Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
9 Juni 2026
A A
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memahami perbedaan harga minyak jelantah

Cukup lama saya mengamati dinamika ide usaha ini. Salah satunya dengan mencatat penuturan pengepul. Berdasarkan pengamatan itu, saya menemukan bahwa di lapangan, ada perbedaan harga minyak jelantah antara harga pengepul, dengan harga aggregator.

Pertamina misalnya, dalam banyak pemberitaan, memberikan insentif mulai dari Rp.6000/liter minyak jelantah. Meski seperti yang saya bilang, tarif tersebut bisa berubah karena fluktuasi harganya tinggi.

Iklan

Tapi di sisi lain, ada beberapa pengepul yang justru berani membeli minyak jelantah dengan harga di atas Rp7.000, bahkan ada yang Rp10.000 per liter. Harga yang lebih mahal dari Pertamina sendiri. 

Lalu saya bertanya-tanya, bukankah si pengepul tersebut juga tetap menyetorkannya ke Pertamina? Artinya, mereka membeli minyak jelantah dengan harga yang lebih mahal, lalu menjualnya dengan harga murah ke Pertamina. Bukankah itu malah rugi? Ide usaha macam apa ini?

Setelah menelusuri, ternyata ada perbedaan skema transaksi antara Pertamina ke masyarakat umum, dengan Pertamina ke pengepul. Jadi, angka Rp6.000-an dari Pertamina melalui beberapa titik yang mereka sediakan adalah angka yang disederhanakan untuk memudahkan masyarakat.

Di sisi lain, bila dengan pengepul, maka transaksinya sudah B2B, yang basisnya setoran jelantahnya sudah skala besar. Mulai dari per drum, pickup rutin, dan volume yang besar. Dari aspek mekanisme transaksi, juga umumnya Pertamina memberlakukan kontrak, volume minimum, termin, dan lain sebagainya.

Model bisnis minyak jelantah

Kemudian, kita masuk pada pembahasan mengenai model bisnis agar paham seperti apa peluangnya. Mulai dari micro collector, yang biasanya bergerak dengan rute yang sederhana. Mereka akan mengambil dari rumah tetangga, kenalan, warung, dan satu-dua institusi kenalannya.

Mereka mengumpulkan minyak jelantah di kisaran 50 sampai 70 liter setiap minggunya. Tante saya termasuk yang ini.

Para pengepul awal biasanya melakukan ini. Tantangannya tentu adalah membangun kepercayaan, langganan, dan memetakan rute supaya tidak habis di ongkos mengumpulkan.

Selanjutnya adalah pengepul skala menengah, yang sudah mulai punya gudang dan drum yang bisa menampung hingga ratusan liter. Pengepul juga punya alat penyaringan untuk mengontrol kualitas dari minyak jelantah. Para pengepul inilah yang jadi tempat setor minyak yang sudah dikumpulkan oleh micro collector. 

Sudah mulai tertarik dengan ide usaha? Belum? Tunggu sampai kamu membaca keuntungan dari ide usaha ini.

Gambaran keuntungan ide usaha ini

Ada dua skenario untuk mendapatkan minyak jelantah kalau kamu memposisikan diri sebagai micro collector. Pertama, mendapatkannya secara gratis. Kedua, dengan membeli. Sangat beruntung kalau ada yang ngasih secara cuma-cuma. Namun, ada yang tetap minta dibayar. 

Tarif awal yang umum dari sumber awal adalah Rp2.500 sampai Rp3.000 per liter. Mengapa jauh lebih murah daripada ke pengepul menengah? Sebab di sini micro collector menyediakan jasa penjemputan dan tidak membatasi spesifikasi minyak jelantah.

Setelah itu, micro collector menyetorkan ke ke pengepul menengah dengan harga setor/jual minimal Rp7.000/liter. Maka, marginnya Rp4.000 sampai Rp4.500/liter. Kalau per minggu volume minyak dapat 50 liter, laba kotor kira-kira Rp200 sampai 225 ribu/minggu atau sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta/bulan. Lumayan untuk ide usaha kecil-kecilan.

Iklan

Kalau sesekali harga ke pengepulnya bisa mencapai Rp10.000/liter, marginnya makin besar, misalnya jadi Rp7.000 sampai Rp7.500/liter. Maka, laba kotornya bisa naik menjadi Rp350 sampai Rp375 ribu/minggu (± Rp1,5–Rp1,6 juta/bulan). Itu estimasi ketika 50 liter, angkanya bisa bertambah apabila dalam seminggu bisa mengumpulkan 100 liter.

Catatan penting terkait uang

Dari sini, setidaknya kamu harus memahami dua hal. Pertama, perhitungan di atas masih laba kotor. Tentu realitanya, laba bersih akan sangat dipengaruhi oleh faktor biaya rute (bensin dan waktu), biaya wadah, dan risiko kualitasnya.

Kedua, pola ide usaha dari minyak jelantah ini kelihatan biasa saja, tapi potensial. Sebab keuntungannya datang dari konsistensi volume tiap pekannya. Di angka 50 liter per minggu saja, usaha ini sudah bisa jadi ide usaha dan tambahan pendapatan yang cukup menggiurkan. Tentu akan jauh lebih menguntungkan ketika volume minyak yang naik hingga ratusan liter per minggu.

BACA JUGA: 4 Ide Bisnis Mahasiswa yang Kelihatan Sepele padahal Cuannya Nggak Bisa Dianggap Remeh

Tips untuk pemula jika mau mewujudkan ide usaha minyak jelantah

Bagi pemula yang ingin memulai ide usaha ini, ada beberapa hal yang perlu kamu catat. Dari sisi alat, minimal punya jerigen 20 sampai 25 liter, corong, saringan kain/mesh, label penanda tanggal dan sumber, serta ruang penyimpanan yang aman (tidak bocor dan tidak kehujanan). Kalau ada timbangan jauh lebih baik.

Dari sisi SOP kualitas, jaga agar minyak jelantah tidak tercampur dengan zat atau cairan, seperti air, tanah, atau lainnya. Sebab, jelantah yang sudah tercampur akan mengurangi kualitasnya.

Kemudian, dari sisi relasi, micro collector perlu menjalin komunikasi dengan warung makan, toko roti, dan institusi yang punya karyawan banyak seperti rumah sakit. Manfaatkan sumber dari rumah tangga yang berasal dari lingkungan sekitar. Jalin saja kerja sama dengan RT/RW setempat agar mempermudah titik pengambilan.

Sekali lagi, ide usaha pengepul minyak jelantah ini memang butuh konsistensi. Nggak masalah memulainya dari mengumpulkan dengan volume yang kecil. Asal tetap konsisten dan tidak memaksakan diri harus mengumpulkan dari seluruh penjuru daerah. 

Jangkau saja sumber-sumber yang dekat. Sebab, jika mengelolanya dengan baik dan persisten, ide usaha ini bisa jadi pintu untuk membawa seseorang pada usaha yang lebih besar. Ingat, jangan kejar semua titik, apalagi se-kabupaten, sebab yang terkumpul bukan jelantahnya, malah capeknya. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang: Banyak Potensi Usaha Dengan Modal Terjangkau dan ide usaha inspiratif lainnya di rubrik CUAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2026 oleh

Tags: bisnis skala kecilcuanide bisniside usahajelantahminyak jelantahPertaminarekomendasi bisnisusaha rumahan
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO
Cuan

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.