Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Cerita Seorang Cina dan Obrolan Sekolah Paket C

Rusdi Mathari oleh Rusdi Mathari
4 September 2014
A A
stereotip cina punya toko cerita tentang orang cina nama cina diganti nama indonesia

stereotip cina punya toko cerita tentang orang cina nama cina diganti nama indonesia

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nama aslinya Lau Xiang Hau tapi nama sehari-hari yang digunakan Steven Laurence. Ibu, bapak, adik, dan anggota keluarganya yang lain memanggilnya Aven kecuali kakeknya yang memanggilnya A Hau. Di Jakarta, dia bersama bibi dan satu adiknya tinggal di rumah kontrakan persis di belakang rumah saya. Usahanya kelontong: menjual beras, gula, minyak goreng, rokok, dan sebagainya.

Saya lupa, sejak kapan saya mengenal Steven tapi kami dan beberapa tetangga yang lain, hampir setiap malam bertamu di rumah mas Adi yang tak jauh dari rumah kontrakan Steven. Kami saling berbagi cerita tentang apa saja. Mulai soal politik, agama, ras, makanan, cincin akik, olahraga sampai perkara seks. Kebetulan di antara kami memang berasal dari latar belakang yang berbeda.

Mas Oka Zakaria yang rumahnya paling mentereng di antara kami adalah keturunan Arab dari Surabaya. Mas Yo jebolan arsitek dari Semarang. Dia anak mantan bupati di salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Ada Pak Namin yang pensiunan sipil tentara yang asli Betawi. Dia punya tanah luas dan bisnis rumah kontrakan termasuk rumah yang disewa oleh Steven. Mas Adi ahli pompa air dan listrik. Dia ponakan kesayangan Pak Namin. Lalu ada mas Basuki, ahli AC mobil dan penggemar motor trail yang berasal dari Kediri. Sesekali muncul Pak Husein dari Madura bersama Pak Udin [Betawi] yang suka meledek orang yang sok pintar; dan kadang Pak Kadir yang pensiunan tentara dan berkumis tebal juga ikut nimbrung.

Dari cerita Steven, saya tahu, Steven berasal dari Pontianak. Usianya baru 19 tahun. Dia ketutunan Cina suku Tiong Hua. Nama Lau Xiang Hau adalah pemberian dari kakeknya, sementara nama Steven pemberian ayahnya. Dia tak tahu atau tak bisa menjelaskan kenapa ayahnya memberi nama Steven, dan tidak memberi nama Cina. Dia hanya tahu, nama Lau Xiang Hau menurut kakeknya adalah nama yang bagus.

Suatu malam, saya meminta dia untuk memberi nama Cina kepada saya. Muncullah nama: Mai Khe Hin. Kata dia, nama itu cocok buat saya yang selalu bicara ceplas-ceplos dan apa adanya. Dua hari kemudian, Steven mengganti nama Cina saya menjadi Liu Thing Hek. “Saya tak tahu artinya Pak Rusdi, tapi kata kakek, itu nama yang bagus,” kata Steven.

Steven memang mengidolakan kakeknya, dan kakeknya juga sangat menyayanginya karena Steven merupakan cucu pertama dan laki-laki. Kakeknya pula yang mengajarkan Steven banyak hal, antara lain soal makanan. Kakek Steven, misalnya mengajarkan untuk tidak makan daging anjing. Konon, orang yang makan daging anjing akan digonggong bila kebetulan bertemu dengan anjing. Steven meyakini ajaran kakeknya itu, karena seorang temannya yang doyan makan anjing ternyata memang selalu digonggong oleh anjing. “Kalau ular saya doyan Pak Rusdi. Dagingnya enak,” kata Steven.

Dari cerita Steven pula, saya tahu, alasan dia pindah ke Jakarta: ingin mengubah nasib. Di Pontianak, dia hanya tamat SMP dan pekerjaannya hanya mencangkul di ladang membantu kakeknya. Dan di Jakarta, Steven termasuk pekerja ulet. Dia misalnya rela mengangkut gas atau galon air mineral ke rumah para pembelinya.

Karena tekadnya hendak mengubah nasib itu, sejak dua atau tiga bulan lalu, Steven ikut Paket C, sekolah persamaan SMA yang lokasinya tak jauh dari tempat kami tinggal. Dia terpengaruh oleh Iqbal, anak Aceh-Medan yang juga lulusan SMP yang pernah saya sarankan untuk melanjutkan sekolah di Paket C. Lalu setiap malam selama kurang-lebih 3 jam selepas maghrib, mereka berdua rajin bersekolah. Steven juga tertarik dengan ide saya untuk meneruskan kuliah di Universitas Terbuka bila kelak lulus Paket C.

Semalam saya menjumpai Steven di rumah mas Adi, sibuk membuka laptop dan mengotak-atik sambungan internet bersama Adam dan mas Yo. Ketika saya tanya, apakah dia sudah bersekolah, Paket C itu; Steven menjawab tidak. Dia lalu bercerita, mulai pekan ini, pola belajar di Paket C berubah. Para murid tidak lagi masuk malam melainkan siang selepas ashar hingga menjelang maghrib. “Saya tak bisa setiap malam sekolah, Pak Rusdi. Saya harus menjaga toko,” kata Steven.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2023 oleh

Tags: cinajakartasteven
Rusdi Mathari

Rusdi Mathari

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.