Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Melunturkan Stigma Negatif Janda Melalui Komunitas Single Moms Indonesia

Bila kamu seorang single mom, sekarang nggak perlu merasa insecure lagi ya! Dengan bergabung bersama komunitas ini, kamu bisa menemukan banyak manfaat.

Muhamad Irfan Kusbiantoro oleh Muhamad Irfan Kusbiantoro
16 November 2022
A A
Melunturkan Stigma Negatif Janda Melalui Komunitas Single Mom Indonesia MOJOK.CO

Ilustrasi single mom atau janda yang mendapat stigma negatif. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Stigma negatif masih melekat dengan erat kepada status janda atau single moms. Sampai kapan stigma itu akan bertahan?

“Kapan ibu tunggal siap kencan lagi?” 

Tema tersebut cukup tabu untuk dibicarakan, bukan? Namun, di sinilah menariknya komunitas ini, yaitu menjadi wadah atau tempat bagi para ibu tunggal untuk melawan banyak stigma negatif yang padahal seorang single mom berhak bahagia dijalannya.

Terciptanya keluarga yang utuh dan harmonis selalu menjadi dambaan setiap manusia. Sayangnya, bayang-bayang tersebut seketika akan hancur jika manusia di dalamnya sudah tidak bisa mengatasi permasalahan yang ada. Mengombang-ambing manusia untuk mengambil keputusan yang berat.

Sosok tangguh bernama Mia Amalia

Mia Amalia, rumah tangganya telah berakhir dengan perceraian pada 2008 setelah mengalami pasang dan surut perjalanan hubungan dengan mantan suaminya. Diakui, menyandang status janda memang sangat sulit. Mia menyadari pandangan orang di sekitarnya tentang stigma single mom di negeri ini. Desas-desus pedas dan cap negatif dari para tetangga sebagai janda, perempuan sekaligus ibu yang gagal, tak luput dari pendengaran Mia.

Menebalkan telinga dan setia ditemani oleh sang ibu serta anak-anaknya, menjadi satu-satunya kekuatan bagi Mia untuk tetap tegar menghadapi omongan negatif dari orang lain. Menjalankan dua peran penting sebagai ibu sekaligus ayah dijalaninya dengan berbagai pengorbanan. Fitrah alami seorang ibu adalah sebagai pendidik dan pembangun pondasi pertama bagi anak-anaknya, sekaligus menjadi seorang wanita karier dan ayah agar bisa menghidupi keluarganya. Usaha itulah yang dilakukan oleh Mia.

Menjalani ragam pengalaman manis dan pahitnya kehidupan, menjadikan Mia semakin kuat. Semangat yang tak lekang oleh sindiran tetangga itu, tak disangka membuat Mia melahirkan karya yang luar biasa dampaknya. Karya ini menjadi inspirasi banyak orang. Semakin banyak single mom di luar sana bisa menemukan suntikan semangat lewat penuturan Mia.

Selain buku dari Mia Amalia, single mom juga menemukan sebuah wadah terbaik bernama Single Moms Indonesia (SMI) yang didirikan oleh Maureen Hitipeuw. SMI sendiri didirikan pada September 2014. Maureen mendirikan komunitas ini secara independen dan pada 2021 secara resmi sudah memiliki badan hukum non-profit di Kemenkumham dengan nama “Yayasan Ibu Tunggal Indonesia”. Dua “karya” ini, buku dan komunitas, mampu memberikan energi positif yang dibutuhkan untuk memetahkan stigma negatif janda.

Menyuarakan perubahan lewat buku

Diawali dengan peluncuran buku yang mengisahkan empat ibu tangguh. Mia berjibaku dengan kehidupan sebagai seorang single mom yang berusaha membuang stigma negatif dari lingkungan disekitarnya. Jika masyarakat Indonesia memandang sebelah mata pada status janda, lewat buku ini, Mia dan teman-temannya ingin mengubah stigma negatif tersebut. Justru menjadi sendiri bukan berarti tak bisa mandiri. Belajar untuk mampu berusaha berdiri tegak dengan dua kaki sendiri. Tak lupa, menjadi lebih mensyukuri bagi yang masih bersuami.

Peluncuran buku ini seakan menjadi anugerah bagi Mia dan teman-temannya. Hal-hal positif lainnya terus bermunculan. Tentu dengan respons positif yang terus membanjiri dari para ibu dengan pengalaman serupa. Banyak ibu yang turut mengulas buku tersebut di laman mommiesdaily.com. Mereka yang merespons menjadi saling terikat satu sama lain karena senasib dan sepenanggungan.

Beberapa waktu setelah peluncuran buku, mulailah terbentuk sebuah komunitas single mom bernamakan Single Moms Indonesia (SMI). Bertujuan sebagai wadah persaudaraan para janda, dan saling mendukung satu sama lain dengan pikulan beban yang mungkin saja berbeda.

