Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Dua Tahun Daring, Ngayogjazz 2022 Siap Pertemukan Musik dengan Tradisi 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
18 November 2022
A A
ngayogjazz 2022 mojok.co

Penyelenggara Ngayogjazz 2022 menyampaikan paparannya terkait festival musik itu, Kamis (17/11/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah dua tahun digelar secara daring akibat pandemi COVID-19, para penikmat musik jazz kini bisa kembali menonton Ngayogjazz 2022. Digelar Sabtu (19/11 2022) besok di Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, pengunjung bisa menikmati beragam musik jazz mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB.

Festival musik yang sudah diselenggarakan selama enam belas tahun terakhir tersebut kali ini mengusung tagline ‘Kena Jazz-é, Tetep Bening Banyuné’. Tagline itu terinspirasi dari falsafah jawa ‘Kena iwak-é, tetep bening banyuné’ yang artinya ‘menangkap ikannya tapi jangan membuat keruh airnya’.

Board Ngayogjazz, Aji Wartono di Yogyakarta, Kamis (17/11/2022) mengungkapkan tagline itu sekaligus menjadi pengingat bagi penyelenggara Ngayogjazz. Mereka berharap tetap bisa mengadakan sebuah festival sekaligus tetap menjaga budaya dan tradisi yang sudah diwariskan.

“Cita-cita [Djaduk Feriyanto-penggagas Ngayogjazz-red], itu Ngayogjazz menjadi peristiwa budaya yang bisa dinikmati oleh semua orang. Dan makin ke sini sepertinya cita-cita itu makin mendekati,” paparnya.

Ngayogjazz, menurut Aji menjadi ajang bertemunya kembali para penikmat musik secara langsung. Festival jazz yang dihadirkan di tengah desa dengan segala kearifan lokalnya menjadikan Ngayogjazz bukan sekedar konser musik, melainkan juga menjadi peristiwa budaya penuh nilai.

Dipilihnya Cibuk Kidul karena kawasan tersebut merupakan tempat yang indah dan berjarak kurang lebih 10 km dari pusat kota Yogyakarta. Desa ini memiliki sumber air melimpah yang dimanfaatkan warganya untuk pertanian, kolam perikanan dan juga program wisata.

“Di Cibuk Kidul ini nanti kita semua bersama warga akan belajar nge-jazz a la Ngayogjazz. Sinergi antara jazz dan kearifan lokal harapannya menciptakan sebuah keharmonisan. Kehidupan yang
selaras antara manusia, budaya, dan alam bagaikan sebuah jamming session dalam musik jazz,” jelasnya.

Aji menambahkan, tahun ini akan ada beberapa penampil yang akan meramaikan Ngayogjazz 2022. Diantaranya Barry Likumahuwa Jazz Connection, NonaRia x Dua Empat, Monita Tahalea, Irsa Destiwi Quintet, Kua Etnika featuring Bonita, SanDrums x Sri Hanuraga featuring Rodrigo Parejo (Spanyol).

Selain itu NJJO & Maarten Hogenhuis (Belanda), Gaga Gundul (Pemaï – Perancis & Gayam 16 – Indonesia), MLDJAZZPROJECT, Sax Party, ISI Yogyakarta Big Band, Yohanes Gondo Trio, Huaton Dixie, Acapella Mataraman, Taksu, dan masih banyak lagi.

“Juga komunitas-komunitas jazz se-nusantara yang akan hadir untuk menambah asupan kegembiraan,” ujarnya.

Ngayogjazz juga menjadi ruang ekspresi yang beragam dan luas. Dukungan terhadap komunitas dan musisi muda menjadi salah satu langkah yang dilakukan.

Apalagi agenda yang selalu ada di setiap Ngayogjazz adalah pertukaran ilmu dan pengalaman dalam workshop bersama musisi bertajuk Reriungan. Momen ini menjadi wadah untuk persemaian bibit musisi jazz sehingga jazz akan selalu lestari dengan musisi-musisi berkualitas.

“Selain kegiatan bermusik, kesenian tradisional dan pasar jazz adalah bentuk keterlibatan dan partisipasi warga masyarakat setempat sebagai tuan rumah penyelenggaraan ngayogjazz,” jelasnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Penipu Ratusan Mahasiswa IPB Sudah Tertangkap

Terakhir diperbarui pada 18 November 2022 oleh

Tags: festival musikMusikmusik jazzNgayogjazz
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan dan Vita Rilis Video Klip "Rayuanmu" yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!.MOJOK.CO
Hiburan

Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!

9 Februari 2026
down for life.MOJOK.CO
Panggung

“Wall of Love”, Merayakan Lebaran Metal dengan Berpelukan di Tengah Moshpit Down For Life

25 November 2025
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO
Aktual

Dari Panggung Rock in Solo untuk Pegunungan Sewu: Suara Musik Keras Menolak Pabrik Semen Pracimantoro

4 November 2025
saemen fest 2025 mojok.co
Kilas

Menanti Kolaborasi Jenny dan Majelis Lidah Berduri di Saemen Fest 2025

29 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.