Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Daftar Jalan Macet Jogja, Lebih Baik Cari Jalan Alternatif Saja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
4 Oktober 2023
A A
Ilustrasi jalan macet di Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi jalan macet di Jogja MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa jalan di Jogja sering macet. Saking terkenal menguji kesabaran, banyak orang memilih menghindari jalan-jalan macet itu ketika bepergian di Jogja. 

Kalau kalian merasa jalan-jalan di Jogja semakin tidak menyenangkan karena sering macet, perasaan itu memang valid. Data dari Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat, beberapa jalan di Jogja memiliki derajat kejenuhan yang tinggi, bahkan melebih dari angka kejenuhan normal.

Salah satu jalan di Jogja yang memiliki derajat kejenuhan tinggi adalah Jalan Affandi atau Jalan Gejayan. Sebagai seseorang yang cukup sering melintasi jalan ini sejak belasan tahun silam, saya tidak memungkiri, Gejayan adalah jalan yang sibuk sejak dahulu. Hanya saja, kendaraan yang melintas tidak sebanyak saat ini.

Bukan sentimen belaka, ternyata hasil survei Dishub DIY pada 2022 mencatat Jalan Gejayan sebagai jalan paling padat di Jogja. Derajat kejenuhannya mencapai 1,23. Asal tahu saja, derajat kejenuhan adalah perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan. Hasilnya berupa angka antara 0 hingga 1, semakin mendekati 1 kondisi jalan mendekati angka jenuh.

Jalan Gejayan yang sudah melewati angka satu bisa dibilang menjadi jalan yang sangat padat atau macet. Ada beberapa sebab yang memicu padatnya jalan ini seperti tingginya volume kendaraan yang melintas dan gangguan di pinggir jalan. Selain itu, Jalan Gejayan memberlakukan dua arah padahal jalannya tidak terlalu lebar.

Jalan terpadat Jogja

Tidak hanya Jalan Gejayan, ada beberapa jalan lain yang memiliki derajat kejenuhan tinggi. Beberapa jalan mencatat derajat kejenuhan mendekati angka satu, bahkan melebihi angka tersebut. Di bawah ini beberapa jalan terpadat di Jogja lengkap dengan angka derajat kejenuhannya:

  • Jalan Affandi atau Jalan Gejayan (1,23)
  • Jalan Suroto dari utara ke selatan dengan kejenuhan (0,9)
  • Jalan Laksda Adisucipto dari timur ke barat (0,8)
  • Jalan Laksda Adisucipto dari timur ke barat (1,05)
  • Jalan Pierre Tendean dari utara ke selatan (1,1)
  • Jalan Taman Siswa (0,9)

Selain daftar di atas, sumber berbeda menyebutkan jalan-jalan lain di Jogja yang tidak kalah padat sehingga kerap macet. Beberapa di antaranya adalah Jalan Kaliurang, Jalan Wates depan Pasar Buah Gamping, Jalan Seturan depan STIE YKPN, Jalan Jenderal Sudirman depan Phoenix Hotel, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan AM Sangaji.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, kinerja lalu lintas di Jogja memang menurun. Jalanan Jogja mengalami peningkatan derajat kejenuhan dan berkurangnya rata-rata kecepatan sesaat kendaraan. Namun, perlu diingat, pada tahun-tahun sebelumnya jalanan masih terdampak pandemi sehingga volume kendaraan yang melintas cukup sepi. Berbeda dengan saat ini, aktivitas kembali normal, sehingga mobilitas masyarakat tidak lagi sama seperti masa pandemi.

Kalau menurut kalian, jalan di Jogja mana lagi yang sangat padat?

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kisah Pilu di Jalan Seturan Raya Sleman: Lelaki Kehilangan Rumah dan Perempuan Malang yang 13 Tahun Terpisah dengan Anak

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2023 oleh

Tags: gejayanjalan jogjajalan padat
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Aturan Tidak Tertulis di Perempatan Jogja yang Sebaiknya Dituliskan Aja, Banyak Pengendara Nggak Peka Mojok
Pojokan

Aturan Tidak Tertulis di Perempatan Jogja yang Sebaiknya Dituliskan Aja karena Banyak Pengendara Nggak Peka

19 Oktober 2025
Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki Mojok.cp
Pojokan

Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki 

4 Oktober 2025
Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja Mojok.co
Pojokan

Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja

14 September 2025
Angkringan Pak Aam Pringgondani Jogja: Pernah Dibenci Akamsi, Kini Jadi Penyelamat Warga dan Mahasiswa.Angkringan Murah, Enak, dan Terbaik Ada di Kotagede Jogja MOJOK.COCerita Penjual Angkringan di Jalan Gejayan Lulusan Kampus Informatika, Bahagia Menjadi Penolong Para Pekerja Jogja.MOJOK.CO
Kuliner

Cerita Penjual Angkringan di Jalan Gejayan Lulusan Kampus Informatika, Bahagia Menjadi Penolong Para Pekerja Jogja

24 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.