lepas dari munculnya varian baru Covid-19, yakni subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Kedua varian ini sangat mudah menular jika dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya.

“Subvarian BA.4 dan BA.5 menjadi ‘varian of concern’ yang perlu diwaspadai karena mudah menular,” kata Ketua Umum PB IDI dr Adib Khumaidi, Sp.OT dalam jumpa pers virtual yang diakses secara daring dari Jakarta, Selasa (21/6) dilansir dari Antaranews.

Hingga saat ini, Jakarta masih menduduki peringkat pertama kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 953 kasus. Total penambahan kasus di Indonesia sendiri mencapai 1.678 kasus. Angka ini akan terus meningkat hingga mencapai puncak gelombang pada bulan Juli mendatang.

Penulis: Shinta Sigit Agustina
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mahathir Mohamad Klaim Kepulauan Riau, PP Muhammadiyah Angkat Bicara dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2022 oleh

Tags: COVID-19idi
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
aturan dokter asing di uu kesehatan yang baru mojok.co
Kesehatan

5 Poin Sumber Polemik di UU Kesehatan yang Baru, Mulai dari Mandatory Spending hingga Aturan Dokter Asing

12 Juli 2023
Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi. MOJOK.CO
Kilas

Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi

13 Juni 2023
Kritik untuk Jogja Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan MOJOK.CO
Esai

Kritik untuk Jogja: Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan

7 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Penumpang KRL Jakarta lebih manusiawi dibanding penumpang KRL/Commuter Line Jogja

KRL Jakarta Memang Bikin Stres, tapi Kelakuan Penumpangnya Masih Lebih Manusiawi daripada KRL Jogja

4 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
Orang tua lebih rela jual tanah dan keluarkan biaya puluhan juta untuk anak LPK kerja di Jepang daripada lanjut kuliah di perguruan tinggi MOJOK.CO

Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

6 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.