Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Jogja Memang Lebih Nyaman meski Tetap Menyimpan Aura Negatif, tapi Masih Mendingan ketimbang Hidup Menderita di Jakarta

Ifana Dewi oleh Ifana Dewi
4 Oktober 2025
A A
Jogja Punya Aura Negatif, tapi Masih Mending ketimbang Jakarta MOJOK.CO

Ilustrasi Jogja Punya Aura Negatif, tapi Masih Mending ketimbang Jakarta. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jogja memang menyimpan aura negatif bagi perantau dari Jakarta. Namun, Jogja juga mengubah saya menjadi pribadi yang lebih baik.

Nama saya Ifa. Saya lahir di Jakarta, tepatnya di Manggarai. Sejak lulus dari Sekolah Dasar, saya sudah “merantau”. Orang tua saya mengirim saya ke Bekasi untuk melanjutkan studi. Setelah selesai di Bekasi, saya hijrah ke Jogja. 

Iklan

Hingga saat ini, setelah 7 tahun, saya merasa lebih nyaman tinggal di Jogja. Dua kota ini, Jakarta dan Jogja, punya dua kemiripan, yaitu sama-sama hectic dan mobilitas masyarakatnya tinggi.

Untuk perbedaan saya merasakan satu hal yang sangat kontras, yaitu karakteristik masyarakatnya. Sebagai orang yang lahir dan besar di jakarta lalu merantau lama di jogja, saya merasakan perbedaan atmosfer yang kentara. Khususnya saat saya berkesempatan pulang ke kampung halaman.

Kilas balik awal mula perjalanan merantau ke Jogja

Kondisi masyarakat di tempat saya tinggal, hampir-hampir tidak jauh berbeda dengan cerita zaman jahiliyah di buku-buku sejarah yang saya baca. Bobrok. 

Miris, memang. Karena lantaran itulah, 10 tahun silam, kedua orang tua saya memaksa saya untuk meneruskan pendidikan menengah di pondok pesantren. Sebuah pondok yang berada di bagian ujung utara Kota Bekasi. 

Kalau kalian tanya mengapa harus pondok? Entah. Tapi, menurut pengamatan saya, pondok adalah satu-satunya pilihan terbaik bagi orang tua saya dalam ikhtiarnya mendidik saya. Di samping kedua orang tua saya yang sibuk bekerja, pergaulan lingkungan tempat saya tinggal, sangatlah rentan. 

Dan setelah berhasil mengenyam pendidikan menengah selama tiga tahun, saya kembali dipaksa melanjutkan pendidikan menengah di sekolah yang sama. Hal itu jelas saya tolak. Alasannya sih sederhana. 

Pasalnya, selama tiga tahun di Bekasi, saya merasa tak ada bedanya dengan di Jakarta. Maka saya memilih jalan alternatif dengan melanjutkan pendidikan di Jogja. Tepatnya di sebuah pondok pesantren yang terletak di Kota Jogja. 

Nanti akan saya ceritakan betapa kerasnya Jakarta sampai-sampai saya bersikeras memilih hengkang.

Baca halaman selanjutnya: Aura negatif di Jogja.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2025 oleh

Tags: bekasijakartaJogjakota jogjamanggaraipesantren di jogja
Ifana Dewi

Ifana Dewi

Hamba amatir, suka ngopi.

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.