ADVERTISEMENT

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO

Bahasa Inggris “merampok” bahasa bangsa lain

Tentu Indah G terpukau dengan keragaman Bahasa Inggris yang mungkin dianggap lebih kaya. Tapi apakah dia tahu? Ahli bahasa dan leksikograf Kory Stamper menyebut, “Bahasa Inggris telah meminjam kata-kata dari bahasa-bahasa lain sejak masa kecilnya.” Sebanyak 350 bahasa lain diwakili dan kontribusi linguistik mereka sebenarnya membentuk sekitar 80% dari Bahasa Inggris!

Dari yang paling berpengaruh hingga yang paling sedikit, Bahasa Inggris terdiri dari kata-kata dari: Latin, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, Skandinavia, Jepang, Arab, Portugis, Sanskerta, Rusia, Maori, Hindi, Ibrani, Persia, Melayu, Urdu, Irlandia, Afrikaans, Yiddish, Tionghoa, Turki, Norwegia, Zulu, dan Swahili. Dan, itu bahkan belum 10% dari 350 bahasa dalam perpaduan Bahasa Inggris.

Sebagai bandit dan penjajah, Inggris juga merampok banyak bahasa. Contoh kata-kata yang dipinjam dari bekas koloni termasuk “bungalow” dari Hindi, “jungle” dari Sanskerta melalui Hindi, “safari” dari Swahili, “boomerang” dari bahasa Aborigin Australia, “chocolate” dari Nahuatl melalui Bahasa Spanyol, dan “banana” dari Wolof melalui Bahasa Portugis, Amok dari Amuk dalam Bahasa Indonesia. Jadi ya nggak adil membandingkan bahasa penjajah Inggris dan Indonesia.

Upaya pengembangan kosakata dan Bahasa Indonesia

Saat ini ada upaya pengembangan kosakata dan Bahasa Indonesia melalui pengayaan daya yang dilakukan oleh 30 UPT Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di 30 provinsi. Ketiga puluh provinsi yang mengelola 700 lebih bahasa daerah telah melakukan pengusulan dengan cara itu sejak KBBI Edisi Keempat. Inventarisasi itu melibatkan tim perkamusan dan peristilahan dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra. 

Indah G mungkin perlu membaca bahwa upaya memperkaya ini cuma dilakukan oleh 103 orang dan ada di setiap unit kerja pusat dan daerah. Sejak 2016, pekerjaan penyusunan dan pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia telah melibatkan balai dan kantor bahasa sebagai UPT Badan Bahasa. Selain sebagai penyumbang data untuk KBBI, setiap tim di balai dan kantor juga bertanggung jawab dalam menyunting usulan yang masuk dari balai dan kantor terkait. 

Penanggung jawab itu berperan sebagai editor KBBI 

Jadi, terdapat 30 editor KBBI di seluruh Indonesia. Mereka punya peran mengawasi penyerapan kosakata bahasa daerah dan asing. Semua hal tersebut dapat terjadi secara alami atau melalui perencanaan bahasa yang disesuaikan dengan karakteristik Bahasa Indonesia modern. Terdapat upaya sadar untuk memperkaya kosakata, yang melibatkan 30 UPT Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di 30 provinsi.

Namun, pengusulan kosakata daerah untuk dimasukkan ke Bahasa Indonesia harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya seperti keunikannya, eufonik (enak didengar), kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia, dan ketiadaan konotasi negatif. Pentingnya pemilihan kosakata yang tepat juga terkait dengan frekuensi dan julat pemakaian kata, yang diukur untuk menentukan kekerapan pemakaian sebuah kata dalam korpus serta ketersebarannya di beberapa wilayah.

Dalam konteks pengembangan bahasa, peran Balai Bahasa dan Kantor Bahasa sebagai penyumbang data untuk KBBI sangat penting. Mereka juga bertindak sebagai editor KBBI yang memastikan keakuratan dan konsistensi data yang diusulkan. Jelas 30 editor untuk sekian banyak ragam bahasa daerah dan asing kurang belaka. Jadi daripada sekadar mengatakan Bahasa Indonesia minim kosakata, Mbak Indah dan Mbak Cinta, apakah mau mencoba jadi editor?

Penulis: Arman Dhani

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kata Paling Indah dalam Bahasa Indonesia dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2024 oleh .

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Exit mobile version