ADVERTISEMENT

Tanpa Depok, Seturan, dan Babarsari, Sleman Tidak akan Menjadi Daerah dengan SDM Paling Maju se-Indonesia

Depok dan Seturan Bikin SDM Sleman Paling Maju se-Indonesia MOJOK.CO

Pendidikan adalah industri terbaik yang tersebar di Depok, Seturan, dan Babarsari, dan Condongcatur 

Jika pernah kuliah di daerah-daerah seperti Depok, Seturan, Condongcatur, dan Babarsari mungkin Anda akan menilai kabupaten ini sangat maju. Punya rumah sakit internasional, penuh kafe dan pusat perbelanjaan, serta dipenuhi gedung-gedung tinggi universitas. Tapi jangan salah. Daerah yang maju itu hanya ada di Sleman area selatan.

Sedikit saja keluar dari area tersebut, kabupaten ini tidak ubahnya kabupaten biasa. Jauh dari kata SDM tinggi. Mungkin ada beberapa titik yang cukup maju. Misal di area Jalan Kaliurang. Tapi jangan salah, karena di situ ada UII. Kantong-kantong pendidikan inilah yang jadi penopang utama pembangunan manusia. 

Bukan bermaksud membandingkan, tapi lihat saja perbedaan area Turi dan Tempel dengan Depok, Seturan, dan Condongcatur. Terkesan beda jauh tapi masih dalam satu kabupaten yang luasnya hanya 574,8 Km2. Meskipun investasi mulai masuk di kecamatan-kecamatan pinggir area pendidikan, namun pusat pembangunan manusia tetap berada di Depok, Seturan, Condongcatur, Babarsari, dan sekitar.

Banyak daerah di Sleman yang masih krisis sanitasi layak, tapi peringkat kesehatannya tetap baik. Tingkat tertinggi pendidikan penduduk masih SLTA. Namun, peringkat pendidikannya tetap baik. Upah minimum baru menembus dua juta lebih, tapi peringkat pengeluaran tetap baik. Semua jadi baik karena disokong area pendidikan.

Jadi wajar saja jika pendidikan adalah industri terbaik. Tidak perlu barisan pabrik seperti Cikarang karena Sleman punya industri penghasil tenaga kerja terbaik di Indonesia.

Tanpa mahasiswa dan industri pendidikan, Depok, Seturan, dan sekitarnya ya daerah biasa saja

Apakah Anda menangkap polanya? Angka IPM yang tinggi di Sleman jelas disumbang oleh area di mana kampus dan mahasiswa berada seperti Depok, Seturan, Condongcatur, dan Babarsari. Industri pendidikan jadi motor utama yang menjaga posisi kabupaten ini tetap di puncak SDM paling maju.

Uniknya, daerah-daerah ini yang sering mendapat stigma negatif. Depok dan Seturan misalnya, sering dianggap sebagai pusat maksiat, area sering bentrok, sampai penguasa properti. Tapi ketika melihat peringkat IPM tadi, Sleman langsung berbunga-bunga. Padahal yang menyumbang adalah daerah yang sering dibenci.

Namun dengan angka IPM tinggi, Sleman juga tidak segera mentas sebagai daerah maju. Maklum saja, pembangunan manusia terpusat di beberapa kecamatan saja. Belum lagi yang bisa mengakses pendidikan juga terbatas. Maka dengan angka IPM yang mentereng, mereka tetap terseok-seok bersama daerah lain di DIY.

Tapi bolehlah Sleman berbangga dengan predikat ini. Apalagi sudah 20 tahun menjadi daerah dengan SDM paling maju se-Indonesia. Namun jangan lupa. Mereka mendapat predikat ini hanya karena pusat pendidikan di Depok, Seturan, Condongcatur, dan Babarsari. Tanpa adanya mahasiswa yang sering dihujat, kabupaten tersebut hanya kabupaten biasa yang kebetulan istimewa.

Penulis: Prabu Yudianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pindah dari Malang Dapat Kos Memprihatinkan di Babarsari Kawasan “Pinggir” SCBD Jogja dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2024 oleh .

Prabu Yudianto

Jika artikel saya menyinggung Anda, saya tidak peduli.