Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi. (Pemprov Jateng)

MOJOK.CO, SEMARANGJawa Tengah menarik hati. Jika tidak investasi di sini akan rugi. Begitu kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, saat puluhan pengusaha datang untuk membidik peluang investasi dan kolaborasi di Jateng. 

Sebanyak 49 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia melakukan studi komparatif di sejumlah perusahaan di Jawa Tengah.

Para pengusaha yang tergabung dalam kegiatan Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series itu dijamu langsung oleh  Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis malam, (18/6/2026).

Jawa Tengah (Jateng) menarik hati, tidak investasi maka rugi

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, memaparkan bahwa iklim investasi di Jawa Tengah sangat kondusif dan didukung berbagai faktor penunjang.

Berdasarkan data 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110,02 triliun. Pada triwulan I 2026 sudah menembus Rp23 triliun, kemudian ada tambahan sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal.

Berbagai faktor tersebut juga didukung keberadaan kawasan industri eksisting yang tersebar di beberapa daerah. Di antaranya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang; Kawasan Industri Kendal; Kawasan industri di Semarang, Demak, dan lainnya. Bahkan sudah ada sekitar 12 daerah yang mengajukan kawasan industri maupun kawasan ekonomi baru.

Selain itu, jumlah unit usaha di Jawa Tengah tercatat 4,93 juta unit. Terdiri atas usaha besar dan menengah yang mencapai 56.286 unit, kemudian UMKM sekitar 4,8 juta. Berbagai usaha tersebut bahkan sudah ada yang melakukan ekspor produk ke berbagai negara.

“Sudah saya paparkan bahwa Jawa Tengah ini menarik hati. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” kata Ahmad Luthfi.

Di hadapan puluhan pengusaha, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bilang: tidak investasi di Jateng rugi MOJOK.CO
Di hadapan puluhan pengusaha, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bilang: tidak investasi di Jateng rugi. (Pemprov Jateng)

Kondisi jauh lebih berkembang dari beberapa tahun lalu

Sementara itu, pelopor acara sekaligus pendamping 49 pengusaha tersebut, Dahlan Iskan menilai, kondisi Jawa Tengah saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan beberapa tahun lalu. Itu ditandai dengan infrastruktur di provinsi ini yang sudah kian bagus. Buktinya di sepanjang Pantai Utara, banyak berdiri kawasan industri. Hal ini tak lain karena ada upaya optimal yang dilakukan oleh Gubernurnya.

Menurutnya, dukungan infrastruktur dan iklim investasi yang sangat baik di Jawa Tengah itulah yang membuat banyak investor berdatangan. Selain itu, kondusivitas wilayah dan dukungan pemerintah daerah yang baik. Sehingga banyak pengusaha menaruh kepercayaan untuk berinvestasi di provinsi ini.

Maka dari itu, Dahlan Iskan membawa puluhan pengusaha untuk berkunjung ke beberapa perusahaan besar di Jawa Tengah.

Bagi Dahlan Iskan Jateng sudah jauh lebih berkembang dari tahun-tahun sebelumnya, cocok bagi pengusaha untuk investasi. (Pemprov)

Pada Kamis, (18/6/2026) itu sudah ada tiga perusahaan yang dikunjungi, yaitu Halo BCA di Semarang, kemudian pabrik mebel yang seluruh produknya diekspor ke seluruh dunia, dan pabrik Polytron yang memproduksi alat elektronik dan kini mulai meningkatkan produksi sepeda motor listrik.

“Semuanya berkunjung ke Jawa Tengah, besok (Jumat) ke Sido Muncul agar semakin dapat wawasan dan inspirasi bagaimana mengembangkan bisnis,” kata Dahlan.

“Menurut pengamatan saya, para pebisnis atau pengusaha ini orang yang paling tangguh, ketika jatuh dan mengalami kesulitan ia akan bangkit lagi,” tutupnya.***(Adv)

BACA JUGA: Saat Tiongkok Suntik Rp15 T untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal Jateng: Serap 10.000 Tenaga Kerja, Lokal Jadi Prioritas Utama atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version