Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Dear Viva.co.id, Lain Kali Kalau Melakukan Pembodohan Publik…

Luna Siagian oleh Luna Siagian
19 November 2015
A A
Dear Viva.co.id, Lain Kali Kalau Melakukan Pembodohan Publik...

Dear Viva.co.id, Lain Kali Kalau Melakukan Pembodohan Publik...

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kepada

Yth. Dedy Priatmojo, Zahrul Darmawan, dan Jajaran Editorial viva.co.id

Iklan

di tempat

Kalian tahu, kemarin siang mood saya yang awalnya terasa menyenangkan mendadak ambyar setelah seorang teman merusaknya dengan mengirimkan tautan berita sensasional rilisan tiga hari lalu di viva.co.id (selanjutnya akan saya sebut kalian secara kolektif sebagai viva.co.id):

Waspada, 5.791 Pria Gay di Depok Intai Toilet Umum!

Saya sangat kaget, viva.co.id. Sebagai seorang mahasiswi yang bernaung di Depok, tentu saya harus melek dengan segala berita terkait keamanan di kota saya. Dan judul berita kalian membuat saya merasa bahwa ada sebuah situasi genting di sini. Bayangkan, ada 5.791 pria homoseksual yang mengintai toilet umum!

Dengan cepat saya membaca berita pendek buatan kalian. Dan ketika mata saya sedang menelusuri tiap baris berita ini, pandangan saya tertumpu pada sebuah nominal: 5.791. Wow, berani juga.

Saya kagum, viva.co.id, kalian tidak bersembunyi di balik persentase asal-asalan seperti banyak situs berita lainnya. Dengan gamblang kalian pajang sebuah nominal eksak: 5.791. Namun, keberanian ini juga tentu perlu ditanyakan: darimana kalian mendapat nominal fantastis ini?

Saya rasa, kalian akan berdalih dengan berkata bahwa angka ini didapatkan dari Komisi Penanggulangan AIDS (AIDS, ya, viva.co.id. Bukan Aids. Kita berbicara soal penyakit, bukan sekumpulan bantuan) Kota Depok. Namun tidakkah angka ini membingungkan kalian, viva.co.id? Darimana mereka mendapat angka 5.791? Dari surveikah? Bila benar begitu, metode apa yang digunakan? Tidakkah pertanyaan-pertanyaan ini semestinya membangunkan gairah jurnalistik kalian, viva.co.id?

Saya pun kemudian mengirimkan tautan berita tersebut kepada salah seorang teman yang merupakan seorang pria gay dan berdomisili di Kota Depok. Sontak ia berkomentar, “wah, sialan! Gue nggak merasa didata, tuh!”. Bahkan dengan dalih ‘estimasi jumlah’, rasanya sulit untuk menjustifikasi angka spektakuler ini tanpa bertanya mengenai loncatan angka yang cukup jauh dari 4.932 per tahun 2014 ke 5.791 per Agustus 2015.

Apa yang direfleksikan oleh pergeseran angka ini, viva.co.id? Apakah sejak tahun 2014 ada pergerakan masif pria-pria homoseksual dari berbagai daerah ke Kota Depok? Atau mungkin ada dukun iseng di kota ini, yang dengan seenak jidat ‘menyulap’ nyaris seribu pria-pria heteroseksual untuk kemudian mencandu dada bidang dan suara bariton? (Saya sedang bercanda itu, lho, viva.co.id. Sedang nyindir kalian. Jangan sampai pernyataan iseng saya itu kemudian jadi tajuk berita barumu: “Waspada, Dukun Iseng di Depok ‘Menyihir’ Pria-Pria Menjadi Doyan Cowok!”)

Lalu tentang judul beritamu, viva.co.id. Intai? Kalian pikir pria-pria homoseksual itu sekumpulan singa yang siap menerkam mangsanya? Sadarkah kalian akan penggunaan diksi yang kalian pakai? Dari angka 5.791 dan pernyataan Henry Kuntowo bahwa mereka biasanya singgah di toilet umum, kalian itu sesungguhnya telah melakukan lompatan logika yang luar biasa absurd dan tak masuk akal!

Memangnya ada berapa banyak toilet umum di Depok? Sudah tercatat berapa banyak kasus sodomi yang terjadi di Depok? Berapa jumlah korban? Adakah penelitian komperhensif mengenai hal ini?

Meski kemudian Herry Kuntowo itu mengklarifikasi pernyataan yang kalian kutip, berita tersebut sudah terlanjur tersebar luas. Tapi, ah, kalian hanya menganggap semua itu sekadar kesalahan elementer biasa, toh yang diberitakan hanya soal kaum gay. Warga negara kelas lima di negeri ini. Nggak penting. Iya, kan?

Iklan

Ada pesan khusus apa, sih, yang kalian sampaikan lewat berita itu, viva.co.id? Lagi pula, bolehkah kalian sebagai insitusi media, dalam tataran kode etik jurnalisme, menyampaikan pesan yang mendiskriminasi kelompok tertentu? Atau jangan-jangan kalian para awak viva.co.id justru tidak paham mengenai hal tersebut?

Sudah lama saya cuma bisa urut dada atas kelalaian situs-situs berita sensasional akan data yang mereka pajang. Percuma saya menjerit soal pasal 3 dari kode etik jurnalisme yang mewajibkan wartawan untuk melakukan penafsiran data atau soal keharusan untuk mengecek ulang data yang disajikan. Lebih percuma lagi saya berkoar-koar soal kewajiban wartawan untuk melakukan pemberitaan berimbang dengan tidak mencampuradukan antara fakta dan opini. Saya cukup sadar diri bahwa suara saya tidak seberapa signifikan dibanding gempuran berita media online yang nyaris tanpa jeda itu.

Tapi, tolonglah, viva.co.id, lain kali kalau kalian mau melakukan pembodohan publik, ya, nggak begini caranya. Masih banyak cara yang lebih elegan, canggih, atau kurang lebih nggak kelewat absurd seperti berita itu. Atau kalian perlu dibuatkan “gerakan 1000 koin membantu viva.co.id belajar pembodohan publik tingkat dasar” dulu biar nalarnya jalan?

Itu cuma pertanyaan, jadi nggak usah dijadikan berita. Paham? Bagus.

Terima kasih

Luna Siagian

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2021 oleh

Tags: depokGayviva.co.id
Luna Siagian

Luna Siagian

Artikel Terkait

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis MOJOK.CO
Urban

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis

5 Mei 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Ngekos di Kecamatan Beji Membuka Mata dengan Sisi Gelap Mahasiswa Depok.MOJOK.CO
Ragam

Ngekos di Kecamatan Beji Bikin Membuka Mata dengan Sisi Gelap Mahasiswa Depok

9 Mei 2025
10 Tanda Kamu Sudah Muak dengan Kota Depok dan Ingin Pindah MOJOK.CO
Esai

10 Tanda Kamu Sudah Muak dengan Kota Depok. Segera Pindah Sebelum Kamu Jadi Gila dan Menua di Jalanan

6 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.