Affiliate Shopee dan Affiliate TikTok menjadi salah satu istilah yang sangat populer saat ini. Istilahnya populer dan marak sekali di berbagai macam platform. Tidak hanya istilahnya, orang-orang yang melakukannya, yaitu affiliator, juga sudah menjadi semacam pekerjaan yang sangat menjanjikan. Tidak sedikit orang-orang yang kerjanya jadi affiliator (biasanya di platform Shopee atau TikTok) bisa meraup jutaan rupiah per bulannya.
Affiliate Shopee dan TikTok memang jadi dua hal yang paling menjanjikan saat ini. Dua-duanya bersumber dari dua platform yang sama besar dan kuatnya. Shopee adalah platform marketplace terbesar saat ini, sedangkan TikTok adalah media sosial yang juga punya fitur marketplace. Kerjaannya pun cukup sederhana, hanya mempromosikan produk yang ada di Shopee atau TikTok Shop dengan berbagai bentuk konten.
Saking populernya, banyak pertanyaan yang muncul terkait keduanya, mending affiliate Shopee atau affiliate TikTok?
Apa itu Affiliate Shopee?
Shopee Affiliate adalah program yang memungkinkan pengguna mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk Shopee melalui berbagai media sosial, Shopee Video, atau Shopee Live. Shopee tidak mengharuskan para affiliator hanya menggunakan satu platform. Para affiliator bebas memakai platform apa saja untuk mempromosikan produk.
Cara kerjanya pun sederhana. Setelah mendaftar sebagai affiliator, mereka tinggal memilih produk, membuat konten atau membagikan tautan affiliate, kemudian mendapatkan komisi ketika terjadi pembelian yang memenuhi ketentuan program. Terkait komisi, Shopee juga memiliki Komisi XTRA, yaitu tambahan komisi dari penjual yang mendaftar di Affiliate Marketing Solution (AMS).
Apa itu Affiliate TikTok?
Secara umum, Affiliate TikTok ini sama dengan Shopee. Keduanya sama-sama merupakan program kerja sama atau monetisasi dari TikTok Shop yang memungkinkan pengguna, konten kreator memperoleh komisi dengan cara mempromosikan produk milik penjual atau brand lain. Affiliate TikTok memungkinkan kreator mempromosikan produk melalui konten TikTok dan livestream.
Model ini menarik karena produk bisa muncul langsung dalam pengalaman pengguna ketika mereka sedang menonton konten. TikTok sendiri menjelaskan bahwa TikTok Shop memungkinkan pengguna menemukan dan membeli produk melalui konten, pencarian, dan Tab Shop jika fitur tersebut tersedia. Jadi, pengguna tidak harus keluar dari ekosistem TikTok hanya untuk menemukan produk yang sedang dipromosikan.
Plus minus affiliator Shopee
Salah satu keunggulan Shopee Affiliate adalah tentang fleksibilitasnya. Para affiliator atau kreator tidak harus mengandalkan satu platform untuk mencari pembeli karena link affiliate bisa dipromosikan melalui berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, hingga blog. Untuk kreator yang sudah punya audiens di beberapa platform, model seperti ini cukup menguntungkan karena akan lebih mudah mempromosikannya.
Selain itu, Shopee juga unggul soal komisi. Selain adanya program Komisi XTRA, Shopee memiliki sistem pembayaran komisi yang terjadwal setelah pesanan melewati proses validasi. Jadi, buat affiliator dan kreator yang ingin membangun penghasilan affiliate secara rutin, Shopee punya ekosistem yang cukup fleksibel untuk dikembangkan.
Hanya saja, Affiliate Shopee ini tantangan terbesarnya ada di bagaimana mengajak orang untuk beli. Orang melihat konten yang ada link affiliate, tidak selalu berkenan untuk mengeklik link dan melakukan pembelian. Bahkan ada beberapa orang yang membenci keberadaan para affiliator, karena dirasa mengganggu isi konten yang sebenarnya. Tidak enaknya ya di sini saja, selain soal besaran komisi sekitar 4-10 persen yang secara umum masih di bawah Affiliate Tiktok.
Plus minus jadi affiliator di TikTok
Keunggulan utama Affiliate Tiktok ini soal ekosistem. Video konten hingga marketplace ada di satu platform, tidak perlu keluar masuk. Orang bisa menemukan produk ketika sedang menonton video, sehingga kreator tidak selalu harus mengarahkan mereka keluar dari platform terlebih dahulu. Plus, TikTok bisa jadi platform yang pas untuk para kreator dan affiliator yang memang bermain di video pendek.
Selain itu, TikTok juga memberi peluang bagi akun dengan audiens yang belum terlalu besar. Konten mereka tetap berpeluang besar menjangkau orang-orang di luar pengikut. Lalu TikTok juga punya fitur live stream, yang mana kreator bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli sambil memperkenalkan produk. Soal besaran komisi Affiliate TikTok juga cukup menjanjikan, rata-rata ada di angka 5-20 persen.
Namun, tantangan utama Affiliate TikTok ada di cepatnya arus konten dan video berjalan. Video atau konten yang tidak menarik bisa cepat tenggelam, sehingga kreator perlu terus memikirkan bagaimana cara mempertahankan perhatian penonton. Belum lagi soal aturan video yang makin hari makin banyak, juga makin ketat. Intinya, para kreator dan affiliator harus pintar-pintar bikin konten, lah.
Mending Affiliate Shopee atau TikTok?
Tidak ada jawaban pasti akan pertanyaan di atas. Sebab keduanya punya model yang berbeda. Buat orang-orang yang tidak terbiasa membuat video-video pendek, tapi sudah punya audiens dan punya kemampuan copywriting, Affiliate Shopee mungkin bisa jadi pilihan pas. Tinggal manfaatkan medsos seperti Instagram, X (Twitter), atau Threads, sudah bisa jalan affiliate-nya.
Namun jika terbiasa atau bahkan suka membuat video-video pendek, suka tampil di depan layar, Affiliate TikTok bisa jadi pilihan. Apalagi kalau masih dalam proses merintis, mending pilih Affiliate TikTok saja. Peluang untuk naiknya lebih besar ketimbang Affiliate Shopee. Plus, secara ekosistem TikTok lebih enak, dan tidak ribet.
Kalau masih bingung, jalani saja dua-duanya. Ini bisa jadi strategi yang menarik sekaligus menjanjikan, apalagi kalau memang cari uangnya dengan menjadi affiliator. Misalnya, berangkat dari satu video review produk. Video tersebut bisa dikembangkan menjadi konten TikTok. Video tersebut juga bisa naik ke YouTube Short, lalu script-nya juga bisa jadi unggahan X dan Threads yang mengarahkan pembaca ke produk Shopee. Make sense, kan?
Hal yang terpenting bukan soal platformnya, melainkan rajin atau tidaknya kita dalam bikin konten. Mau jadi affiliator di Shopee atau TikTok, kalau malas bikin konten ya tetap saja tidak dapat apa-apa. Tapi kalau rajin, mau di platform manapun, ya hasilnya akan maksimal.