Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,261 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Festival HAM 2024 Bukan Sekadar Selebrasi, Buah Manis 10 Tahun Upaya Menciptakan Ruang Aman dan Inklusif di Daerah
Festival HAM 2024 oleh Komnas HAM, INFID, KSP dan Pemkot Bitung bukan hanya sekadar selebrasi formalitas belaka.
Muhammadiyah Sebenarnya Tak Butuh Tambang seperti PBNU, tapi Tetap Ambil karena Beda Cara Mengelola
Muhammadiyah sebenarnya tak butuh tambang seperti PBNU, tapi tetap diambil karena punya cara kelola yang berbeda.
Keresahan Anggota Silat SH Winongo, Cuma Ingin Damai tapi Terpancing Rusuh dengan PSHT yang Mengaku Setia Hati Paling Tua
Anggota perguruan silat SH Winongo merasa lelah dan resah karena kerap berseteru dengan PSHT karena merasa paling tua.
Pacet Mojokerto Banyak Berubah hingga Membuat Resah, Tak Ayem Lagi untuk Ditinggali
Pacet Mojokerto dulu jadi salah satu tempat pensiun di Jawa Timur karena banyak wisata, tapi kini malah kena stigma.
Gedung Tua Surabaya Berusia 147 Tahun Diromantisasi Lagi, Saksi Pahit di Kota Pahlawan Sejak 1877
Gedung tua SIOLA di Jalan Tunjungan punya museum untuk romantisasi Surabaya, sejak 1877 jadi saksi kegagalan banyak orang.
Club: Air Minum Underrated Andalan Perantau di Surabaya, Merek Ternama Kalah Pamor
Club jadi air minum andalan di warung Madura dan bagi perantau miskin di Surabaya karena murah dan menyegarkan.
Kegoblokan saat Merantau di Cikarang: Gaji Kecil Ludes buat Hidupi Preman, Selalu Bohongi Ibu yang Butuh Kiriman
Kegoblokan saat merantau di Cikarang, gaji kecil di bawah UMR malah ludes buat hidupi preman, ujungnya bernasib tragis,
Suara-suara dari Bawah yang Tak Terdengar oleh Petinggi Muhammadiyah, Tolak Tambang malah Dicap Radikal
Suara-suara dari bawah yang tak terdengar ke Muhammadiyah ketika dalam persimpangan susul PBNU urus tambang.