Sudah seperti saudara

Kini, tercatat lebih dari 4.700 anggota yang bergabung dalam komunitas tersebut. Jangan salah, mereka bukan seperti komunitas biasa, loh! Sebagaimana tujuannya, mereka para single mom ini menganggap seperti saudara sendiri. Mengusung tagline “Single Moms Indonesia Sisterhood” saja sudah mencerminkan ikatan saudara tadi, kan? Udah kerasa banget vibes-nya yang asik. Gimana? Mau gabung?

“Komunitas yang menjadi rumah aman, nyaman dan keluarga hangat bagi para ibu tunggal. Positive vibes antar anggota sangat terasa. Kebersamaan yang terjalin memberi semangat dan inspirasi untuk terus optimis menjalani hidup dengan berdaya,” tulis Sun Asih, salah satu relawan SMI yang memberi kesan komunitas ini di laman yang sama, singlemomsindonesia.org.

Bukan sekadar perkumpulan ibu-ibu rumpi seperti yang biasa kita jumpai ketika belanja pagi hari atau arisan, semua anggota diajak untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan diri masing-masing dalam berbagai hal yang positif. Termasuk untuk mencari usaha sampingan demi bisa memenuhi kebutuhan keluarga. 

Iklan

Melawan stigma

Menghadirkan guest star profesional dalam bidangnya, SMI aktif mengadakan acara baik online maupun offline. Bahkan, saya menemukan sebuah webinar yang membahas topik: “Kapan Ibu Tunggal Siap Kencan Lagi?” Cukup tabu dibicarakan bukan?” Namun, di sinilah menariknya, komunitas ini menjadi wadah atau tempat bagi para ibu tunggal untuk melawan banyak stigma negatif, padahal seorang single mom pun berhak bahagia dijalannya.

Komunitas yang sudah berjalan selama lima tahun ini bermula dari private group di Facebook, yang membuat anggotanya bisa nyaman bercerita tanpa dihakimi oleh mereka yang tidak mengalami. Kini, SMI sudah memiliki website resmi. Tersedia banyak artikel di dalamnya yang tentu sangat bermanfaat, khususnya bagi single mom. Fasilitas WhatsApp Group juga disediakan dari berbagai daerah, agar saling terhubung aktif dengan para anggota dan menjadi support system bagi para janda.

Bila kamu seorang single mom, sekarang nggak perlu merasa insecure lagi ya! Dengan bergabung bersama komunitas ini, kamu bisa menemukan banyak manfaat. Mulai dari berbagi keluh kesah, mendapat pengalaman menarik, mengembangkan potensi diri, sampai ketemu para influencer dari berbagai bidang. 

Daripada terus menundukkan kepala karena omongan tetangga yang bikin panas kupingmu, lebih baik atur lingkunganmu dengan kegiatan yang banyak mengandung hal positifnya gini. Caranya gampang banget, langsung meluncur ke website singlemomsindonesia.org untuk melakukan registrasi, lalu menyertakan penyebab menjadi single mom versi kalian masing-masing. Jadi buat kalian kucing garong nggak bisa tuh jadi penyusup di antara para janda ini untuk mendengarkan cerita mereka, atau mau godain mereka.

Salut bukan sama ibu-ibu tangguh seperti mereka? Mampu bangkit dari keadaan seperti itu saja dibayangkannya sudah sulit, apalagi kalau nggak ada dukungan orang terdekat.

Jangan pernah merasa sendirian

Lewat baca buku dan gabung komunitas ini, kalian para single mom nggak usah merasa terpuruk sendiri, tapi terpuruk bersama kemudian bangkit bersama. Selain itu, banyak juga yang bisa kita pelajari dari sosok Mia dan para single mom dari perjuangan mereka. 

Keteguhan, hingga saling menghargai, serta meng-upgrade diri. Mereka berhasil menginspirasi banyak janda di luar sana. Semoga saja semakin banyak orang yang membuka mata bahwa kita sesama manusia berhak bahagia. Baik aku, kamu, atau mereka.

Komunitas Single Moms. Bersama, dengan bahagia, mendobrak stigma.
Komunitas Single Moms. Bersama, dengan bahagia, mendobrak stigma.

BACA JUGA Life as Divorcee, Bacaan Wajib Bagi Orang-orang yang Hendak Menikah dan kisah menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Muhamad Irfan Kusbiantoro

Editor: Yamadipati Seno

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2022 oleh

Tags: ibu tunggaljandakomunitas Single Mom Indonesiasingle momstigma janda
Muhamad Irfan Kusbiantoro

Muhamad Irfan Kusbiantoro

Mahasiswa Sastra Arab di Tulungagung. Mencintai dunia broadcasting.

Artikel Terkait

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten MOJOK.CO
Urban

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten

25 Mei 2026
Tantangan dan Transformasi Menjadi Seorang Janda. MOJOK.CO
Kilas

Saya Memberanikan Diri Mengatakan: Saya Seorang Janda

13 Agustus 2023
single mom mojok.co
Uneg-uneg

Single Mom dan Pertanyaan Soal Urusan Ranjang

27 November 2022
Mentoring Poligami untuk Para Istri MOJOK.CO
Esai

Mentoring Poligami untuk Para Istri

6 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.