Dari ‘Beat It’ Jadi ‘Cepirit’ Adalah Bukti Musikalitas Kasino di Film Warkop Nggak Main-main

MOJOK.CO – Salah satu potongan video paling banyak ditonton soal Kasino dalam film Warkop di YouTube justru bukan adegan-adegan melawak, tapi adegan nyanyi. Lah?

Kasino, lagu, dan Warkop bagai tiga serangkai yang tak terpisahkan. Kalau melihat kembali rilisan awal film-film Warkop, nyanyian Kasino hampir tak pernah absen mewarnai. Begitu banyak lagu di film-film Warkop dan sekitar 90 persennya dinyanyikan oleh Kasino.

Nah, di tulisan ini saya secara khusus akan membahas lima bukti sahih musikalitas Kasino di film Warkop yang mencengangkan, tidak hanya pada zamannya, tapi juga sampai sekarang.

Bisa menggubah dan mempelesetkan lagu

Kemampuan musikalitas Kasino patut diacungi jempol untuk urusan parodi lagu. Kalau zaman sekarang mungkin udah ribut-ribut hak cipta ya, tapi Kasino dengan kejeniusannya dalam menyadur lagu dan menggubahnya.

Coba saja lihat lagu “Sukiyaki” dari Kyu Sakamoto jadi “Yang Baju Merah Jangan Sampai Lolos” di film Pintar-pintar Bodoh, atau mempelesetkan “Beat It”-nya Michael Jackson jadi “Cepirit, Celananya Lengket!” di film Itu Bisa Diatur. Betul-betul memorable.

Jangan lupa juga lagu “Ya Mustafa” dari penyanyi Mesir, Bob Azzam, digubah dengan judul yang sama namun liriknya berbeda untuk dinyanyikan di klub malam (film Mana Tahan).

Tak luput juga, kepiawaian Kasino melakukan medley lagu seperti “Feeling”-nya Morris Albert disambung ke lagu “Rindu” milik Elvy Sukaesih.

“Feeling, mengapa hatiku feeling, tiada tertaaahaaan!” – Kasino (film Atas Boleh Bawah Boleh)

Bisa meng-cover lagu terkenal

Selain membuatnya jadi parodi, tercatat beberapa kali Kasino menyumbangkan suaranya untuk meng-cover lagu asli yang sudah terkenal. Bahkan sampai saat ini, saya sendiri kalau dengar lagu aslinya malah terngiang-ngiang suara Kasino, padahal itu cuma cover.

Misalnya, Kasino menyanyikan lagu-lagu barat seperti “Christie” dari Jon Anderson di film Atas Boleh Bawah Boleh, “Black Dog” dari Led Zeppelin di film Sama Juga Bohong, atau “My Bonnie” dari The Beatles di film Gantian Dong.

Ada juga karya musisi lokal yang lagunya tak luput di-cover oleh Kasino, salah satu yang terkenal adalah “Bercinta di Udara” dari Farid Hardja.


 

Bisa membuat lagu orisinil yang ikonik

Lagu-lagu ikonik yang muncul di film Warkop kebanyakan hasil ciptaan dari tangan dingin trio Dono, Kasino, Indro. Namun, andil dari suara khas nan jenaka Kasino lah yang mampu membuatnya menjadi ikonik dan tak lekang dimakan zaman.

Lagu orisinil seperti “Duhai Puspita” di film Makin Lama Makin Asyik, “Ngobrol di Warung Kopi” di film Maju Kena Mundur Kena, “IQ Jongkok”, atau “Mona” di film Kesempatan dalam Kesempitan seakan menjadi bukti sahih musikalitas Kasino.

Bisa menyanyikan lagu lintas genre

Sudah menjadi rahasia umum kalau Kasino bisa bernyanyi lintas genre, zaman, dan bahkan bahasa. Coba saja dengar lagu “Cepirit, Celananya Lengket!” yang kental hardrock-nya, kemudian lagu “Black Liong” di film Sama Juga Bohong dengan iringan musik mandarin.

Ada pula lagu dangdut seperti “Aduhai” atau “Andeca-andeci”, lagu rakyat semacam “Ampar-ampar Pisang” di film Itu Bisa Diatur atau “Berbendi-bendi” di film Saya Suka Kamu Punya, hingga lagu bernuansa latina seperti “Mama Yukero” atau “Gadis Lambada” yang menjadi musik pembuka film Warkop medio ‘90-an.

“Dansamdolam barae, dansamdolam badada!” – Kasino (Gadis Lambada)


 

Bisa solo, duet juga ayok

Kebanyakan dari lagu yang dinyanyikan di film Warkop adalah lagu solo dari Kasino. Namun, Kasino juga pernah bernyanyi dengan cara duet khususnya, saat tampil dengan Warkop Angels di film-filmnya.

Misalnya, lagu “Andeca-andeci” adalah duet Kasino dan Elvy Sukaesih di film Mana Tahan atau lagu “Aduhai” dengan Camelia Malik di film Gengsi Dong.

Selain itu, trio Warkop DKI juga pernah bernyanyi bersama, seperti di lagu “My Bonnie”, “Ngobrol di Warung Kopi”, atau “Makumba Kero”.

 

Sebenarnya ada buanyak lagi lagu-lagu Kasino yang bisa saya preteli satu demi satu, tapi sengaja saya khususkan untuk lagu-lagunya yang ada film-film Warkop saja. Soalnya kalau daftarnya terlalu banyak dikira ini Tribunnews, jika versi rekaman kaset ikut diulas nanti dikira ini majalah Rolling Stone.


BACA JUGA Film Warkop dalam Infografik: 10 Data yang Bisa Anda Temukan jika Menonton Semuanya.

Exit mobile version