Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
23 April 2026
A A
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Ilustrasi Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jastip jadi sumber cuan kecil-kecilan mahasiswa Flores yang kuliah di Jogja

Saya sempat melakukan wawancara dengan beberapa mahasiswa dari Flores yang saya kenal. Lewat wawancara tersebut, saya berkesimpulan bahwa bisnis ini memang bisa cuan bagi mereka karena tiga aspek. 

Pertama, mereka punya akses ke jaringan komunitas daerah. Mahasiswa perantau, punya hubungan yang kuat lewat himpunan daerah kota kampus mereka.

Iklan

Dari sana menyebar ke grup angkatan, grup kos-kosan, senior-junior, bahkan jaringan dari keluarga atau kerabat di daerah asal atau yang sedang merantau di lokasi lain. Jaringan ini memudahkan mereka untuk promosi. Kepercayaan juga lebih mudah terwujud karena kedekatan daerah.

Kedua, mahasiswa dan perantau dari Flores itu umumnya punya kebutuhan berulang. Mulai dari kirim makanan khas, keperluan rumah yang ada di kota mahasiswa atau perantau, titipan obat, bumbu, pakaian, atau barang dari kebutuhan bisnis yang rutinan. Inilah yang mereka sasar sebagai ceruk bisnis jastip kecil-kecilan.

Ketiga, bisnis ini memberikan celah cuan melalui usaha menekan biaya kirim dari penggabungan volume pengiriman. Jadi saat, setelah mengumpulkan pesanan jastip dalam satu batch, biaya per kilogramnya menjadi lebih terjangkau. Sehingga, modal yang untuk menalangi biaya pengiriman barang relatif lebih kecil.

Bisnis jastip ini lahir dari gabungan antara usaha jasa, distribusi barang, dan manajemen kepercayaan. Margin bisnis ini biasanya diperoleh dari selisih antara tarif kargo dasar dengan tarif jasa penyedia jastip ke penerima barang. 

Di dalam tarif jasa tersebut mencakup beberapa biaya. Misalnya, pickup, jasa koordinasi, dan kadang fee titip belanja (jika barangnya yang belikan adalah admin pengumpul barang). Hal ini penting untuk kamu catat kalau mau merintis usaha ini.

Simulasi bisnis jastip yang bisa cuan jutaan tiap bulan

Saya coba membuat simulasi hitung-hitungan bisnis jastip dengan mengambil contoh rute pengiriman dari Surabaya-Flores, spesifik ke Kabupaten Lembata. Mungkin ini akan berguna buat kamu yang ingin merintis bisnis ini sebagai tambahan rezeki.

Nah, kalau saya lihat lagi, beberapa penyedia jasa kargo saat ini memberikan tarif Surabaya-Lembata di kisaran sekitar Rp7.500 sampai Rp8.200 per kilogram. Umumnya dengan minimum kirim 10 sampai 50 kilogram dan estimasi waktunya 7 sampai 10 hari.

Sementara itu, tarif jastip sekitar Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Sekilas selisihnya lumayan besar. Namun, kita belum bisa menganggapnya sebagai laba bersih karena ada biaya packing, sortir, komunikasi dengan pelanggan, biaya koordinator lokal, risiko keterlambatan, dan risiko barang tidak segera diambil ketika sudah tiba di titik distribusi.

Mari menghitung dengan membuat estimasi sederhana. Misalnya biaya kargo Rp7.800 per kilogram. Maka, untuk batch dengan pengiriman 50 kilogram, biaya dasar untuk kargonya adalah Rp390.000. 

Tarif yang dibebankan ke pelanggan adalah Rp12.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Maka, jasa ini meraup omset kotor sekitar Rp600.000 sampai Rp750.000 dalam sekali batch.

Biaya lain yang perlu kamu catat

Ingat, ada biaya lain yang sudah saya sebutkan di atas. Misalnya, sekitar Rp100 ribu untuk setiap batch. Maka, total biaya untuk setiap pengiriman 50 kilogram pengiriman dari Surabaya ke Lembata adalah Rp490.000. Jadi, omset bersihnya adalah Rpp500.000 sampai Rp650.000 setiap batch.

Itu untuk 50 kilogram. Bagaimana jika sekali pengirimannya mencapai 120 kilogram? Maka, omzet kotor berada di kisaran Rp1.440.000 sampai Rp1.800.000 dengan biaya kargo dasarnya sekitar Rp800 ribuan karena biasanya ada potongan tambahan. Angka itu ditambah dengan biaya lainnya biasanya di kisaran Rp100.000 ribu maka bisa cuan mencapai Rp500.000-Rp900.000 untuk tiap batchnya.

