Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Lima Nasihat untuk Puthut EA

Fahri Salam oleh Fahri Salam
23 Oktober 2014
A A
Lima Nasihat untuk Puthut EA

Lima Nasihat untuk Puthut EA

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pasca kekalahan telak 1-7 AS Roma dari Bayern Muenchen, Puthut EA, yang mendaku sebagai Romanisti sejati, (artinya: siap kalah sedia delusi) sebenarnya tidak perlu membuat wawancara eksklusif di media kekinian kayak Mojok.co ini.

Seandainya ia memahami satu saja prinsip sederhana dalam hidup: jangan pernah menyandarkan kepercayaan kepada orang yang belum kita kenal, sebab pasangan yang bertahun-tahun pacaran pun belum tentu siap diajak ke pelaminan. Rudi Garcia, pelatih Roma, dalam jiwa Puthut memang terasa dekat. Tapi kita tahu kejiwaan seperti itu memunculkan fanatisme semena-mena, dan akhirnya seringkali membuat gelap mata.

Iklan

Klub yang sulit menjuarai apa-apa macam Roma, dari wawancara Puthut, terdengar tetap gagah perwira bak Barcelona, klub kesukaan saya. Saya tidak akan membandingkan Roma dan Barca. Sudahlah, itu percuma. Hanya saja, sebagai orang yang woles dan kritis, saya ingin memberi beberapa saran kepada Puthut.

Meski saya yakin Puthut tak sudi mendengarkannya, siapa tahu, kiat-kiat berikut ini cukup mujarab untuk pendukung Liverpool dan lain sebagainya, yang akhir-akhir ini kerap menelan pil pahit kekecewaan.

Unfollow semua akun portal berita

Kita tahu prinsip bad news is good news. Sejak zaman Jokowi masih polos, Prabowo dan SBY masih bocah ingusan, serta Boediono saat itu entah di mana, berita yang sedap dijual bersumber dari peristiwa yang membuat kehadiran setan tak lagi berguna. Para wartawan percaya, kekalahan Roma dari Bayern München akan lebih aduhai jika ditulis dengan istilah “dikebumikan”, “digunduli”, atau “babak-belur”, dan “luluh lantak”.

Skor 1-7, hemat saya, hanya perlu ditulis dengan paket hemat seperti koran kuning Lampu Merah, misalnya: Alfatihah! Tim yang Mengklaim Dirinya Serigala Ternyata Cuma Kerupuk, Ramai Saat Dimakan Urusan Gizi Lain Lagi.

Yang enak ya memang enak, makanlah dengan lahap

Politik Indonesia modern, terutama yang dibangun sejak Eyang Harto, meyakini bahwa mengungkit-ungkit masa lalu cuma pekerjaan orang yang terlalu banyak berpikir. Mengusut pembantaian ratusan ribu orang dianggapnya sebagai kegiatan mencari-cari keuntungan, dan pepatah “sing uwis ya uwis”—yang berlalu biarlah berlalu—untuk problem bangsa diletakkan juga untuk persoalan indvidual macam orang pacaran, terus putus, kemudian jadian lagi, terus nggak deg-degan, lalu merasa hampa seperti yang dialami pemred Mojok. Jadi, warisan Eyang Harto itu benar di satu sisi, tapi keliru besar di sisi lain.

Nah, karena bagi saya kekalahan Roma adalah persoalan pribadi, saya kira Puthut mesti mempraktikkan laku “sing uwis ya uwis.” Kalau Roma terus-menerus kalah, apa boleh bikin, lihat poin selanjutnya.

Perbanyak minum kopi kurangi sakit gigi

Bukan Prabowo kalau tidak delusional. Dianggap pengamat kalah pilpres, dinyatakan KO oleh pelbagai survei politik terpercaya, bahkan oleh KPU, tapi ia tetap setia memperjuangkan kemenangan yang diyakininya. Itu bagus bagi anak-anak muda yang masih menganggap mantan sebagai pacar, seperti yang dilakukan Fatimah Zahrah. Tapi tidak bagus bagi kesehatan.

Uniknya, dalam kasus maha penting ini, secara kesehatan Puthut adalah anak kesayangan Tuhan yang 100 persen baik-baik saja. Karena itu tidak apalah, saya izinkan ia bersikap delusional; bahwa skor 1-7 itu bukan perkara sepele, makanya ia sampai bikin wawancara imajiner.

Buka koran Minggu dan cari lowongan

Klub-klub selain Roma masih butuh fans yang penuh dedikasi seperti Puthut, jadi ada baiknya ia menimbang untuk pindah ke lain klub. Sama halnya jika pemred Mojok pengin pindah ke lain hati. Tapi ia perlu ingat lagi lagu Kla Project: Tak bisa Ke Lain Hati.

Saran saya, jangan pindah ke Barcelona. Sebab Barca tak butuh dibela. Ia tetap ada dan berlipat ganda.

Dalami lagi filsafat Yunani Kuno

Camkan pesan Antonio Gramsci ini: “Kita memerlukan pesimisme dari otak sekaligus optimisme dari tekad.” Artinya, bila Roma kalah telak lagi: tak apa, setidaknya saya sudah mengutip Gramsci, biar terkesan hobi baca kayak selebtwat Arman Dhani.

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2018 oleh

Tags: AS RomaBayern MuenchenPuthut EA
Fahri Salam

Fahri Salam

Artikel Terkait

Menjadi penulis jika ingin sejahtera maka jangan hanya fokus menulis MOJOK.CO

Panduan untuk Calon Penulis agar Hidup Sejahtera, Karena Tak Cukup kalau Andalkan Royalti Saja

19 Januari 2025
Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

24 November 2024
Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang

Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang

24 Oktober 2024
Direktur Mojok Puthut EA menunjukkan salah satu bukunya di FESMO 2024. MOJOK.CO

Yang Akan Dilakukan Puthut EA Setelah 25 Tahun Berkarya

23 Oktober 2024
Seperempat Abad Puthut EA Berkarya, Percaya Jadi Penulis Hidupnya Bisa Sejahtera

Seperempat Abad Puthut EA Berkarya, Percaya Jadi Penulis Hidupnya Bisa Sejahtera

4 Oktober 2024
Peluncuran Buku Mentalitet Korea Bambang Pacul MOJOK.CO

Buku “Mentaliet Korea” Komandan Bambang Pacul akan Dibedah di Jogja, Hadirkan Guest Star Spesial dan Gratis

9 Juni 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.