Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Komentar Johnny G. Plate di Mata Najwa Adalah Bukti Bahwa Dirinya Bang Jago Sejati

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
15 Oktober 2020
A A
johnny g. plate
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bapak Johnny G. Plate adalah idola baru saja. Ia punya banyak hal yang menjadikannya layak untuk saya idolakan. 

Setelah menonton penampilan memukaunya di Mata Najwa dengan perasaan deg deg ser, tadi malam saya resmi memutuskan untuk menjadi fans Johnny G. Plate, Menkominfo kita itu.

Iklan

Langkah pertama yang saya lakukan sebagai implementasi pengidolaan saya tentu saja adalah mencari akun media sosial beliau. Ini semata demi kepentingan stalking sekaligus untuk menyelami lebih dalam pemikiran-pemikira baliau yang genuine itu. Karena beliau adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, maka tak berlebihan kalau saya menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap akun-akun media sosial miliknya. Yah, minimal, ia punya feed instagram yang rapi, artsy, dan estetis, minimal ada postingan ala-ala grid yang sembilan postingan tapi gambarnya nyambung jadi satu itu.

Pada kenyataannya, ekspektasi tinggallah ekspektasi. Bapak Johnny G. Plate ternyata bukan tipikal orang yang suka bermain media sosial. Ia tak punya Instagram, Facebook, Youtube, apalagi Tiktok. Satu-satunya kanal media sosial yang ia punya hanyalah Twitter. Itu pun baru dibikin pada Oktober 2019 lalu, alias bulan yang sama saat dirinya dilantik menjadi menteri.

Di akun Twitternya ini pun, Pak Johnny ternyata sangat tidak aktif. Cuitannya sangat minim. Saya lihat, akun Twitternya hanya berisi 81 twit. Tentu saja itu jumlah yang sangat kecil, apalagi untuk seorang menteri yang memang dituntut untuk selalu aktif membangun interaksi dengan orang-orang. Bayangkan, hanya 81 twit. Nomor punggung Markus Horison saat di PPSM Magelang saja 82, lho.

Kendati begitu, saya harus maklum. Sebagai fans baru, saya harus berbaik sangka pada beliau. Alih-alih memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk mengampanyekan agenda-agenda pemerintah, membangun citra diri, atau sekadar bersilaturahmi dengan rakyat jelata, Pak Menteri idola saya ini agaknya lebih senang terjun langsung. Sangat mencerminkan jiwa yang komunikatif dan informatif.

Pak Johnny G. Plate, yang pengucapan ‘Plate’-nya sering diperdebatkan antara dibaca sebagai ‘Plate’ atau ‘Plate’ itu, pastilah sadar betul, bahwa komunikasi secara langsung, bakal lebih punya kesan yang mendalam, utamanya bagi warga di wilayah-wilayah tertinggal dan terluar yang belum dicolek oleh tower seluler.

Di masa awal jabatannya, setidaknya sampai 100 hari kerja, Beliau masih tampak punya niat pamer aktivitas harian. Setiap ada agenda penting pasti langsung ngetwit, ditambah titi mangsa manual pula, seolah ingin mengejek Jack Dorsey bahwa fitur keterangan waktu di Twitter itu nggak guna sama sekali.

Sebagai fans garis othak-athik gathuk, saya meyakini bahwa jumlah twit yang 81 itu sebetulnya bukan tanpa maksud, di sana saling berkelindan simbol dan sasmita. Dalam kitab suci Alquran, surat ke-81 adalah At-takwir, alias ‘menggulung’. Ini sangat cocok dengan karakter Pak Menteri yang hobi melipat dan menyederhanakan kesimpulan, juga piawai menggulung argumen lawan—terlebih mereka yang tak sepaham dengan pemerintah.

Dalam episode Mata Najwa berjudul “Cipta Kerja: Mana Fakta Mana Dusta” itu, Pak Johnny, dengan nada yang begitu menggebu-gebu dan tampak emosional selayaknya mahasiswa anyar yang baru dua hari hafal lagu Darah Juang, langsung membungkam seluruh pemirsa dan memungkasi tema acara dengan satu kalimat cerdik; “Karena memang itu hoaks. Kalau pemerintah sudah bilang hoaks, ya dia hoaks. Kenapa harus membantah lagi?”

Jujur saja, selain punya rencana mencetak quote tersebut di atas lembaran kaos, di mata saya, jawaban itu memiliki kadar kengerian yang hanya satu tingkat di bawah video legendaris Pak Harto ketika menginterogasi bocah SD, “kenapa kamu tanya begitu? Siapa yang suruh, siapa?”

Ucapan Pak Johnny menunjukkan kepada kita betapa ia memang jagoan jempolan. Itu juga menjadi indikasi bahwa pemerintah memegang kendali penuh terhadap segala kebenaran. Ketimbang condong ke arah kediktatoran, negara ini makin ke sini justru makin tampak condong ke arah kecenayangan.

Lha gimana, pemerintah bahkan bisa langsung memberikan cap hoaks atau disinformasi atas satu hal sejak jauh-jauh hari. Bahkan sebelum kebenaran atas hal tersebut terbukti.

Saat ditanya, rujukan mana yang digunakan untuk menentukan hoaks, Pak Johnny tidak menjawab secara gamblang. Ia malah mengajak kita berdarmawisata pada akumulasi jumlah hoaks yang mereka temukan, platform mana saja yang menjadi sebaran terbesar, dan lain sebangsanya.

Dari tayangan tersebut, saya berani mengambil kesimpulan bahwa beliau adalah tipikal orang yang terampil dan konsisten. Terampil dalam urusan kasih jawaban yang tak relevan, dan konsisten soal kengototannya.

Sebagai penggemar kemarin sore, seandainya saya diberikan kesempatan untuk berjumpa Pak Johnny, ingin betul rasanya saya membisiki telinganya, “Siaaaap, Bang Jago!” dengan nada yang mesra tiap kali beliau ngomong.

BACA JUGA Komentar Terkini Johnny G. Plate Makin Meyakinkan bahwa Dia Nggak Paham Konsep Netflix dan tulisan Muhammad Nanda Fauzan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2020 oleh

Tags: johnny g plateMata Najwamenkominfo
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

18 Oktober 2023
budi arie setiadi mojok.co

Mengenal Budi Arie, Relawan Jokowi yang Diangkat Jadi Menkominfo Baru

17 Juli 2023
Aldi Taher Adalah Wajah Politik Indonesia! Bangga!

Aldi Taher Adalah Wajah Politik Indonesia! Bangga!

24 Mei 2023
johnny g plate mojok.co

Harta Menkominfo Johnny G Plate yang jadi Tersangka Kasus BTS

19 Mei 2023
Bjorka Cap Celeng: Bermain-main dengan “Hantu” Madiun MOJOK.CO

Bjorka Sukses Telanjangi Kebobrokan Sistem Siber Indonesia dan Kita Semua Menikmatinya

12 September 2022
Keunggulan Metaverse Indonesia yang Penuh dengan Nilai Luhur Bangsa

Keunggulan Metaverse Indonesia yang Disebut Penuh dengan Kearifan Lokal

16 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.