Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Mojok Person of the Year 2014

Arlian Buana oleh Arlian Buana
29 Desember 2014
A A
mojok person of the year

mojok person of the year

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengantar redaksi: daftar ini tidak butuh pengantar.

5. Arman Dhani

Ia tokoh paling mojok 2013, ketika mojok dot co masih dalam rahim ibu pertiwi. Ia berhasil meraih segala yang diimpikan anak muda seusianya di 2013, kecuali cinta.

Pamornya sebagai Mojok Person sama sekali tidak menurun di 2014. Ia justru semakin menunjukan peningkatan-peningkatan keren yang sukar dilampaui sebayanya. Menulis di berbagai media dan selalu berhasil menjangkau jumlah pembaca yang bikin gigit jari penulis-penulis lain. Tulisannya bisa sangat serius dengan setiap paragraf diisi kutipan, bisa juga sangat selengekan dengan curhat colongan di sana-sini.

Iklan

Salah satu peristiwa paling penting di tahun 2014, yang menggemparkan dunia pertwitteran, berkaitan langsung dengan Arman Dhani. Karena tulisannya, ia berhasil menaikkan jumlah followernya secara signifikan membuat seorang selebtwat tutup akun sementara.

Intensitas twitnya pun semakin mengagumkan. Ia seperti Tuhan di twitter, selalu ada di semua isu penting, di semua jam. Ia bisa berteriak-teriak membela mereka yang lemah sambil mbiribik dedek-dedek gemesh followernya. Dan jangan salah, jika Anda sering menemukan “mb” dan “mz” di linimasa, berterimakasihlah kepadanya, ia salah satu tokoh kunci yang membuat mz dan mb jadi arus utama.

Setiap hari, ia bisa bikin sensasi: twitwar dengan tokoh-tokoh penting yang gilang-gemilang dimenangkannya, membuat terkenal akun-akun entah-berantah dalam sekejap. Semua itu dilakukannya dengan tulus-ikhlas demi kemanusiaan dan peradaban kita, tanpa mengharap tanda jasa.

Dalamnya lautan bisa diukur, jasa-jasa @arman_dhani tak terhingga.

4. Iqbal Aji Daryono

Di sebuah pagi yang super dingin, saya dibangunkan oleh sebuah panggilan dari nomor asing. Segera saya keluar kamar untuk mencari lebih banyak sinyal, baru kemudian menerima panggilan itu.

Dari seberang sana, tanpa basa-basi, tanpa memperkenalkan diri, si pemilik suara langsung bicara mengenai tulisan yang akan tayang di mojok.co. Nada bicaranya mengingatkan saya pada Amien Rais. Pelan, tenang, terukur, dan langsung ke pokok persoalan. Setelah beberapa saat, saya baru sadar ternyata itu Mas Iqbal.

“Wah.. apa nggak mahal nelepon dari Ostrali, Mas?” tanya saya.

“Sante wae. Kalo kamu cewek, malah tak telepon tiap hari,” jawabnya disusul tawa.

Saya berkenalan dengannya di facebook. Pertama kali membaca dindingnya, saya membatin: “Cerewet sekali orang ini.”

Justru di situlah kelebihannya. Ketika Dhani sibuk membangun basis massa di twitter, Mas Iqbal telah menghimpun ribuan mamah-mamah muda di facebook. Dibanding ibu-ibu, apalah artinya dedek-dedek gemesh untuk gerakan politik? Ibu-ibu bersatu, kita semua tahu, mustahil dikalahkan. Ditambah lagi, sebagai media sosial, facebook terus berbenah dalam senyap ketika banyak orang sedang bereuforia dengan twitter. Mark Zuckerberg memang asu. Mas Iqbal jelas  selangkah lebih maju dari Dhani.

Mas Iqbal bicara apa saja di facebooknya. Rajin melontarkan pikiran-pikiran nakalnya, ringan jempol, tak segan berdebat dan murah komentar. Sebagai pembela kretek di tengah gempuran kampanye anti-rokok, tak urung dinding facebooknya menjelma panggung perkelahian. Jika Arman Dhani adalah keonaran di twitter, maka Iqbal Aji Daryono adalah kehebohan di facebook.

