Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Suara Hati Istri Kampanye Pedofilia dan Glorifikasi Poligami, Pernikahan Dini Itu Sex Education, Zahra dan Agnes Monica Tidak Sama

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
4 Juni 2021
A A
Zahra di Suara Hati Istri Tidak Bisa Disamakan dengan Agnes Monica di Pernikahan Dini MOJOK.CO

Zahra di Suara Hati Istri Tidak Bisa Disamakan dengan Agnes Monica di Pernikahan Dini MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sinetron Suara Hati Istri: Zahra, jatuhnya seperti kampanye pedofilia dan glorifikasi poligami. Jelas jauh beda dengan Agnes Monica di Pernikahan Dini.

Mega seri Suara Hati Istri: Zahra yang ditayangkan Indosiar menuai polemik karena menyajikan adegan ranjang yang disebut meromantisisasi pedofilia. Jangan-jangan Indosiar terinspirasi film 50 Shades of Grey yang meromantisisasi BDSM dan laku keras di pasaran? Ada lagi yang menyamakan Zahra dengan Agnes Monica. Ngawur banget, dong.

Sinetron Zahra ini bercerita tentang seorang suami beristri tiga bernama Pak Tirta. Yang menjadi sorotan, istri ketiganya yang bernama Zahra diperankan oleh artis belia (Lea Ciarachel) yang masih berumur 15 tahun.

Penonton setia sinetronnya sih mengaku gemas dengan plot cerita yang romantis dan karakteristik yang amis manis. Namun, setinggi-tingginya rating sinetron Suara Hati Istri, tetap saja yang menentukan kelangsungan programnya adalah “Suara Hati Netizen”. Menurut warganet dan influencer, sinetron Zahra berupaya menormalisasi perkawinan anak. Layak dipetisi untuk dihentikan tayangannya.

Memang sih di dunia nyata, praktik perkawinan anak masih dilanggengkan oleh kalangan masyakarat tertentu. Namun, menangkap fenomena itu dengan angle kamera yang tidak pas dan dipromosikan di akun media sosial sebagai adegan romantis, malah jadi seperti kampanye pedofilia dan glorifikasi poligami.

Padahal KPAI masih berjuang dengan isu perkawinan anak yang sebagian besar dilakukan secara non-konstitusional di negeri ini. Ditambah para istri sebumi pertiwi pun masih berjuang untuk menjadi seperti Siti Fatimah az-Zahra yang menolak dimadu.

Zahra bukan Agnes Monica

Pemeran Zahra disebut seusia dengan Agnes Monica di sinetron Pernikahan Dini dan Shireen Sungkar di sinetron Cinta Fitri. Ketiganya sama-sama berumur 15 tahun ketika memerankan tokoh seorang istri. Namun, kenapa Zahra di Suara Hati Istri dipermasalahkan, sementara sinetron-sinteron terdahulu tidak ada huru-hara?

Apakah karena dulu belum ada medsos dengan segala SJW-nya?

Mungkin bedanya, Shireen Sungkar di situ tidak jadi istri ketiga. Sudah begitu, Fitri menikahi Farrel bukan karena terpaksa. Berbeda dengan Zahra yang menikah dengan Pak Tirta karena himpitan ekonomi keluarga. Padahal Zahra ingin kuliah kedokteran, eh, malah dinikahi Tirta yang bukan dokter.

Nah, kalau karakter Dini yang diperankan oleh Agnes Monica menikah dini karena ‘kecelakaan’ bersama Syahrul Gunawan. Jatuhnya ke sex education, bukan mempromosikan pernikahan dini. Apalagi mengajak melakukan pergaulan bebas. Sebab lirik lagu tema yang dinyanyikan Agnes Monica sendiri bunyinya gini :

Pernikahan dini bukan cintanya yang terlarang

Hanya waktu saja belum tepat merasakan semua

Pernikahan dini sebaiknya janganlah terjadi

Zara Adhisty pun masih 15 tahun ketika memerankan tokoh Dara di film Dua Garis Biru. Di situ, Dara hamil di luar nikah dan akhirnya dinikahkan dengan teman lelaki yang menghamilinya. Sama seperti sinetron Pernikahan Dini, Dua Garis Biru memakai sudut pandang yang kita butuhkan. Diceritakan bahwa akibat pergaulan bebas bisa merepotkan remaja yang harusnya masih menikmati masa muda dan fokus meraih impian.

Harusnya masih sibuk nangkepin Pikachu, malah bikin orang tua nimang cucu.

