Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Valentino Rossi Sang Juara Sejati, Marc Marquez Si Antek Wahyudi

Edi AH Iyubenu oleh Edi AH Iyubenu
9 November 2015
A A
Valentino Rossi Sang Juara Sejati, Marc Marquez Si Antek Wahyudi

Valentino Rossi Sang Juara Sejati, Marc Marquez Si Antek Wahyudi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 8 November 2015, menjadi saksi betapa sempaknya ulah Marc Marquez! Masih butuh bukti?

Abaikan saja seteru yang mulai terpantik dari seri Philip Island, Australia (18 Oktober 2015) beserta sederet romantika penuh taqiyah dari mulut Marquez sebelum-sebelumnya, betapa ia sangat mengidolakan Valentino Rossi, menyimpan poster The Doctor di dinding kamarnya, dan berguru skill membalap padanya. Itu biasa, jangan terkecoh, sekali lagi, itu hanya cara taqiyah. Race Valencia membaptis telak bahwa dia layak sekali menyandang nama baru: Marquez Wahyudi!

Iklan

Saya kutipkan data dari dua race terakhir saja, Sepang (25 Oktober 2015) dan Ricardo Tormo (8 November 2015).

Di ketiga kalinya ziarah ke Sepang, Malaysia (2015), saya menyaksikan sendiri betapa gaharnya Marquez Wahyudi memberi perlawanan kepada Rossi; berbanding terbalik dengan “gaya melebarnya” di lap ketiga saat “memberi jalan” kepada Jorge Lorenzo. Lalu Lorenzo seolah tak bisa dikejar lagi! Gap pun tercipta lebar dengan cepat antara posisi kedua dan ketiga.

Saat duel dengan Rossi, setiap kali Rossi nyalip, Marquez Wahyudi sontak geber gas dan melakukan take over, dalam posisi segenting apa pun, seperti bisanya. Jika Anda kritis dan anti-Wahyudi, sebab kaum Wahyudi adalah biang segala perpecahan umat sepanjang sejarah, Anda akan bertanya dalam hati sembari menatap tivi; “Kok hebat sekali ya motor Marquez Wahyudi bisa menyalip cepat Vale, sementara Vale kudu ngoyo campur doa dan nazar sedekah setiap ingin melibasnya, tetapi kok mudah sekali bagi Lorenzo untuk meninggalkan Marquez?”

Jawabannya cuma satu: sebab Marquez adalah antek Wahyudi. Sebagai antek Wahyudi, kita tahu, dia selalu menghalalkan cara sebusuk apa pun, termasuk membalap dengan gaya merusak marwah dan khittah MotoGP sebagai olahraga yang menjunjung fairness dan speed competition.

Jika Anda masih ragu akan kewahyudian Marquez, saya sodorkan data kecepatan motornya di Sepang. Awalnya, kecepatan motornya tembus 2 menit 0,818 detik; selevel dengan motor Pedrosa yang kadang gagap sama hafalan doa junubnya. Saat “memberi jalan” pada kawan senegaranya, Lorenzo, kecepatannya anjlok jadi 2 menit 2,003 detik! Situasi yang amat musykil terjadi tanpa adanya kerusakan teknis motor. Giliran duel sama VR46, bila Rossi di depan, lajunya sontak melejit. Kecepatannya anjlok lagi sampai 2 menit 2,107 detik setiap dia memimpin.

Kini perhatikan dengan seksama aksi balap Marquez di Valencia. Di atas kertas, secara teknis, sulit sekali bagi Rossi untuk bisa menang di depan Lorenzo. Finish tepat di belakangnya pun susah. Ada dua data:

Pertama, secara historis, sirkuit Ricardo Tormo memang tak bersahabat dengan Vale. Sepanjang karirnya di MotoGP, hanya dua kali ia memenangkannya. Catatan ini berbanding terbalik dengan Lorenzo. Capaian data statistik tertinggi di Valencia dipegang oleh Lorenzo di tahun 2010 lalu dengan 362 poin; disusul Marquez Wahyudi, lalu Casey Stoner.

Kedua, di race penentu juara dunia 2015 ini, Rossi harus membalap dari posisi buncit akibat ulah Marquez Wahyudi di Sepang yang menyebabkan Rossi disangsi oleh Mike Webb dengan 3 penalti. Lengkap sudah nestapa yang dipikul VR46 akibat kezaliman kaum Wahyudi itu, yang dinahkodai Marquez Wahyudi.

