Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Festival Sastra Yogyakarta (FSY): Mempopulerkan Kembali Cerita Silat dari yang Dianggap Hanya Hiburan Menjadi Filosofi Hidup

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 November 2024
A A
Festival Sastra Yogyakarta (FSY): Mempopulerkan Kembali Cerita Silat dari yang Dianggap Hanya Hiburan Menjadi Filosofi Hidup

Diskusi panel bertajuk “Siyaga: Jalan Sunyi Cerita Silat” dalam Festival Sastra Yogyakarta. Dok. Dinas Kebudayaan Yogyakarta

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Para peserta Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 mengikuti diskusi panel bertajuk “Siyaga: Jalan Sunyi Cerita Silat”. Diskusi ini mengajak pengunjung untuk menggali lebih dalam mengenai cerita silat di Indonesia, mulai dari transformasi hingga tantangannya di era modern.

***

Tahun ini, Festival Sastra Yogyakarta (FSY) mengangkat tema Siyaga yang mengusung semangat kesadaran interdisipliner dalam sastra. Berbagai diskusi panel dihadirkan untuk mengajak peserta berdiskusi mengenai isu kontemporer melalui perspektif sastra. 

Salah satu interdisipliner yang dibahas adalah cerita silat. Sebuah genre yang memadukan antara sastra dengan seni ilmu beladiri. Di mana, genre tersebut seringkali dianggap hanya sebagai hiburan. Padahal, juga medium yang merekam sejarah, budaya, dan filosofi hidup bangsa Indonesia.

Dengan semangat interdisipliner, FSY 2024 berupaya mendorong masyarakat untuk menggali lebih dalam kekayaan sastra Indonesia, sekaligus menjadikannya relevan di masa kini.

Menghadirkan pembicara ternama

Diskusi panel bertajuk “Siyaga: Jalan Sunyi Cerita Silat” menjadi salah satu rangkaian acara FSY yang berlangsung pada hari pertama, Kamis sore (28/11/2024) di Panggung Pasar Sastra, Taman Budaya Embung Giwangan.

Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Akademisi Sastra, Wening Udasmoro dan Novelis, Mahfud Ikhwan. Sementara, Sastrawan Latief S. Nugraha bertindak sebagai moderator. 

Wening merupakan dosen Sastra Prancis di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja. Riset-risetnya berokus pada kajian sastra, gender, dan analisis wacana kritis. 

Sementara, Mahfud Ikhwan pernah menerima Anugerah Kebudayaan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta atas kiprahnya di dunia sastra.

Latief S. Nugraha mengatakan cerita silat adalah bagian penting dari sejarah sastra Indonesia. Namun, genre ini sering kali terlupakan dalam diskusi sastra, baik dalam pembicaraan formal maupun informal.

Dia berujar diskusi panel kali ini bisa menjadi ruang untuk menegaskan posisi karya tersebut, di mana genre tersebut merupakan salah satu warisan sastra bernilai tinggi.

Perubahan gender pembaca cerita silat

Akhir-akhir ini, pembaca cerita silat mengalami perubahan demografi. Jika dulu genre tersebut populer di kalangan pria, kini semakin banyak pembaca perempuan yang tertarik. 

Artinya, genre tersebut mampu menembus batas gender. Baik, laki-laki maupun perempuan dapat menikmatinya. Di mana cerita tersebut menunjukkan sisi kepahlawanan dan memiliki daya tarik universal.

Buktinya, dalam diskusi panel kali ini ada sekitar 30 peserta yang hadir. Mereka berasal dari berbagai generasi. 

Iklan

Peserta juga terlihat antusias dalam acara tersebut. Minatnya di bidang literasi terlihat dari keaktifan mereka bertanya dan berpendapat. Berkat antusias tersebut, diskusi terlihat hidup. Tidak hanya dialog antar narasumber tapi juga audiens.

Menghidupkan kembali cerita silat di tengah masyarakat

Selain membahas perubahan demografi, diksusi panel “Siyaga: Jalan Sunyi Cerita Silat” juga menyoroti tantangan yang harus dihadapi oleh penulis cerita silat kontemporer, terutama dalam menciptakan karya inovatif tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Menurut Akademi Sastra, Wening, cerita silat di Indonesia telah mengalami transformasi. Salah satunya karena dipengaruhi oleh kancah pasar global. 

“Meski begitu, genre ini tetap mengutamakan nilai-nilai budaya yang kuat,” ujar Wening, Kamis (28/11/2024).

Masyarakat, kata dia, bisa memahami lebih jauh konteks sosial dan budaya sekitar, agar lebih dekat dekat dengan cerita silat.

Sementara itu, Mahfud Ikhwan berujar perlu ada upaya konkret untuk mempopulerkan kembali cerita silat. Dengan begitu, genre tersebut dapat terus hidup di tengah masyarakat.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sebutuh Apa Jogja dengan Festival Sastra Yogyakarta? Sebuah Angan-angan Menjadi Ibu Kota Sastra di Indonesia

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 November 2024 oleh

Tags: dinas kebudayaan jogjadinas kebudayaan kota yogyakartaevent jogjaevent sastraFestival Sastra YogyakartaFSY
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pasar Kolaboraya tak sekadar kenduri sehari-dua hari. Tapi pandora, lentera, dan pesan krusial tanpa ndakik-ndakik MOJOK.CO
Liputan

Kolaboraya Bukan Sekadar Kenduri: Ia Pandora, Lentera, dan Pesan Krusial Warga Sipil Tanpa Ndakik-ndakik

23 Desember 2025
sembilan comm, event jogja.MOJOK.CO
Sosok

Di Balik Denyut MICE di Jogja, Ada Sembilan Comm yang Selalu Siap di Belakang Panggung

13 November 2025
Belajar dari Konsistensi: Rahasia Bertahan 17 Tahun di Industri Event Jogja
Video

Belajar dari Konsistensi: Rahasia Bertahan 17 Tahun di Industri Event Jogja

30 Oktober 2025
Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

“Kulonuwun Gunungkidul” Jadi Upaya Merawat Hubungan Sosial Lewat Olah Rupa, Bertamu Tak Sekadar Bertemu

11 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.