Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Misteri Hilangnya Akun Instagram Edhy Prabowo dan Juliari Batubara

Alexander Arie oleh Alexander Arie
8 Desember 2020
A A
Misteri Hilangnya Akun Instagram Edhy Prabowo dan Juliari Batubara

Misteri Hilangnya Akun Instagram Edhy Prabowo dan Juliari Batubara

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Begitu keciduk KPK, Juliari Batubara dan Edhy Prabowo lenyap dari Instagram. Untuk urusan cyber begini, netizen kita emang tiada lawan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeliat. Sesudah cukup lama tidak muncul dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT), pada akhir 2020 ini KPK menggebrak dengan tangkapan kelas tinggi dan tidak main-main: dua menteri dari dua elite partai dalam dua pekan.

Iklan

Bukan apa-apa, dengan segala kondisi yang terjadi, sepinya OTT oleh KPK sempat mengundang pertanyaan. Terlebih, OTT kelas tinggi terakhir yang dilakukan oleh KPK adalah Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) di awal tahun. Itu pun disebut telah didalami sejak masa kepemimpinan KPK sebelumnya.

Sebagai orang yang pernah menitip KTP di resepsionis KPK, saya cukup tahu bahwa kerja di KPK itu luar biasa nggak ingat waktu. Jadi, semoga sesudah ini kita bisa menyaksikan lebih banyak lagi karya-karya lain KPK.

Tentu saja termasuk pencegahan, sebab salah satu elemen penting dari revisi UU KPK yang heboh tahun lalu sebenarnya malah poin ini.

Ingat, pada UU sebelumnya, tindakan pencegahan tindak pidana korupsi itu ada pada Pasal 6 huruf d. Nah, di UU—dengan nomor kayak flash sale—19/19, tindakan pencegahan naik ke Pasal 6 huruf a.

Dalam pandangan awam, hal ini menandakan bahwa pengutamaan pencegahan menjadi roh dari UU baru ini.

Dua nama menteri yang jadi tanggungan KPK hari-hari ini bukan nama sembarangan. Keduanya orang penting di partai besar. Mereka juga mantan anggota DPR periode lalu, yang berarti turut berperan dalam pengesahan revisi UU KPK.

Lebih keren lagi, keduanya sesungguhnya adalah menteri-menteri yang aktif di media sosial.

Kalau nggak percaya, silakan tengok akun Instagram @kkpgoid dan @kemensosri. Sebagaimana seharusnya akun media sosial pemerintah bekerja, maka membuat postingan yang engage dengan para menteri tentu perlu untuk dilakukan.

Jadi sangat wajar ketika kemudian pada caption ada mention akun resmi para menteri tersebut, dalam hal ini @edhy.prabowo dan @juliaribatubara.

Pemanfaatan media sosial untuk pemerintahan boleh dibilang naik daun ketika Barack Obama terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Kita tahu, saat itu Obama yang pada mulanya tampak tidak bakal menang justru naik daun dengan bantuan media sosial.

Ketika Obama masuk gedung putih, pemanfaatan media sosial juga dilakukan pada jalannya administrasi publik. Sejumlah pakar bahkan menyebut pemanfaatan media sosial oleh pemerintah itu sebagai Government 2.0.

Pemanfaatan media sosial oleh pemerintah maupun lebih spesifik pada pejabatnya adalah bentuk baru penerapan e-Government khususnya pada bagian Citizen-to-Government (C2G).

Paling gampang ya lihat akun Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, ketika sebagian komentar di-reply oleh Gubernur Jawa Barat tersebut dan terutama pada komentar yang bukan bercanda maka bisa disebut suatu masukan masyarakat diterima oleh pejabat.

Nah, uniknya, ketika kedua menteri ini tercyduk KPK, dalam hitungan sangat cepat akun media sosial keduanya lenyap.

Kalau dicari, masuknya user not found. Khusus Juliari Batubara, akun istrinya @gracebatubaraoffc juga ikutan lenyap. Hal ini berbeda dengan akun centang biru istri Edhy Prabowo yang sampai tulisan ini diketik masih eksis dan bahkan juga tidak membatasi kolom komentar sekalipun.

