Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Kecewa dengan Rumah Makan Ayam Legendaris di Solo, Sudah Setengah Abad Berdiri tapi Baru Sekarang Kasih Tahu kalau Menunya Non-Halal
Umat muslim yang pernah makan di rumah makan ayam goreng legendaris Solo merasa tertipu. Setengah abad berdiri, tapi kebenarannya baru terungkap sekarang.
Kampus di Bawah Kementerian Pertahanan Tak Membuat Saya Menyesal Melepas Beasiswa S2 dari UGM buat Jadi Dosen
Alumni Universitas Pertahanan RI nggak hanya berkiprah di bidang militer. Ada yang rela melepas beasiswanya di UGM demi menjadi dosen.
Meninggalkan Mimpi Jadi Pendeta dan Memilih Jadi Guru, Setelah Lulus Kuliah Prosesnya Malah Lebih Rumit
Seorang sarjana pendidikan kristen IAKN Palangka Raya sempat menyesal tak jadi pendeta, karena setelah lulus malah sulit jadi guru.
Kala Matahari Store “Tenggelam”, Di mana Lagi Sebuah Keluarga Bisa Beli Baju Lebaran?
Budaya belanja online bikin Matahari Store tutup puluhan gerai. Benarkah fenomena itu jadi tanda pusat belanja tersebut tenggelam?
Nekat Merantau dari Jakarta ke Solo untuk Bangun Usaha Sendiri, Kini Hidup Jauh Lebih Tenang dengan Gaji Berkecukupan
Tak tahan kerja dan tinggal di Jakarta, pemuda ini putuskan buka usaha sendiri di Solo. Usahanya pun sukses bangkitkan ekonomi warga.
Kenikmatan Ngekos Dekat Kampus UII, Cocok untuk Slow Living di Jogja dan Lebih Hemat Biaya
Sebuah wisma di Kaliurang, Sleman cocok untuk perantau, mahasiswa, pekerja, yang ingin ngekos dengan budget murah dan penghuni kos yang nggak resek.
Pengalaman Pertama Orang Indonesia Pindah ke Bordertown, Malah bikin Syok karena Melbourne Lebih Menjanjikan
Melbourne masih menjadi opsi terbaik bagi pekerja Indonesia, karena lebih indah daripada Bordertown yang seperti “kota mati”.
Pengusaha di Jogja Nggak Berani Pamer dan Terkesan Slow Living, padahal Bisa Ngalahin Orang Jakarta
Para investor melihat peluang pelaku usaha di Jogja nggak kalah dari Jakarta. Tetap layak menyandang brand Jogja Istimewa.