rating Archives – Terminal Mojok

Tag: rating

Artikel

Dilema Ngasih Penilaian Performa Pakai Bintang di Platform Online

Taufik

Belanja apa pun (entah jasa atau barang) di platform online sekarang, kita seolah dipaksa untuk menjadi tim penilai untuk toko penjualan.

Artikel

Marketplace Shopee Ternyata Sarangnya Orang-orang Minim Literasi

Jasmine Nadiah Aurin

Shopee rajin ngasih voucher gratis ongkir dan senantiasa menyediakan barang-barang dengan harga miring, sehingga jadi jujukan banyak orang.

Artikel

Rating Sebuah Film Nggak Perlu Dipercaya Sampai Kita Nonton Filmnya Sendiri

Seto Wicaksono

Tiap kali ingin menonton suatu film, saya tidak pernah melihat persentase rating dan menjadikannya sebagai patokan.

Artikel

Alasan Saya Nggak Pernah Mau Ngasih Rating Makanan atau Minuman

Firdaus Al Faqi

Soal makanan dan minuman, apa iya lidah saya ini bisa dijadikan tolok ukur dalam pemberian rating? Kok kayaknya nggak, ya?

Artikel

Alasan Kita Sebaiknya Memberikan Rating dan Review Produk Saat Belanja Online

Avatar

Saya adalah salah satu orang yang gemar sekali memberikan rating dan review setiap kali berbelanja di marketplace.

Artikel

Pengalaman Saya Menjalani Bisnis yang Bergantung Pada Review dan Rating

Dessy Liestiyani

Selama saya berjualan via online ini, bisa dibilang review konsumen sangat berperan dalam mengendalikan usaha saya. Apalagi untuk pelanggan baru.

Featured

Tonight Show dan Rating Televisi yang Menggerogotinya

Gusti Aditya

Tidak tayangnya Tonight Show selama Ramadan karena menurunnya rating dan share mereka belakangan ini. Sedangkan di media online, hasilnya justru sebaliknya.

Featured

Air Matamu Adalah Komoditi bagi Televisi

Gusti Aditya

Semakin sedih sebuah acara televisi, maka semakin menarik.

Featured

Hey Customer Ojol, Driver Grab dan Gojek Itu Bukan Babu!

Eunike Kartini

Kalau ngerasa nggak puas pas order makanan, coba deh pikir ulang dulu gimana kalo kita sendiri yang ke luar kantor. Berapa biaya tambahan yang bakal kita keluarin, belum pekerjaan yang kita tinggal, belum panas-panasan, belum ngantri, belum ina inu lainnya.