Jangan heran bila hampir semua statusnya lebih dari seribu kata. Ia adalah Imam Besar Gerakan Status Facebook Sebagai Pengganti Platform Blog.

3. Susi Pudjiastuti

Jika saja Jokowi menang pilpres di awal 2014 dan pengumuman kabinetnya jatuh di bulan Februari, tentu Susi Pudjiastuti akan menjadi orang paling mojok tahun ini. Sayang momen itu datang terlambat.

Tapi, hey, lihatlah, dengan waktu yang relatif pendek, Menteri Susi berhasil menancapkan kuku-kuku pengaruhnya di berbagai media. Berawal dari penampilan eksentriknya saat pelantikan, dilanjutkan kontroversi rokok, gaya kepemimpinannya yang rock n roll, dan yang terakhir peledakan kapal-kapal asing, Susi tak ayal menggulung media darling lain.

Iklan

Ke depan, segala tingkah dan apa-apa yang ke luar dari mulutnya akan semakin banyak ditunggu orang. Paling tidak karena ia menghibur. Misalnya, ketika ia mencetak meme dirinya dengan latar kapal meledak untuk dipajang di halaman kantor kementerian yang ia pimpin. Itu terobosan luar bisa, meski norak.

Semua orang “mencintai” Susi Pudjiatuti.

2. Jonru Ginting

Telah lama ia malang-melintang di internet. Ribuan orang berlangganan Tips Mencari Uang dengan Menulisdarinya, sejak ia mengelola penulislepas.com. Tapi baru di 2014 ia benar-benar mendapatkan momentum untuk menjadi buah bibir seluruh netizen Indonesia.

Semua bermula dari pilpres 2014. Jonru adalah salah satu perwira terbaik di pihak Prabowo Subianto. Dengan gagah berani ia menantang tokoh sekuat Quraish Shihab yang memimpin doa di Panggung Salam 2 Jari. Ia menyebut Quraish sebagai orang Syiah. Tak perlu perlengkapan perang memadai seperti data-data yang kuat, modalnya cuma nekat. Hasilnya, dengan senang hati para pembela Quraish menjadikan Jonru bulan-bulanan.

Tapi bukan Jonru namanya kalau langsung keok dan berhenti berkokok. Layaknya pejantan tangguh lainnya, kokoknya semakin nyaring setiap pagi.

Setelah panglima besarnya kalah perang, jenderal musuhnya menang dan menjadi raja, Jonru tanpa segan menjadikan raja baru sebagai sasaran tembak. Daftar berondongan pelurunya sangat panjang, mustahil merangkumnya dengan singkat, dan kesemuanya tidak jarang adalah serangan asal-asalan, tanpa landasan yang matang, dan mempersetankan akurasi, sehingga musuh-musuhnya dengan sangat mudah menangkis atau mematahkan.

Sekali lagi bukan Jonru namanya kalau tidak bisa melihat peluang di balik kegagalan. Benar bahwa ia gagal menggulingkan musuh utamanya. Tapi dari upaya penggulingan itu, ia berhasil meraup keterkenalan tiada banding, popularitas fanpage yang kemudian ia manfaatkan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya, untuk jualan cat dan sprei.

Monetisasi adalah kunci.

1. Agus Mulyadi

Manusia terbaik yang lahir dari warung internet di era internet.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Agus MulyadiJonruSusi Pudjiastuti
Arlian Buana

Arlian Buana

Artikel Terkait

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Mempertanyakan ‘Marriage is Scary’ Bersama Lya Fahmi dan Agus Mulyadi di Festival Mojok 2024

Mempertanyakan ‘Marriage is Scary’ Bersama Lya Fahmi dan Agus Mulyadi di Festival Mojok 2024

26 Oktober 2024
Katharina Stögmüller Belajar Sirkus Pernikahan dari Agus Mulyadi

Katharina Stögmüller Belajar Seni Memahami Kekasih dan Sirkus Pernikahan dari Agus Mulyadi

3 September 2024

Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

18 Oktober 2023
Dokter gadungan Susanto

Dokter Gadungan Susanto Tak Lulus SMA Karena Palsukan Rapor

21 September 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.