Tetapi Rossi tetaplah the hero, the doctor, sang makrifat di jagat MotoGP. Sesulit apa pun posisinya, ia tekun menyalip rider-rider lain dengan penuh perjuangan, tanpa mengemis pertolongan kepada para rider senegaranya.

Sampai dia berakhir di posisi empat!

Sebuah pencapaian luar biasa bila disandingkan dengan buruknya data statistik Rossi di Valencia selama ini. Valencia pun menguning.

Di barisan depan, dengan selisih gap akhir sekitar 15 detik, sejak lap pertama, Marquez Wahyudi menempatkan diri sebagai patwal Lorenzo. Marquez yang Anda puja selama ini, sebagai rider muda penuh talenta dan keberanian bertarung, seketika menjelma jongos yang penuh penghambaan kepada Lorenzo.

Data memperlihatkan bahwa kecepatan motor Marquez Wahyudi di Valencia jauh lebih baik dari motor Lorenzo. Motor Marquez Wahyudi punya kecepatan rata-rata di trek lurus 321 km/jam, sementara Lorenzo mentok di 320 km/jam. Dengan selisih 1 km/jam, kini Anda bayangkan dengan hati ikhlas; bagaimana mungkin Marquez Wahyudi sangat kesulitan menyalip Lorenzo sepanjang race?

Kedok taqiyah Marquez Wahyudi terbongkar lebih benderang kala di lap-lap terakhir, Pedrosa—yang tampak telah berhasil menghafal doa junubnya—merangsek ke depan. Sekali Pedrosa berhasil melewati Marquez Wahyudi, dan bersiap mengkudeta Lorenzo, sebab posisi ketiga rider ini sangat rapat. Tapi fairness itu tak pernah terjadi. Bagai hero, Marquez Wahyudi melawan keras take over Pedrosa, rekan setimnya, dan kembali mengambil posisi kedua. Ia lalu sibuk menutup racing line, memberi kesempatan kepada Lorenzo untuk membuka gap baru demi mengamankan posisinya.

Andai racing line Pedrosa tidak dihalangi oleh Marquez Wahyudi, ngentutin Lorenzo bukanlah hal sulit baginya. Di tiga lap terakhir, traksi ban Lorenzo sudah kendur, sehingga kecepatannya menurun. Sebaliknya, Pedrosa yang sedari lap awal merawat ritme lajunya demi menjaga traksi, kian jumawa dengan kecepatannya.

Tetapi Tuhan berkehendak lain; dan di sinilah letak hikmahnya buat kita untuk selalu melek akan kebusukan antek Wahyudi. Bila di ranah olahraga saja antek Wahyudi yang diwakili Marquez begitu bahayanya merusak fairness, apalagi di ranah agama, tho? Waspadalah, waspadalah, waspadalah.

Iklan

Saya tak tahu Repsol akan berkilah apa atas kebrengsekan Marquez Wahyudi kali ini. Di sebelahnya, orang-orang Yamaha di paddock Rossi terbahak lepas menyaksikan drama yang lebih mengharukan daripada kisah cinta Agus Mulyadi itu. Mereka tahu, sebagaimana kita semua tahu, bahwa Marc Marquez telah sempurna memuluskan konspirasi kewahyudiannya untuk memecah-belah umat sedunia dengan cara merusak marwah MotoGP.

Masihkah Anda akan menjunjung Marc Marquez  setelah drama busuk kewahyudiannya terpapar di depan mata? Baiknya Anda segera ingat hadits tasyabbuh yang Anda puja dengan mata merem selama ini: hanya Wahyudilah yang akan menjunjung antek Wahyudi!

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2017 oleh

Tags: Dani PedrosaJorge LorenzoMarc MarquezValentino Rossi
Edi AH Iyubenu

Edi AH Iyubenu

Yang punya Kafe Basabasi.

Artikel Terkait

Tak Ada Milan Kundera di Mandalika

21 November 2021

Kengeyelan demi Kengeyelan Valentino Rossi

15 November 2021

Pokoknya Seni, Seni, dan Seni!!!

11 Agustus 2021
Atta Halilintar Aurel

Pernikahan Aurel dan Atta Halilintar hingga Arogansi Pengendara Fortuner

7 April 2021
Marc marquez

Menghitung Gaji Marc Marquez, Pembalap MotoGP dengan Gaji Terbanyak

1 September 2020

Menghitung Total Kekayaan “The Doctor” Valentino Rossi kalau Dibelikan Permen Milkita

28 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.