Hilangnya akun kedua tokoh ini ditandai oleh netizen. Salah satu netizen berkomentar pada unggahan lama @kkpgoid tertanggal 22 Oktober, “Kenapa menteri yang kena korupsi akunnya langsung pada hilang?”

Iklan

Instagram sendiri memang menyediakan fitur untuk mendeaktivasi akun secara sementara. Bagi orang-orang yang merasa Instagram sudah terlalu toksik, tapi kemudian secara profesional harus membuka Instagram karena mengelola beberapa akun lain, deaktivasi adalah kunci.

Jadi ya biasa saja. Kalau sudah tenang, tinggal login lagi dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Lagipula, perilaku netizen Instagram di Indonesia itu luar biasa. Komentarnya kejam-kejam dan cenderung nggak ada akhlak. Saking kejamnya, pemain muda timnas U-19 Indonesia, Yudha Febrian, sampai harus menghapus (atau mungkin meng-archive) seluruh post yang dia miliki.

Padahal, dia punya lebih dari 240 ribu pengikut yang tentu sangat gurih untuk dimonetisasi. Penyebabnya tentu saja perundungan siber karena sang pemain muda ketahuan dugem. Soal kejamnya komentar netizen +62 tentu kita harus mengingat pula caci maki yang diterima Han So Hee di Instagram hanya gara-gara peran pelakor.

Iya, peran doang, bukan pelakor beneran.

Walau demikian, jangan lupakan juga militansi netizen Indonesia sebab seorang pemain junior seperti Elkan Baggott saja jadi bisa punya pengikut 129 ribu lebih. Jumlah itu lebih besar dibandingkan pengikut klubnya sendiri, Ipswich Town, serta berlipat-lipat dibandingkan pengikut klub lain yang selevel. Wimbledon tidak sampai 30 ribu, Bristol Rovers juga demikian, Rochdale AFC malah hanya 20 ribuan.

Salah satu yang mendorong aktifnya netizen +62 di Instagram adalah kebebasan berkomentar atau malah melakukan perundungan dalam posisi akun privat. Hal ini berbeda dengan Twitter yang kalau kita mem-privat akun, maka apapun yang kita tulis di lapak orang yang tidak follow kita tidak akan terbaca.

Sementara di Instagram, komentar akun gembokan juga tetap bisa dibaca dan dikomentari, namun akunnya tidak bisa dikunjungi balik.

Kalau Facebook? Nggak usah diharap. Palingan yang muncul “Paling relevan dipilih, sehingga beberapa komentar mungkin sudah difilter”.

Jadi, persoalan hilangnya akun para menteri yang tercyduk KPK tidak perlu menjadi polemik. Hal itu justru menjadi wujud bahwa para pejabat kita sudah memiliki literasi digital yang baik bahkan sampai pada elemen security.

Netizen budiman tidak usah pula mencari-cari akun lain untuk bisa menumpahkan hasrat merundung karena di negeri ini masih ada UU ITE.

Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah menjalani hidup, bekerja sebagaimana mestinya, menghidupi setiap uang 10 ribu per paket yang diterima, serta jangan lupa berangkat nyoblos untuk pilkada serentak sambil mengucapkan kalimat mutiara 2020:

“…dENGan tETap mEMperHAtiKAn pRoTOKoL KeSEhaTAn.”

Yup. Mantap.

Rakyat disuruh taat protokol kesehatan, pejabat taat protokol persekongkolan.

BACA JUGA 3 Kadernya Terciduk KPK 10 Hari Terakhir, PDIP Berjanji Akan Benahi Sistem Pencegahan Korupsi dan tulisan Alexander Arie lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2020 oleh

Tags: edhy prabowoInstagramjuliari batubarakorupsiKPK
Alexander Arie

Alexander Arie

Universitas Indonesia. Tinggal di Jakarta. Asli Bukittinggi.

Artikel Terkait

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.