Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pilpres 2019 Menjanjikan Prospek Profesi Baru Selain Pengamat Politik Dadakan

Cepi Sabre oleh Cepi Sabre
4 Mei 2018
A A
burnout kerja kantoran mojok.co

Ilustrasi Kerja Kantoran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setahun sebelum pilpres 2019, saat yang tepat untuk keluar dari zona nyaman.

Satu atau dua tahun lalu, kalau kita tanya anak-anak muda kita soal cita-citanya, kemungkinan besar mereka akan menjawab “Kepengin jadi trending topic” atau “Jadi viral.” Sekarang, kalau pertanyaan yang sama kita ajukan kepada mereka, mungkin mereka akan menjawab “Kepengin jadi top global Balmond.”

Iklan

Balmond, buat yang belum tahu, adalah salah satu tokoh di gim Mobile Legend. Ada banyak tokoh di sana, salah satunya Gatotkaca. Saya kasih tahu supaya kalian nggak terheran-heran kalau suatu hari pas lagi jalan-jalan di Indomaret terus ada anak-anak yang ngomong, “Mbak, mau beli Freya.”

Kalau ada profesi yang saya sarankan untuk tidak dicita-citakan oleh Cita Citata atau siapa saja, di peringkat teratas adalah menjadi arsitek. Dalam bahasa teman saya, profesi ini high profile, low profit. Kesannya keren, aslinya nggak ada apa-apanya walaupun sejarah pernah mencatat ada presiden Indonesia yang arsitek. Sekarang ada juga sih yang jadi walikota dan lagi nyalon gubernur. Mungkin diam-diam dia juga kepengin jadi presiden.

Di media sosial, ada orang yang membagikan meme yang membandingkan bangunan rancangan seorang arsitek dengan kamar dan meja kerjanya yang acakadut. Itu belum seberapa, kenyataan bahwa arsitek sering mendesain rumah mewah tapi nyicil KPR saja ngos-ngosan lebih menyayat hati. Kesannya kayak jomblo yang awetnya berformalin, tapi hobinya nonton bokep.

Profesi kedua yang tidak saya sarankan adalah jadi pengamat politik. Profesi ini baik, tapi sejak pilpres mempertemukan Prabowo dengan Jokowi dan pilkada antara Ahok dan Anies, profesi ini lagi kelebihan peminat.

Rasanya pilpres 2019 masih akan mempertemukan Prabowo dan Jokowi. Apakah Pak Joko akan melakukan double kill atau justru Pak 08 yang mencetak epic comeback? Apa pun itu, perkiraan saya, orang yang beralih profesi jadi pengamat politik semakin banyak.

Kalau sudah begitu, efeknya dua. Persaingan jadi berat dan bayaran semakin rendah mendekati gratis. Raihan tertinggi yang bisa dicita-citakan dari profesi ini adalah diundang Karni Ilyas di ILC-nya atau Najwa Shihab di acara apa pun yang memanggul namanya. Tapi, orang harus luar biasa cerdas atau punya akun yang di-like minimal 1 juta orang untuk bisa diundang ke sana.

Nah, kalau ada cita-cita yang paling baik untuk dicita-citakan, saya sarankan untuk bekerja di bidang bahasa. Jujur, saya masih nggak jelas juga enaknya di mana dan bidangnya apa saja. Tapi, trennya kelihatan sedang ke arah sana.

Denny JA yang kondang karena berhasil mengegolkan beberapa capres jadi presiden betulan saja melirik bidang ini. Padahal, bisa dibilang Om Denny itu Mourinho-nya pemilu, siapa saja yang didukungnya biasanya menang. Kalau kata gim Mobile Legend, win rate-nya tinggi.

Bukan cuma Om Denny. Saya perhatikan, idola kita semua, kakak seluruh warga Bantul dan sekitarnya, mantan panglima besar Jokower cabang Ostrali bertarif 250 juta, Iqbal Aji Daryono, sepulangnya dari merantau juga mulai beralih ke bidang ini. Semakin ekstrem, belakangan beliau bahkan mendaku sebagai filsuf bahasa. Mungkin biar dianggap setara sama Rocky Gerung, filsufnya kelompok 212.

Pertanyaan saya: Ada apa? Zaman saya sekolah dulu, satu-satunya orang yang hobi memberi tahu soal tanda baca, ejaan, sampai kata yang benar cuma Almarhum J.S. Badudu. Sepeninggal beliau, pengganti yang bisa sepopuler beliau cuma Ivan Lanin yang konon pipinya semulus sampul KBBI yang jarang dibuka.

