Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,261 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Menjadi Pesepak Bola Putri di Kudus di Tengah Tabu dan Larangan Ibu, dari Bocah Desa Biasa Kini Bersiap Main di Singapura
Perjalanan menjadi pesepakbola putri profesional di Kudus. Dari dianggap tabu dan dilarang ibu, hingga jadi kebanggaan keluarga.
Perempatan di Sriharjo Imogiri bikin Ribut Sesama Warga Jogja, Tabrakan Jadi Hal Wajar hingga Pria Penabur Bunga yang Meresahkan
Perempatan di Sriharjo, Imogiri, Bantul, bikin ribut warga Jogja. Di sini tabrakan jadi hal wajar, ditambah ada saja yang berperilaku meresahkan.
Berhenti di Terminal Pati Langsung Disuguhi Kekacauan dan Nasib Nelangsa Orang Pantura yang Bikin Iba
Setiap naik bus dan berhenti di Terminal Pati, langsung disuguhi kekacauan dan nasib pahit orang di pantura yang bikin iba.
Banyak Grup Salawat Tak Paham Bahasa Arab, Salah Kaprah Sandingkan Pujian pada Nabi dengan Sanjungan ke Gus Azmi
Di tengah masyarakat kita, banyak grup salawat yang salah kaprah. Menganggap semua lagu Arab adalah salawat, padahal lagu cinta.
Kudus: Kota Sekecil Itu Berjibaku agar Tak Jadi “Kota Sampah” di Jawa
Tulisan ini menyajikan betapa ngerinya kondisi sampah di Kudus. Sementara masyarakatnya masih ngawur dalam membuang sampah.
Keluar Stasiun Lempuyangan Langsung Disuguhi Ketimpangan Hidup Warga Jogja
Baru keluar dari Stasiun Lempuyangan, para penumpang akan disajikan dengan pemandangan betapa timpangnya kehidupan warga Jogja.
Keluhan dan Keresahan di Balik Apotek K24 yang Buka 24 Jam
Apotek K24 menjadi penyelamat anak kos yang sakit tengah malam. Apotek yang sistemnya kayak warung Madura.
Ruang Publik yang Sadarkan Berpikir Kritis Jadi Solusi atas Gejala Pembusukan Otak
Keberadaan ruang publik yang menyuntikkan kesadaran berpikir kritis kini menjadi vital menyusul era digital yang pelan-pelan membuat orang mengalami pembusukan otak.