Iklan

Memahami risiko

Sekilas, mungkin keuntungannya didapat dari markup besar. Padahal, sebetulnya keuntungannya didapat dari seberapa banyak volume barang yang dikirimkan setiap batch agar biaya pengirimannya bisa tersebar ke lebih banyak kilogram. Semakin banyak kiriman, semakin untung. 

Kalau ritme transaksinya bisa mencapai empat sampai lima kali dalam sebulan, laba bulanannya bisa mencapai jutaan rupiah. Setidaknya lumayan untuk tambahan bagi mahasiswa.

Tapi, yang namanya bisnis, meski terlihat sederhana, tetap ada risiko. Pertama ketika batch tidak terpenuhi sementara kargo tetap mengenakan biaya minimum. Misalnya tidak sampai 10 kilogram (ini batas paling kecil di biaya kargo). Pengusaha jastip akan sering menghadapi risiko ini.

Sebab, kalau cuma dapat di bawah 10 kilogram, jatuhnya bisa jadi rugi. Bahkan di atas 10 kilogram saja marginnya masih sangat kecil. 

Kedua, perubahan tarif dan jadwal pengiriman. Ada beberapa hal yang mempengaruhi keterlambatan. Misalnya, perubahan jadwal kapal, kemacetan pengiriman, dan bencana alam. 

Ketiga, gagal bayar atau lambat tebus. Ini terjadi ketika barang yang sudah tiba di titik tujuan tapi yang membeli tidak segera mengambil. Tentu kondisi seperti ini bikin arus kas jadi terganggu.

Keempat, risiko kehilangan atau kerusakan barang. Bagi bisnis yang basisnya komunitas, memahami risiko ini sangat penting. Ini bukan hanya masalah uang, tapi reputasi. Sekali saja rugi, isu tersebut akan tersebar di circle pelanggan sehingga jastip bisa berpotensi sepi.

BACA JUGA: Jual Beli Bagasi Pesawat, Bisnis yang Dilirik para Perantau Luar Negeri. Untungnya Bisa buat Ongkos Pulang ke Tanah Air!

Yang perlu kamu siapkan kalau mau merintis usaha jastip

Oleh karena itu, ketika ingin menjalankan bisnis jastip, kamu harus memahami beberapa syaratnya. Pertama, pengelola jastip harus punya basis relasi yang luas terutama di sesama perantau. Tujuannya supaya punya pelanggan yang jelas sejak awal. 

Kedua, punya kemampuan pencatatan yang rapi. Mulai dari soal nama pengirim, nomor penerima, berat barang, tarif, hingga status pembayaran. Kamu harus punya manajemen administrasi yang bagus.

Ketiga, punya term and condition yang jelas dan konsisten. Mulai dari apa saja barang yang boleh dikirim, kapan closing order-nya, bagaimana mensiasati ketika barang telat diambil (karena ini mengganggu arus kas), mitigasi komplain, serta kompensasi dan tanggung jawab ketika barang telat sampai atau bahkan rusak.

Ingat, bisnis jastip adalah bisnis kepercayaan yang lahir dari kebutuhan komunitas yang begitu guyub dan saling bergantung. Mahasiswa yang menjalankannya tentu tidak sekadar mengirimkan barang dengan tarif yang lebih murah, tapi juga menawarkan kemudahan, kedekatan, dan rasa aman.

Ingat baik-baik soal kepercayaan dan reputasi. Sebab dalam bisnis ini, keuntungan memang penting, tapi yang paling penting untuk dijaga adalah kepercayaan.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit dan kisah inspirasi lainnya di rubrik finansial anak muda bernama CUAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 April 2026 oleh

Tags: bisnis jastipcara memulai bisnis jastipfloresjasa titipjastipjastip fashionjastip floresjastip jogjajastip kosmetikjastip kulinermahasiswa flores
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO
Sehari-hari

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Tidak Ada Jalan Lurus di Jalur Bus Flores Mataram MOJOK.CO
Otomojok

Tidak Ada Jalan Lurus di Jalur Bus Flores-Mataram

31 Juli 2023
Esai

Ibukota Pindah sih Boleh-boleh aja Pak Jokowi, Asal Jangan ke Flores Tapi

1 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026
cut off pertemanan. MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.