Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Mop

Saya di Dalam, Nyamuk di Luar

Muhammad Fajrin oleh Muhammad Fajrin
12 September 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bahasa Indonesianya Boco’

Kaco’ baru datang dari Mandar ke Yogya untuk kuliah. Tapi, sudah seminggu ia tidak nyenyak tidur. Gara-garanya adalah soal boco’.

Di kampung Kaco’ sudah biasa tidur pakai boco’. Di Asrama Todilaling yang didiami mahasiswa Polewali Mandar di Yogya memang tidak ada nyamuk, tapi namanya kebiasaan, kalau tak ada barang itu tetap susah tidur rasanya. Jadi kita tahu ya, besok-besok tak akan mungkin Kaco’ bergabung dengan kelompok mahasiswa pencinta alam ….

Karena sudah tak tahan kurang tidur, Kaco’ bertanyalah kepada Raopun, seniornya di asrama, di mana toko yang jual boco’ di Yogya. Setelah mendapat informasi dari Raopun, siang itu berangkatlah Kaco’ ke satu toko kain di Malioboro.

Di muka kasir dia berkata, “Mas, saya mau beli.”

“Beli apa?”

Nah, di sini Kaco’ baru sadar: dia tidak tahu bahasa Indonesianya boco’. Mampus ….

Dia terdiam lama sampai mas kasir heran, orang ini mau beli barang betulan atau cuma mau kasih kabar dia mau beli barang. Setelah pikir-pikir lama, akhirnya keluar juga jawaban Kaco’.

“Itu, Mas … barang yang gantung sana gantung sini, saya di dalam, nyamuk di luar ….”

Sekarang gantian si kasir yang berpikir keras. Pembaca ada yang bisa tebak, barang apa yang dimaksud Kaco’?

 

Tengkyu Kalian Semua!

Ini masih soal Kaco’ pergi berbelanja di Yogya. Mengingat acara beli boco’ sendiri itu gagal sampai dia harus menelepon Raopun untuk datang, kali ini ia belanja bersama Raopun membeli perlengkapan ospek.

Sampai barang dibayar, semua berjalan lancar. Pemilik toko dan pegawainya ramah. Mereka dilayani dengan baik. Ketika barang sudah dilunasi semua, kasir dan pegawai lain serentak berujar kencang kepada mereka berdua, “Tengkyu, Maaas. Besok datang lagi!”

Iklan

Kaco’ membalas ujaran itu dengan senyum. Semuanya masih baik-baik saja hingga kemudian keduanya tiba di parkiran. Tahu-tahu muncul pertanyaan dari Kaco’.

“Kak, tengkyu itu apa?”

Sialannya, si Raopun terbit isengnya.

“Itu mereka ngata-ngatain kau anjing, Co’.”

Demi mendengar itu geram sekali hati Kaco’. Orang sudah membeli baik-baik, malah dikatai anjing. Barang belanjaan langsung ia jatuhkan ke tanah dan Kaco’ berlari ke dalam toko untuk berteriak kencang sekali.

“Tengkyuuu kalian semuaaa!!!”

Kali ini Raopun yang ketawa kencang sekali.

 

Mencuri Kambing

Sial bagi Jamil, pada percobaan pertama Jamil mencuri kambing tetangganya di Wonomulyo, Jamil langsung tepergok pemiliknya. Tanpa babibu, langsunglah Jamil digelandang ke kantor polisi beserta barang curian gagalnya: tiga ekor kambing.

Sampai di kantor polisi, dimulailah proses interogasi.

Polisi: Bapak Jamil, tahu kan mencuri itu tidak baik?

Jamil: (Sambil menunduk menjawab lirih) Tahu, Bapak ….

Polisi: Kalau sudah tahu, kenapa Bapak curi kambing tiga ekor?

Jamil: Aku nggak curi tiga, Pak.

Polisi: Aduh, Bapak jangan banyak alasan lagi. Ini buktinya kambing tiga ekor ada di sini.

Jamil: Benar, Pak, aku nggak curi tiga. Aku cuma curi satu, induknya, tapi anaknya dua ikut semua.

Pak Polisi tak tahu harus sedih atau tertawa.

 

Kena Sihir

Setelah lepas dari kantor polisi, Jamil kembali ke kampungnya. Hari-harinya tampak sendu karena ia masih menyesali perbuatannya.

Meski memang sudah berbuat salah, bagaimanapun mamak Jamil kasihan juga melihat anaknya demikian. Maka ia teleponlah paman Jamil di Makassar untuk mengundang Jamil jalan-jalan di kota itu.

Alkisah, dua hari kemudian Jamil sudah di Makassar. Kali ini dia berjalan-jalan sendiri di kota untuk menghibur diri. Tujuannya adalah Mal Ratu Indah kepunyaannya keluarga Jusuf Kalla. Ini akan pengalaman pertama Jamil masuk mal.

Setelah turun dari angkutan, Jamil berjalan ke pintu masuk mal. Di situ ia lihat pintu mal membuka dan menutup sendiri. Pertama kita harus ingat, ini pengalaman pertama Jamil dengan pintu seperti itu. kedua, di kampung Jamil ilmu sihir masih dipercaya. Jadi, tidak usahlah kita heran jika Jamil mengira pintu itu sudah disihir.

Wuih, hebat ini ilmunya! batin Jamil.

Karena Jamil percaya dia ada punya ilmu sihir sedikit-sedikit, nekatlah dia masuk pintu itu. Belum lama Jamil berjalan di dalam mal ketika ia merasa mal itu dingin sekali.

“Aih! Kena saya ini! Kena saya ini!”

Jamil langsung bergegas pergi dari sana untuk menghindar dari sihir mal.

 

Tersesat

Kali ini kisah tentang Fira, kawan sekampung Kaco’ yang juga baru mulai kuliah di Yogya. Baru tiga hari Fira tinggal di asrama, kawan-kawannya langsung mafhum dia punya penyakit panik berlebihan.

Misalnya pada hari itu ketika Fira hendak ke kampus sendiri. Hari-hari sebelumnya memang ia diantar oleh kawan asrama. Sebelum berangkat Raopun sebagai senior yang mengayomi memang ada pesan, “Kalau kau sudah sampai, kasih tahu aku ya, Dek.”

“Iya, Kak.”

Tapi sudah sejam Raopun menunggu, belum juga ada kabar dari Fira. Hatinya mulai tidak tenang. Maka ia teleponlah si Fira. Baru berdering sekali, telepon langsung diangkat.

“Dek, sudah sampai kampuskah?”

“Belum, Kak! Tersesat aku!” jawab Fira panik.

“Eh! Terus di mana kau sekarang?!” Raopun ikut panik.

“Kakak jangan tanya aku! Aku nih lagi bingung!”

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2017 oleh

Tags: polewali mandar
Muhammad Fajrin

Muhammad Fajrin

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026
wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.