Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Shopee, Sarangnya Orang-orang Minim Literasi

Jasmine Nadiah Aurin oleh Jasmine Nadiah Aurin
14 November 2020
A A
Flash Sale Shopee Memang Bergerak Lebih Cepat dari Kecepatan Cahaya terminal mojok.co

Flash Sale Shopee Memang Bergerak Lebih Cepat dari Kecepatan Cahaya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Harbolnas alias Hari Belanja Online Nasional 11.11 telah berlangsung beberapa hari kemarin. Acara menghabiskan uang se-nasional dengan diskon besar-besaran dan gratis ongkir ini diadakan oleh sejumlah marketplace. Dilansir dari beberapa situs, marketplace yang turut memeriahkan pesta hedonisme antara lain Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, JD.ID, Zalora, dan Blibli.com. Iklan-iklan berhiaskan wajah artis Korea pun kerap bermunculan di TV seperti Lee Minho dan Stray Kids. Agar terlihat semakin menarik, artis-artis Korea ini “disuruh” berbicara bahasa Indonesia.

Harbolnas memang nggak hanya diadakan pada 11 November, bahkan sebulan sekali pun selalu ada diskon besar-besaran yang diadakan oleh marketplace terutama Shopee, si oren setan yang selalu berhasil menggoyahkan keimanan seseorang dalam menahan hasrat berbelanja. Bagaimana tidak, Shopee dinobatkan sebagai marketplace nomor 1 di Indonesia meski pendirinya bukanlah orang Indonesia. Shopee memang rajin banget ngasih voucher gratis ongkir dan senantiasa menyediakan barang-barang dengan harga miring.

Melihat fenomena hedonisme dan kapitalisme yang mudah sekali ditemukan di marketplace, saya yakin orang yang doyan belanja di Shopee itu antara memang duitnya banyak atau termasuk ke dalam golongan BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita). Nah, seseorang dengan penghasilan berlebih tentu (biasanya) diiringi dengan wawasan yang lumayan mumpuni atau mumpuni banget karena sudah pasti memiliki pekerjaan yang nggak ecek-ecek. Lha iya, bisa belanja banyak begitu dari mana coba uangnya? Kecuali kalau hasil memelihara tuyul atau ngepet tiap malam jumat.

Saya suka gregetan kalau membaca komentar para pembeli yang seenaknya memberi bintang satu, dua, tiga, padahal barang yang diterimanya nggak hancur-hancur banget (bahkan sama sekali masih bagus) atau hanya perkara pengiriman lama karena kurirnya ngaret. Kok, yang disalahin tokonya? Kasihan lho penjualnya, kalau terus-terusan dapat rating rendah bisa kena tegur dari pihak marketplace. Parahnya, pembeli yang pelit bintang itu sudah berpredikat tinggi seperti Gold bahkan Platinum, alias sudah sering sekali berbelanja.

Saya kalau mau membeli sesuatu di marketplace (dalam hal ini Shopee karena saya pakainya cuma itu) pasti selalu membaca deskripsinya baik-baik dari penjual. Kemudian saya melihat reputasi tokonya bagaimana, cara merespons penjual kepada pembeli bagaimana, dan membaca review dari pembeli. Kalau kebanyakan review buruk dan barang diterima dalam kondisi nggak layak terlepas dari kelalaian kurir, ya saya skip dan cari toko lain. Oh iya, voucher gratis ongkir juga sangat memengaruhi keputusan saya untuk membeli barang tersebut. Apalagi kalau ongkir lebih mahal daripada barangnya. Skip banget.

Nah, yang jadi permasalahan dan membuat saya mangkel adalah ketika si penjual sudah menuliskan deskripsinya panjang dan lengkap, tetapi masih ada saja pembeli yang protes. Pembeli melayangkan komentar bernada protes dan ngegas bin barbar yang sebetulnya aksi protes tersebut bernada retorik alias sudah ada jawabannya. Salah sendiri, kenapa nggak baca deskripsinya sampai tuntas, weee. Jadi sudah pasti bukan salah penjual apalagi kurir. Lebih baik cek lagi sebelum jempol mantap untuk terpeleset ke tombol checkout.