Celakanya, filsuf yang ingin disaingi Mas Iqbal, Om Rocky, ternyata juga pemain bahasa. Baru-baru ini beliau melontarkan kata fiksi yang memancing perdebatan netizen. Kepala Suku Mojok yang punya legitimasi sebagai alumni Filsafat UGM sampai harus turun dari kaki gunung Merapi untuk menjelaskannya dari segi etimologi.

Lucunya, teman-teman yang dulu memperkarakan Ahok soal Al-Maidah, sekarang memilih menunggu apakah Om Rocky berani menyebut apa kitab suci yang dimaksudkannya. Beberapa yang lain menyebut, beliau kan non-muslim, berarti yang disebutnya fiksi adalah kitab suci agamanya sendirinya. Saya jadi ingat Karl Marx, anak pendeta yang bersabda bahwa agama adalah candu. Herannya, justru Ustadz Alfian Tanjung dan Amien Rais yang takut berlebihan pada komunis.

Oya, soal Pak Amien, saya punya tebak-tebakan untuk beliau. Pekerjaan apa yang dibenci Tuhan dan setan sekaligus, Pak Amien?

Nyerah? Jawabannya: nyoblos partai poros tengah.

Kembali ke Om Rocky. Mungkin merasa dibela oleh mereka yang dulu membela Ahok, Om Rocky kembali mendebatkan kata dungu dan dikeluarkan menyusul dikeluarkannya beliau dari Universitas Indonesia—selain protes beliau soal Fakultas Filsafat UI yang, celaka dua belas, dipimpin guru besar sastra. Mong-ngomong, Om Rocky kan lulusan sastra juga. Jadi bingung, ya.

Etapi, kita jadi tahu bahwa salah satu peluang bergelut di bidang bahasa adalah bisa menjadi dosen atau ketua departemen fakultas filsafat.

Iklan

“Dungu”, balik lagi ke Om Rocky, kata beliau adalah “koherensi antara dua premis yang tidak memiliki kesimpulan.” Jelimet, khas filsuf. Padahal kalau kita mengikuti Kak Ivan yang tegak lurus dengan KBBI, dungu itu artinya ‘sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh’. Sesederhana itu dan Om Rocky sudah benar ketika keberatan saat setiap kata di cuitannya diminta untuk dikasih penjelasan.

Yang lebih rumit sekarang adalah dikeluarkan. Kata Om Rocky, beliau tidak bisa dikeluarkan karena dulu beliau tidak melamar, tapi diminta mengajar oleh UI. Keluar, setahu saya, bentuknya memang ada dua. Kalau yang dimaksud antonim masuk, maka ke-nya disambung, jadi “keluar”. Kalau yang dimaksud antonim ke dalam, maka dipisah jadi ke luar. Dikeluarkan jadi rumit karena tidak jelas apakah maksudnya ‘tidak diajak masuk’ atau ‘tidak diajak ke dalam’.

Saya berhenti sampai di sini karena ada aspek bahasa yang ternyata hanya bisa diselesaikan oleh para filsuf. Di titik ini, saya kembalikan persoalannya kepada Mas Iqbal yang sudah filsuf tadi.

Harapan saya, Mas Iqbal sekalian bisa menyelesaikan persoalan besar 7 tahun lalu ketika seorang penyanyi kenamaan Ibu Kota yang diam-diam bercita-cita jadi kameramen membuat leher nyaris semua laki-laki Indonesia tengeng ketika ia bertanya kepada pasangannya,

“Mau dikeluarin di luar apa dikeluarin di dalam?”

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2018 oleh

Tags: bahasacita-citafilsfuIqbal Aji Daryonoivan laninlowongan pekerjaanPilpres 2019profesi barurocky gerung
Cepi Sabre

Cepi Sabre

Artikel Terkait

Ancaman "Indomi" bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma MOJOK.CO

Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma

4 Mei 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
universitas brawijaya mojok.co malang

Universitas Brawijaya, Universitas Malang tapi Rasa Jakarta

20 Februari 2025
Gaji Jogja rendah. MOJOK.CO

Kerja di DIY dengan Gaji Rp3 Juta adalah Keistimewaan, Sulit Ditemui di Jogja yang Konon Istimewa

14 Februari 2025
kaum ngapak di kemang jakarta selatan.MOJOK.CO

Orang Ngapak Melawan Rasisnya Warga Jakarta: ‘Bukan Dielek Ndeso, Aneh, Keras, Apalagi Bahasa Alien’

17 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.