Zara Adhisty dan Agnes Monica memang melakukan hubungan yang kelewat batas di sinetron masing-masing, tetapi ada konsensual di sana. Kurangnya kematangan cara berpikir yang menjadikan mereka belum benar-benar siap menghadapi kehamilan yang tak diinginkan.

Nah, di sinilah penulis skenarionya mengambil celah untuk memberikan edukasi kepada para penonton. Bahwa ada konsekuensi besar yang mesti ditanggung di balik kenakalan remaja yang kebetulan remnya blong.

Sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra justru mempertontonkan adegan yang menyesatkan, di mana Pak Tirta dan Zahra melangsungkan malam pertama. Namun, Zahra menangis ketakutan ketika didatangi oleh Pak Tirta. Kendati istrinya melas, Pak Tirta tetap ngegas. Nah, hubungan suami-istri yang dilakukan tanpa konsensual, jatuhnya marital rape (pemerkosaan dalam rumah tangga).

Iklan

Jika ingin memotret kisah nyata yang terjadi di masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran, mungkin alur cerita mega seri Suara Hati Istri: Zahra ini perlu dirombak. Selain memang perlu mengganti pemeran Zahra yang telah diminta oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

Begini sinopsisnya:

Diceritakan tokoh Tirta yang dikenal sebagai juragan kampung belum bisa mendamaikan kedua istrinya yang saling seteru di dalam rumah tangga. Sudah tahu tidak ahli poligami, beliau malah pengin tambah istri lagi. Belakangan diketahui bahwa lagu kesukaannya adalah “Madu Tiga” yang dinyanyikan oleh Ahmad Dhani.

“Istri tua merajuk, balik ke rumah istri muda. Kalau dua-dua merajuk, ana kawin tiga.” Itulah lirik yang menginspirasi Tirta.

Ketika Tirta menikahi perempuan di bawah umur, dua istri tuanya berkonspirasi untuk melaporkan Tirta ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Sebab kedua istrinya itu iri dengan rencana Tirta yang ingin menjadikan istri ketiganya sebagai pimpinan di toko kelontong yang dirintis Tirta. Sementara dua istri tuanya hanya menjabat sebagai “polda” alias polisi dapur.

Belum sempat malam pertama dengan istri barunya, Tirta yang masih sarungan harus dijemput paksa oleh “polda” dan polisi beneran. Sebab Tirta melanggar pasal tentang perlindungan anak.

Ketika Tirta resmi dipenjara, istri ketiganya dikembalikan ke orang tuanya. Sementara istri pertama dan istri kedua akhirnya bisa berdamai setelah menguasai harta sang suami dan membaginya secara rata.

Judul sinetronnya ganti kayak gini: Suara Hati Istri: Zahra yang Dikembalikan ke Orang Tuanya karena Masih di Bawah Umur dan 2 Istri Tua yang Membagi Rata Harta Suami yang Hobi Poligami.

Tamat.

BACA JUGA Zahra di Sinetron ‘Suara Hati Istri’ Tunjukkan Indosiar sedang Naik Level dan ulasan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2021 oleh

Tags: Agnes Monicaagnezmocinta fitridua garis birupernikahan dinisuara hati istrizahra
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

rasminah pahlawan isu perkawinan anak mojok.co

Mengenal Rasminah, Pahlawan Isu Perkawinan Anak yang Berjuang dalam Keterbatasan

11 Agustus 2023
perkawinan anak di indonesia mojok.co

4 Alasan Perkawinan Anak di Indonesia Masih Tinggi

19 Juli 2023
632 Anak di Jogja Terpaksa Melakukan Pernikahan Dini. MOJOK.CO

632 Anak di Jogja Terpaksa Melakukan Pernikahan Dini

20 Juni 2023
perkawinan anak mojok.co

Perkawinan Anak Berdampak Buruk bagi Kesehatan Mental Perempuan

8 Juni 2023
pernikahan dini mojok.co

Angka Pernikahan Dini di DIY Naik Drastis Selama Pandemi

16 September 2022
ilustrasi Sinetron Indosiar Bukan Nggak Masuk Akal, Itu Prediksi Masa Depan mojok.co

Sinetron Indosiar Bukan Nggak Masuk Akal, Itu Prediksi Masa Depan

21 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang MOJOK.CO

Susahnya Mahasiswa di Kampus Tanpa Working Space 24 Jam: Nugas di Kos Burnout, Ke Coffee Shop Tak Punya Uang

12 Agustus 2026
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.