Contohnya, ketika saya baru saja membeli meja lipat lesehan untuk keperluan kuliah daring karena pegal jika selalu duduk di kursi belajar. Saya membaca deskripsi barangnya hingga tuntas sebelum memutuskan untuk men-checkout meja lucu tersebut. Salah satu slide menjelaskan bahwa jika ada sedikit “celah” di bagian pinggiran meja, itu adalah hal wajar karena merupakan hasil finishing. Saya membaca komentar para pembeli dan cukup banyak yang memprotes akan hal itu, dikiranya mejanya cacat padahal baik-baik saja, hanya perkara “celah” kecil di pinggiran meja dan sebetulnya nggak mengganggu estetika si meja itu sendiri.

Kemudian ada lagi pembeli yang memberi bintang satu dan menyalahkan penjual karena si pembeli mengira penjual salah memberikan warna. Pada kolom varian tertera warna “grey” alias abu-abu, tetapi si pembeli malah protes, “kok dikirimnya warna abu-abu? Saya kan mintanya grey!1!!1!”

Baca Juga:

Shopee VIP Memberi Ilusi Hemat Belanja, tapi Bisa Membuat Boros Tak Terkira

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

Selain minim literasi, ternyata ada juga orang yang masih minim soal pengetahuan bahasa Inggris begitu dasarnya. Hadeuh. Berarti, kita harus menyalahkan siapa? Haruskah menyalahkan sistem pendidikan di negara ini yang belum begitu efektif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa? Hmmm, saya rasa nggak juga, sih. Kalau ada keinginan untuk belajar, meskipun hidup di bagian pelosok bumi, ilmu pengetahuan akan ketemu dengan sendirinya.

Yah, kalau boleh jujur saya pun pernah asal main checkout barang tanpa membaca deskripsinya secara lengkap terlebih dahulu. Begitu barangnya sampai ke rumah, saya merasa wujud barangnya agak di luar ekspektasi. Namun, saya nggak protes ke penjualnya karena ini murni kesalahan saya sendiri. Untung cuman ikat rambut sepuluh ribuan. Toh untuk apa juga protes hingga marah-marah ke orang lain hanya untuk sebundel ikat rambut? Ini juga jadi pelajaran bagi saya untuk ke depannya agar lebih teliti dalam membaca deskripsi barang di Shopee. Jadilah smart buyer!

BACA JUGA Iklan Shopee Adalah Iklan Paling Menyebalkan dan tulisan Jasmine Nadiah Aurin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: ratingshopee
Jasmine Nadiah Aurin

Jasmine Nadiah Aurin

Suka nulis yang iya-iya.

ArtikelTerkait

Chat ke Dosen Adalah Contoh Pengamalan Tugas Public Relation terminal mojok.co

Tipe-tipe Orang di Open Chat Saat Main Shopee Tanam

17 November 2020
4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026
5 Rekomendasi Online Shop Kebaya Murah untuk Kondangan Sampai Tunangan Terminal Mojok

5 Rekomendasi Online Shop Kebaya Murah untuk Kondangan Sampai Tunangan

13 September 2022
Jualan di TikTok Shop Nggak Lebih Mudah dari Shopee: Udah Diburu Waktu untuk Segera Kirim, tapi Duit Cairnya Super Lama

Jualan di TikTok Shop Nggak Lebih Mudah dari Shopee: Udah Diburu Waktu untuk Segera Kirim, tapi Duit Cairnya Super Lama

16 Juli 2025
kpopers

Dilema Kpopers Antara Tokopedia atau Shopee

14 Oktober 2019
Shopee, Buto Lokapasar yang Telanjur Dicintai Seller

Shopee, Buto Lokapasar yang Telanjur Dicintai Seller

14 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.