Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Mop

Hadiah dari Keluarga Korban

Fawaz Al Batawy oleh Fawaz Al Batawy
15 Juni 2017
A A
Hadiah dari Keluarga Korban

Hadiah dari Keluarga Korban

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bicara tentang mop, saya sangat menyukai lawakan-lawakan khas Indonesia Timur ini. Saya memiliki banyak teman dari Indonesia Timur yang lihai mengeluarkan MOP. Lebih dari itu, saya juga pernah tinggal lama di Papua dan Sulawesi Selatan yang kesehariannya diisi dengan mop-mop jenaka. Satu dari sekian banyak teman saya yang lihai mengeluarkan mop bernama Rufus Wenda. Ia berasal dari Kabupaten Puncak Jaya di Papua, sejak kecil tinggal di Nabire, dan saat ini sedang kuliah di Yogyakarta.

Berikut saya bagi sedikit mop dari Rufus di sini, dua saja dulu, jangan banyak-banyak, biar saya masih punya stok bahan untuk terus sumbang tulisan di Mojok. Masak Saleh Abdullah si Jin Kura-Kura saja yang banyak tulisannya di sini, saya juga mau dong.

Hadiah yang Didapat tanpa Perlu Beruntung

Sekali waktu, dua orang kakak beradik yang lama tak jumpa akhirnya bertemu di Jayapura, tempat sang kakak menimba ilmu. Adik baru turun gunung. Mereka berdua lalu menyaksikan pertandingan sepak bola di televisi. Saat jeda antara babak pertama dan kedua, sang kakak lapar, ia meminta adiknya memasak mi instan.

Adik yang belum pernah memasak mi instan tanpa pikir panjang langsung melaksanakan perintah Kakak. Setelah menyalakan kompor, Adik kemudian bertanya, “Kakak, ini mi direbus atau gorengkah?”

“Ko bisa bacakah tidak?” Kakak balik bertanya.

“Bisa to.”

“Di bungkus itu dorang bilang apa?”

“Rebus.”

“Itu sudah!!!”

Tak berapa lama mi rebus tersaji. Pertandingan babak kedua pun dimulai. Sembari menyaksikan pertandingan, Kakak mulai makan mi. Satu suap, dua suap, lalu menyeruput kuah yang masih panas, kakak merasa ada yang aneh, mi terasa hambar. Kemudian ia bertanya kepada adiknya, “Adik, dong pu bumbu ini sudah ko kasih masukkah?”

“Ah, bumbu apa lagi, Kakak?”

“Ada itu di dalam bungkus, yang kecil-kecil itu, bungkus warna perak.”

Sembari mengeluarkan bumbu mi instan dari saku, sang adik berujar, “Kakak pu maksud itu yang inikah?”

Iklan

“Iyo, itu sudah. Baru, kenapa tidak ko kasih masuk itu barang?”

“Ah, sa kira ini hadiah!!!”

Mungkin Ini Bukti Reinkarnasi

Menjelang senja terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya, orang-orang yang melihat kejadian itu langsung berkumpul di lokasi kejadian untuk menyaksikan dari dekat sekali. Korban yang bersimbah darah dan tergeletak di tengah jalan dikerubungi oleh mereka yang hendak menyaksikan dari dekat. Tak berapa lama, Pak RT tiba di lokasi kejadian.

Banyaknya manusia yang berkumpul di lokasi kejadian menyebabkan Pak RT kesulitan mendekat ke TKP. Ditambah tubuh yang kecil lagi ringkih, Pak RT kesulitan menembus kerumunan manusia. Ia mencoba sekali mendesak masuk, gagal. Ia beranjak ke sisi lain, kemudian sekali lagi mencoba mendesak masuk, gagal lagi. Tak patah semangat, ia beranjak ke sisi yang lain lagi dan mencoba mendesak masuk mendekati korban yang dikerumuni orang-orang. Apa daya, tubuh kecilnya membuatnya kembali gagal.

Akhirnya setelah berpikir panjang dan mencari cara agar bisa mendekat ke TKP, Pak RT menemukan cara jitu untuk bisa menembus kerumunan manusia. Dengan keyakinan penuh kemudian ia berujar setengah berteriak kepada kumpulan manusia, “Permisi ya, permisi, tolong sa dikasih jalan dolo ini. Permisi, darurat ini, sa keluarga korban ini! Keluarga korban!”

Beberapa warga yang mendengar itu memandang sinis ke arah Pak RT. Menyadari hal itu, Pak RT tak kalah sinis, kemudian ia kembali berujar meyakinkan, “Iyo, benar ini, ko trada percayakah sa keluarga korban? Kasih jalan dolo!”

Kali ini Pak RT berhasil. Kumpulan manusia yang berdesakan memberi jalan lapang baginya. Ia kemudian melenggang dengan asyik menuju TKP. Saat akhirnya tiba di TKP, Pak RT kaget dan malu bukan kepalang karena ternyata yang tertabrak mobil dan menjadi korban kecelakaan adalah BABI!

Terakhir diperbarui pada 27 November 2018 oleh

Tags: babimalukumi instanmopPapuasulawesi
Fawaz Al Batawy

Fawaz Al Batawy

Artikel Terkait

literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO
Ragam

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026
Lupakan Garuda Indonesia, Pesawat Terbaik Adalah Susi Air MOJOK.CO
Otomojok

Lupakan Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air: Naik Pesawat Paling Menyenangkan Justru Bersama Susi Air

10 Desember 2025
Rugi Buka SPBU di Papua? DPR Bisanya Cuma Omong Kosong MOJOK.CO
Esai

Rugi Buka SPBU di Papua? Kalau DPR Menantang, Korporasi Bisa Menantang Balik karena DPR Cuma Bisa Melempar Retorika

3 Oktober 2025
Sejarah Indonesia Berisi Kekerasan dan Negara Paksa Kita Lupa MOJOK.CO
Esai

Sejarah Indonesia Berisi Luka yang Diwariskan dan Negara Memaksa Kita untuk Melupakan Jejak kekerasan itu

30 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.