Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Gudang Garam Surya, Papua Punya Selera

Mikael Kudiai oleh Mikael Kudiai
10 November 2016
A A
Gudang Garam Surya, Papua Punya Selera

Gudang Garam Surya, Papua Punya Selera

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kita mulai dengan cerita. Saya di Jogja sudah hampir empat tahun. Di sini baru saya kenal rokok yang namanya merek LA, Marlboro, U Bold, dan merek-merek lainnya. Mahasiswa Papua yang sudah biasa dengan macam-macam merek itu, jika pulang ke Papua, akan kesulitan mencari rokok dan akhirnya mereka terpaksa menerima nasib: ganti merek rokok. Pindah ke Djarum Super, Gudang Garam Surya, atau Dji Sam Soe Magnum karena hanya itu yang ada. Mau apa lagi kalau keadaan sudah seperti itu.

Pernah dengar orang mengatakan rokok Gudang Garam Surya dengan sebutan rokok Surya? Orang-orang di Papua juga lazim menyebutnya begitu. Bahkan ada istilah baru: rokok merah dan cokelat. Sebutan rokok merah untuk Gudang Garam Surya 12 dan rokok cokelat untuk yang isi 16.

Iklan

Orang-orang di pegunungan Papua lebih kenal dan lebih menyukai rokok Gudang Garam Surya. Saya yakin, sebagian dari kau yang baca tulisan ini belum pernah ke Papua. Di sana iklimnya dingin, sedingin lebih kurang sekali dari Kutub Utara. Mau hangatkan badan, rokok Gudang Garam Surya jawabannya. Kalau bukan yang isi 12 ya yang isi 16. Rokok ini sudah mendominasi, bahkan sudah mencuri hati orang Papua. Kayaknya perusahaan Gudang Garam untung besar di Papua.

Sebagian dari mereka bilang, “Rokok putih itu trada isi apa-apa, nikotinnya kurang sekali. Lebih bagus Surya. Satu kali isap, badan jadi hangat, otak jadi segar.”

Kedua jenis rokok Surya ini, dengan jenis isi 16 yang mendominasi, yang selalu mengantarkan orang beraktivitas: berkebun, beternak, bahkan menyusuri rimba di pelosok-pelosok. Mungkin di daerah-daerah perkotaan yang iklimnya hangat atau panas yang jarang. Oh, tapi tidak juga. Di Nabire yang kalau pukul 12 siang panasnya kayak panas Surabaya, Gudang Garam Surya tetap dalam sanubari.

Gudang Garam Surya jadi bangsa besar. Bangsa yang punya keuntungan terbesar di Papua. Bangsa yang sudah jadi candu bagi orang-orang Papua lebih dibandingkan bangsa-bangsa rokok lainnya. Bangsa rokok lainnya paling hanya jadi penyengat, atau kalau bukan itu berarti untuk cebo mulut. #eh

Karena ini soal napsu candu dan keadaan iklim, orang-orang di sana malah tidak mau ambil pikir lebih soal bahaya nuklir. Yang penting selamat dari kedinginan dan tetap eksis bekerja. Bahkan dalam rokok Gudang Garam Surya sudah jelas-jelas tertuliskan PERINGATAN dengan berbagai gambar hiasan tentang macam-macam bahaya yang konon katanya merusak tubuh pun sama sekali tidak dianggap dan tidak diambil pikir. Ah, kayaknya soal itu di luar Papua malah lebih parah.

Sekali lagi, Gudang Garam Surya memang bangsa besar. Bisa menguasai Papua dengan produk-produk yang kasih peringatan kepada pelanggan, tetapi eksis menjual terus. Padahal di sana juga ada rokok tradisional yang nikotinnya melebihi Gudang Garam Surya. Gudang Garam Surya? Apa sih? Rokok tradisional lebih wow kok!

Buktinya? Rokok tradisional yang hanya satu gulungan bisa dinikmati berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, walau jumlah pengisapnya satu sampai lima orang. Sementara satu bungkus rokok Gudang Garam Surya biasa diisap oleh dua sampai tiga orang dalam waktu satu jam.

Soal rokok Gudang Garam Surya yang cepat habis, ada satu mop (lelucon khas Papua) tentang itu.

Ada tiga pemuda: Mikael, Jhon, dan Aworo duduk bersama sambil minum bobo (minuman keras lokal dari kelapa) di lingkaran Abepura (nama tempat publik di Jayapura). Kebetulan rokok Gudang Garam Surya hanya ada satu batang.

“Kitorang join saja. Nanti Aworo yang atur untuk sekali-sekali isap,” kata Jhon.

“Ko (kamu) isap.” Ia menaruh sebatang rokok itu ke mulut Mikael.

“De (dia) isap.” Berganti ke mulut Jhon.

“Sa (saya) isap.” Kembali ke mulutnya sendiri.

Semakin cepat.

“Ko isap, de isap, sa isap. Ko isap, de isap, sa isap. Aaah, kamu dua baku (saling) isap mulut sudah, rokok setengah senti ni sa isap sendiri.”

“Aaah pele bangsat eee, rokok Gudang Garam Surya tu!”

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Djarum SuperfeaturedGudang Garam Suryamop PapuaPapua
Mikael Kudiai

Mikael Kudiai

Artikel Terkait

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
papua.MOJOK.CO

Hutan Papua Tak Baik-baik Saja, Terancam Hilang Imbas Pembukaan Lahan Besar-besaran

23 Mei 2026
papua.MOJOK.CO

Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam

3 Mei 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Magang pemerintah, rencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai belum bisa jadi solusi fenomena pengangguran dari lulusan perguruan tinggi (sarjana). Apalagi selama ini kuliah cuma dibekali teori MOJOK.CO

Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori

18 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.