Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

5 Hal Sepele yang Membuat Liverpool Kalah

Puthut EA oleh Puthut EA
27 Mei 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Ada banyak alasan mengapa Liverpool kalah di final Liga Champions ketika melawan Real Madrid. Di luar soal teknis, setidaknya ada lima unsur yang perlu pembaca ketahui.

Liverpool kalah. Hal ini sebetulnya sudah bisa ditebak jauh hari karena di berbagai pemberitaan dan media sosial, wakil dari klub Inggris ini bakal menang. Biasanya pula, kenyataan di atas lapangan hijau selalu mengkhianati kemenangan di layar ponsel.

Tentu saja akan ada banyak analisis dari para pandit soal kekalahan Liverpool ini. Saya cukup menyigi dari sisi yang sepele saja.

1. Di alam bawah sadar para pemain Liverpool, mereka sesungguhnya tahu bahwa kasta klub ini tidak di Liga Champions. Hal itu terlihat begitu Mohamed Salah keluar lapangan karena cedera, permainan menjadi berbalik. Padahal tanpa Mohamed Salah, sebetulnya Liverpool tetap bisa bermain bagus. Gol balasan Sadio Mane membuktikan hal itu.

2. Laga final Liga Champions ini bisa membuat para pemain demam lapangan hijau. Kalau mental mereka tidak kuat, satu dua kekeliruan kecil saja bisa mengandaskan harapan atas kemenangan. Loris Karius contohnya. Dua kali dia melakukan kekeliruan yang tidak perlu, dan dua kali pula gawang yang dijaganya jebol.

3. Pertandingan ini adalah pertaruhan lain bagi Zinedine Zidane. Setidaknya dia membuktikan bahwa dirinya lebih berprestasi dibanding Pep Guardiola. Setiap kesebelasan, pemain, dan pelatih punya roda prestasi masing-masing. Pep adalah pemilik masa lalu tapi Zidane punya masa depan. Tapi bukan berarti masa depan Zidane akan terus bersama Real Madrid.

4. Doa fans Manchester United (MU) lebih mujarab dibanding fans Barcelona. Kok bisa? Begini… Pertandingan ini memang Liverpool melawan Real Madrid. Tapi sesungguhnya yang bertarung harapan dan doa adalah fans MU vs fans Barca. Fans MU tak ingin Liverpool menang, dan fans Barca tak ingin Madrid menang. Kebetulan pula saya menonton bersama dengan Agus Mulyadi (fans MU), dan Fawaz (fans Barcelona). Mereka beradu doa malam ini. Sebentar-sebentar ada pekik takbir dan ucapan hamdalah dari mulut keduanya. Kemudian terbukti doa fans MU yang dikabulkan Tuhan.

5. Dan ada doa yang diam-diam dilangitkan. Ya, doa fans Arsenal. Mereka tampaknya juga tidak ingin Liverpool yang menang. Kebetulan saya menonton juga dengan Yamadipati Seno. Dia memang tidak seekspresif Agus atau Fawaz. Tapi jelas dari mukanya tergambar bahwa kasta Liverpool tak boleh berbeda dengan kasta Arsenal. Kasta kesebelasan alaming lelembut, alias malam Jumat, alias Liga Eropa.

Jadi buat fans The Reds, sebetulnya mereka tetap harus bersyukur. Mencapai final Liga Champions sudah pencapaian yang baik buat Liverpool. Tidak baik punya harapan berlebihan. Selanjutnya, mereka bisa lebih punya harapan untuk menjuarai Liga Eropa.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Kalau puasa jangan lupa berbuka. Ibarat orang puasa, Liverpool sudah lama tak berbuka. Sementara Madrid bentar-bentar lebaran melulu. Bikin fans Barca kesel, tahu!

Saya sih netral lho ya…

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2018 oleh

Tags: ArsenalBarcelonaFinal Liga ChampionsLiga ChampionsLiverpoolManchester UnitedReal Madrid
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
andre onana mojok.co
Olah Raga

Kota Depok Jadi Bagian dari Perjalanan Karier Andre Onana, Calon Kiper Baru MU

12 Juli 2023
NGGAK MASUK AKAL! MU KALAH 7-0 DAN ALASAN KENAPA SEKOLAH HARUS JAM 5 PAGI!
Video

Nggak Masuk Akal! MU Kalah 7-0 dan Alasan Kenapa Sekolah Harus Jam 5 Pagi

8 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.