Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Sabar itu Nggak Ada Batasnya, Kalau Ada Batasnya itu Kebelet Namanya

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
31 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – “Lho, sabar itu juga ada batasnya, Gus. Enak aja mengandalkan kesabaran orang lain, tapi kelakuan sendiri nggak dikontrol,” kata Mas Is ke Gus Mut

“Sudah nggak bisa dibiarin ini, Gus,” kata Mas Is pada Gus Mut.

“Apanya yang nggak bisa dibiarin, Mas?” tanya Gus Mut.

“Ya ini, orang udah semena-mena kalau bikin guyonan soal agama,” kata Mas Is lagi sambil menunjukkan video di hapenya, seseorang sedang bercanda soal agama Islam.

Gus Mut cuma melihat video dengan seksama. Tak ada ekspresi kemarahan apapun di wajah Gus Mut. Cuma terdengar sedikit embusan nafas panjang saja.

“Tuh, kan udah kelewatan itu, Gus. Nggak bisa dibiarin ini,” kata Mas Is.

“Emang kamu mau ngelakuin apa?” tanya Gus Mut.

“Ya harus didatengin orang ini, nggak bisa dibarin,” kata Mas Is.

“Laporin aja ke polisi. Laporin soal dugaan penistaan agama kan beres,” kata Gus Mut.

“Wah, udah nggak bisa, Gus, kayak begini kalau cuma dilaporin ke polisi orangnya nggak bakal kapok,” kata Mas Is.

“Terus pengennya Mas Is diapain? Dipukulin?” tanya Gus Mut.

“Ya iya dong. Bahkan kalau perlu digorok lehernya, dibunuh, dibakar. Darahnya udah halal ini, Gus, mengolok-olok agama kita,” kata Mas Is.

Gus Mut terkejut mendengar kata-kata itu meluncur mulus dari mulut Mas Is.

“Innalilahi, kejahatan sebesar apa sih orang itu sampai pantas sampeyan bunuh segala?” tanya Gus Mut.

Iklan

“Ya menghina agama itu kan termasuk kejahatan besar,” kata Mas Is.

“Sebesar itu kah sampai bikin sampeyan jadi berhak untuk membunuh seseorang, Mas Is?” tanya Gus Mut.

Mas Is cuma garuk-garuk rambut kepalanya yang tidak gatal.

“Ya itu tadi kan cuma ungkapan aja, Gus. Nggak mungkin juga saya datang ke rumahnya lalu tiba-tiba membunuh ya kan? Apalagi sampai menggorok leher gitu segala. Ya bisa dipenjara saya. Bisa repot urusannya,” kata Mas Is.

“Tapi kan kalau orang lihat itu bisa beneran ketakutan lho, Mas. Orang jadi mikir, Islam jadi sekasar itu, nggak bisa sabaran,” kata Gus Mut.

“Lho orang yang bikin guyonan soal agama itu juga udah kasar to, Gus? Sudah melampaui batas,” kata Mas Is.

“Lha tapi kan Mas Is bisa sabar sejenak. Oke deh, reaksi pertama mungkin marah. Merasa keimanan Mas Is dilecehkan, tapi kan selanjutnya bisa berpikir. Nggak perlu dikasih makan terus itu amarahnya. Lagian kan Mas Is juga harus inget, ini kan masih bulan Ramadan. Masih bulan Puasa. Kita kan udah biasa sabar, masa lihat begini sejenak aja nggak sabar,” kata Gus Mut.

“Lho, sabar itu juga ada batasnya, Gus. Enak aja mengandalkan kesabaran orang lain, tapi kelakuan sendiri nggak dikontrol,” kata Mas Is masih emosi.

Gus Mut terkekeh mendengarnya.

Melihat Gus Mut terkekeh, Mas Is jadi bingung. “Emang ada yang salah, Gus?” tanya Mas Is.

“Sampeyan ini lucu, sabar kok ada batasnya,” kata Gus Mut.

“Ya ada dong, Gus. Sabar itu jelas ada batasnya, manusia itu ada batas sabarnya,” kata Mas Is menggebu-gebu.

“Iya bener, manusia itu ada batasnya, tapi rasa sabar, rasa ikhlas itu nggak ada batasannya. Yang bikin batasan itu ya manusianya sendiri, Mas Is. Terus bikin seolah-olah hal kayak sabar dan ikhlas itu jadi ada batasnya. Kalau orang bilang sabar ada batasnya, ya berarti orang itu emang dasarnya lagi nggak bisa sabar,” kata Gus Mut.

“Tapi kalau urusannya kayak gini kan kita nggak boleh sabar-sabar amat, Gus. Orang bisa seenak sendiri menghina agama kita nanti,” kata Mas Is.

“Ingat Mas Is, orang sabar itu bersama Allah. Ada ayatnya lho itu. Kalau orang kok ngaku-ngaku bela agama Allah tapi dalam hatinya blas sama sekali nggak ada kesabaran, lha dia itu marah-marah sedang bersama siapa?” tanya Gus Mut.

“Ya tapi kan kita nggak boleh diam aja, Gus,” kata Mas Is.

“Yang bilang harus diam juga siapa, Mas Is. Saya kan bilang kita bertindak tapi jangan pakai emosi. Sabar dulu. Jangan buru-buru. Soalnya emosi itu dari nafsu, terus dikipas-kipasin sama setan, dan sama seperti halnya sabar yang nggak ada batasnya, nafsu itu juga nggak ada batasnya. Saking nggak ada batasnya, nafsu itu bisa melalui perantara apa aja. Lewat uang bisa, lewat agama juga bisa. Bahkan lewat ayat-ayat Quran dan Hadis pun bisa,” kata Gus Mut.

“Ah, masa sih nafsu dan setan bisa merambat lewat Quran dan Hadis segala?” tanya Mas Is tak percaya.

“Yaelah, dibilangin. Lha yang tadi kepingin bunuh orang gara-gara agama, siapa?” tanya Gus Mut.

Mas Is cuma tersenyum bingung, merasa tertangkap basah.

“Hehe, saya, Gus…”

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2019 oleh

Tags: AllahkebeletPuasaRamadansabar
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Perang sarung dulu buat seru-seruan kini jadi tindakan kriminal MOJOK.CO
Ragam

Perang Sarung Kini Jadi Tindakan Kriminal, Apa Sih yang Sebenarnya Para Remaja Ini Perlukan?

13 Maret 2025
anak sma dari jogja ngajar ngaji di jepang.MOJOK.CO
Aktual

Anak SMA dari Jogja Dakwah di Jepang Selama Ramadan, Emak-emak Semangat Minta Diajar Ngaji Sampai Tengah Malam

3 April 2024
Minta Tanda Tangan Imam di Ramadan itu Merepotkan MOJOK.CO
Ragam

Minta Tanda Tangan Imam di Bulan Ramadan, Kegiatan yang Pernah Dianggap Imam Masjid Merepotkan dan Membuang Waktu

28 Maret 2024
Acara Bukber di Tempat Makan Menyiksa Juru Masak MOJOK.CO
Ragam

Bukber di Tempat Makan Adalah Acara yang Menyiksa Juru Masak, Sebel Masak Ratusan Porsi untuk Orang yang Sok Berbuka Padahal Nggak Puasa

27 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.