Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Plat Nomor AB Sudah Layak Masuk Daftar Plat Nomor dengan Kelakuan yang Meresahkan Bersama Plat B, AD, AA, dan K

Plat nomor AB sudah layak masuk ke dalam daftar “pengendara yang meresahkan”. Bahkan sudah layak masuk sejak dulu.

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
15 Oktober 2023
A A
Plat Nomor AB Sudah Layak Masuk Daftar Plat Nomor dengan Kelakuan yang Meresahkan Bersama Plat B, AD, AA, dan K MOJOK.CO

Plat Nomor AB Sudah Layak Masuk Daftar Plat Nomor dengan Kelakuan yang Meresahkan Bersama Plat B, AD, AA, dan K

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persamaan pengendara plat nomor AB dan K

Saya rasa kamu semua sudah tahu stereotipe yang menempel ke pengendara plat nomor B. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Pokoknya berhenti sedekat mungkin dengan kendaraan di depan.
  2. Jangan sampai memberi kesempatan kendaraan lain masuk ke depan.
  3. Kalau bisa masuk ke jalur yang lebih lancar, pokoknya cepat langsung lakukan.
  4. Sebiasa mungkin menyalip kendaraan di depan. Tidak peduli lewat jalur mana.
  5. Nyalakan lampu dim kalau kendaraan di depanmu terlihat ragu-ragu.
  6. Lampu hijau baru satu detik? Klakson! Jangan pernah ragu.

Penjelasan di atas adalah hasil dari pengalaman nyata seorang pengguna Quora bernama Dwi Budi Handoyo. Saya, sih, setuju karena pernah melihat fenomena di atas secara langsung ketika sedang di Jakarta. Nah, lantas, bagaimana dengan stereotipe yang menempel ke pengendara plat nomor AB dan K? Lucunya, mereka punya persamaan yang khas.

Jadi, baik pengendara plat nomor AB dan K sama-sama “aneh”. Mereka suka sekali jalan di tengah dengan kecepatan pelan. Saya tidak tahu apakah mereka memahami peraturan di jalan raya atau tidak. Namun, untuk aturan sederhana, seperti jalan lebih laju di tengah dan pelan di sisi jalan, seharusnya sudah sama-sama memahami.

Makanya, banyak yang jadi kesal karena mereka ini membahayakan. Misalnya ketika mau mendahului, saya harus bergerak perlahan ke sisi tengah (kanan). Lantaran ada pengendara plat nomor AB atau K di sana, saya harus klakson. Nah, di sini terjadi keanehan lainnya.

Bukannya bergeser ke sisi kiri (sisi jalan), ketika mendengar klakson dari sisi kanan, mereka MALAH KUDU MENOLEH DULU. Apa, sih, faedahnya kamu harus noleh dulu ketika mendengar klakson di tengah jalan raya yang ditujukan untuk dirimu? Kamu pikir saya teman satu RT yang mau menyapa? Saya lagi memberi tanda supaya kamu minggir woi! Bukan lagi menjalin tali silaturahmi! Itulah kenapa pengendara plat nomor AB dan K dianggap aneh.

Keanehan lain yang saya rekam

Selama beberapa tahun saya sempat menempuh studi S1 di Malang. Sebuah rentang waktu yang cukup membuat saya lumayan fasih berbicara gaya Malang. Selama periode itu juga, saya kehilangan momen yang cukup panjang untuk merekam kebiasaan pengendara di jalanan Kota Jogja.

Dulu, mungkin sampai sekarang, banyak yang menganggap kalau warga Jogja, DIY secara umum, adalah kumpulan “orang sabar”. Kamu bisa menemukan sifat ini di semua lini kehidupan. Katanya, sih, begitu. Namun, selepas menempuh studi S1 di Malang lalu lanjut S2 di Jogja, saya menemukan perubahan yang, jujur saja, agak mengganggu dari pengendara plat nomor AB yang mirip plat K.

Jadi, 2 tahun belakangan ini, saya agak sering membatin kalau warga Jogja itu nggak kayak dulu lagi. Hal itu tercermin dari cara mereka berkendara dan merespons situasi yang terjadi di jalan raya. Salah satu buktinya adalah pengendara yang nggak sabaran ketika hendak keluar dari gang.

Wajarnya, pengendara plat nomor AB ini akan berhenti di mulut gang. Tengok kanan dan kiri, baru melaju ketika situasi sudah “aman”. Namun, banyak dari pengendara ini, terutama yang mau belok kiri, nggak berhenti. Mereka hanya memelankan kendaraan, lalu nyelonong begitu saja, padahal dari sisi kanan, ada kendaraan yang melaju.

Kebiasaan ini jelas membahayakan semua orang. Ada kalanya pengendara dari sisi kanan gang melaju di sisi jalan. Mereka nggak ngebut, paling jalan 30-40an kilometer per jam. Namun, kalau dari sisi dalam gang juga melaju, tumbukan yang terjadi ya lumayan juga bikin lecet, keseleo, patah tulang, motor rusak parah, bahkan sampai meninggal dunia.

Nggak lagi kumpulan orang sabar

Sifat tidak sabar juga terlihat ketika melihat ada pengendara atau pejalan kaki yang hendak menyeberang. Melihat pengendara atau pejalan kaki sudah menyeberang hampir setengah jalan, ada saja pengendara aneh betul. Bukannya memelankan kendaraan dan memberi kesempatan menyeberang, mereka malah memacu kendaraannya lebih laju.

Seakan-akan mereka yang menyeberang itu sebuah gerbang besar yang hendak tertutup. Kalau tertutup, kamu nggak akan bisa lewat lagi dan seekor monster seram akan memakanmu hidup-hidup. Jadi, mereka akan melaju lebih cepat, melakukan manuver ke kanan, lalu banting setir cepat ke kiri. Apa ya berhenti barang 10 detik itu akan mengurangi nyawamu?

Dua hal inilah yang membuat saya agak curiga bahwa pengendara plat nomor AB yang katanya mirip plat nomor K, sudah kehilangan sisi kesabaran. Kenapa hal itu sampai terjadi? Tentu saya tidak bisa menjawabnya di sini. Saya, dan mereka yang tertarik akan topik ini, tentu harus melakukan penelitian dulu.

Namun, satu hal yang pasti, plat nomor AB sudah layak masuk ke dalam daftar “pengendara yang meresahkan”. Bahkan sudah layak masuk sejak dulu. Akhir kata, saya hanya ingin menyampaikan bahwa hati-hatilah berkendara. Lha wong sudah hati-hati dan waspada saja masih bisa menjadi korban dari pengendara yang keluar gang sembarangan.

Iklan

Penulis: Moddie Alvianto W.

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Derita Plat Nomor B, AA, AD, H, dan K yang Dibenci Pengendara dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI. 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2023 oleh

Tags: Plat Nomor AAPlat Nomor ABPlat Nomor ADPlat Nomor BPlat Nomor JogjaPlat Nomor K
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.