Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kalau Sayang, Kenapa Ngasih Kejutan Ulang Tahun yang Jadi Malapetaka?

Audian Laili oleh Audian Laili
30 Juli 2019
A A
ilustrasi 4 Cara Terburuk Merayakan Ulang Tahun mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dengan dalih sebagai bentuk perhatian, memberikan kejutan ulang tahun tanpa pakai kewarasan, justru jadi duka dan malapetaka.

Saat SD dulu, setiap kali berulang tahun saya selalu berharap mendapatkan perhatian dari teman-teman saya. Menurut saya, itu adalah “hari raya saya”, sehingga sudah sepantasnya teman-teman mencurahkan kebaikannya pada saya. Bagi saya, ucapan dari mereka dan berbagai bingkisan yang disempatkan untuk disiapkan untuk saya adalah suatu hal yang sungguh penting.

Jumlah kado yang saya dapatkan—apa pun wujudnya—adalah bukti untuk mengklasifikasi: Mana teman dekat, mana yang tidak pengin dianggap dekat. Tidak hanya itu, bahkan saya diam-diam berharap perhatian itu berbentuk surprise dengan disiram air, tepung, atau bonus telur.

Bagi diri saya yang masih belum genap 11 tahun itu, kejutan ulang tahun tersebut adalah bentuk perhatian tertinggi dari teman-teman saya. Pasalnya, mereka sudah meluangkan waktu, merelakan sebagian uang jajannya, dan rela mengatur siasat dengan teman lainnya supaya kejutan ulang tahun tersebut berhasil.

Sebaliknya, kalau saya tidak mendapatkan “kejutan bodoh” tersebut, saya merasa tidak terlalu disayangi. Ada rasa hampa di hari yang harusnya menjadi spesial itu, saya tidak dispesialkan.

Ta… tapi… waktu berlalu dan ternyata anggapan saya salah. Justru tanpa ada kejutan ulang tahun yang aneh-aneh, itu adalah wujud sayang dan perhatian sebenar-benarnya teman-teman pada saya.

Bagaimana tidak? Nggak sedikit cerita tentang kejutan ulang tahun pada teman malah berakhir dengan tragis. Maksud saya, bukannya bikin yang berulang tahun bahagia, justru menderita.

Lihat saja beberapa kisah yang diceritakan di sini.

https://twitter.com/bbygemzin/status/1155693206706671621

Kira-kira apa yang ada di otak mereka dengan memberi kejutan ulang tahun dengan sebegitu bodohnya? Menggunakan telur busuk hingga mata terluka, masukin cairan spirtus ke botol pepsi, atau memasukkan cairan kimia ke minuman hingga bikin lambung berlubang atau organ bagian dalamnya melepuh. Padahal sudah jelas yang namanya bahan-bahan kimia seperti pembersih lantai atau kamar mandi itu berbahaya kalau dikonsumsi? Kan kejutan kayak gini, gblk, yak?

Saya sama sekali tak melihat ada wujud perhatian di dalamnya. Yang ada hanyalah tingkah sok asyik dan sok jenius untuk mengerjai orang lain yang berakhir dengan… cacat seumur hidup.

Bukankah seharusnya di hari kelahiran teman, kita membantunya untuk merasa kalau dirinya istimewa? Lalu mengapresiasinya karena telah bersedia bertahan hidup dengan berbagai persoalan yang tidak mudah. Akan tetapi, kenapa justru kita memberikan duka tepat di hari ulang tahunnya?

Ah, mungkin memang benar, tidak diperhatikan saat ulang tahun adalah wujud perhatian itu sendiri.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2019 oleh

Tags: cacathari bahagiakejutan ulang tahunsurprise
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

5 Skenario Kejutan Ulang Tahun yang Superbasi dan Gampang Ketebak MOJOK.CO
List

5 Skenario Kejutan Ulang Tahun yang Superbasi dan Gampang Ketebak

10 Maret 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.