Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana
Saat Festival Dandangan Kudus menghasilkan banyak cuan, jangan lupa ada masalah sampah yang menghantui.
Menemukan Hal Baru di Festival Dandangan Kudus 2026 setelah Ratusan Tahun, Tak Sekadar Kulineran dan Perayaan Sambut Ramadan
Festival Dandangan Kudus tahun ini membawa misi baru, selain sebagai denyut perekonomian warga.
Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT
Bagi tunadaksa ini, hidup terlalu keras sejak dia dilahirkan. Namun, perkuliahan di UT telah membuka jalan untuknya ke arah yang lebih baik.
Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
Pasar Wage Jangkang bukan sekadar pasar hewan, ia juga menjual jajanan tradisional, klitikan, hingga gerobak sapi hias.
Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
Di balik pesan terakhir siswa di NTT yang mengakhiri hidup. Tak hanya menyebabkan trauma bagi sang ibu, tapi tamparan untuk kita semua.
Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
Diana lolos jadi mahasiswa FKG Unair lewat Golden Ticket. Lebih nyantai saat teman-temannya pusing dengan SNBP.
Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah adalah kawasan kaya budaya, tapi tak cocok untuk slow living.
Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
Pesan moral di balik film “Surat untuk Masa Mudaku”, tentang orang-orang kesepian yang berdamai dengan kematian.