• 11
    Shares

MOJOK.CO – Ada beberapa hal yang harus disyukuri sebab kita jadi bisa bertemu dengan penemuan penting yang life-changing.

Seseorang bijak pernah menyebut bahwa kunci hidup bahagia adalah mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Seringnya, hal-hal yang menjadi target syukur kita adalah sesuatu yang terlihat jelas: orang tua, sahabat, buku diary, akun motivasi di Twitter, kalung dari pacar yang lagi LDR, dan lain sebagainya. Namun pertanyaannya, sudahkah kita (hah, kita???) benar-benar mensyukuri apa yang kita punya???

Usut punya usut (nggak tahu siapa yang ngusut), ada banyak hal di dunia ini yang tak kalah berharganya bagi hidup kita, tapi menerima sangat sedikit apresiasi. Proses kemunculan hal-hal ini harusnya disyukuri dalam-dalam sebab kita jadi bisa bertemu dengan penemuan penting yang life-changing, misalnya:

1. Pembalut

Ya, ladies, ya: tanpa pembalut, kita bisa apa???

Perut kita bisa saja sakit dan nyeri tiap datang bulan. Minuman pereda nyeri sampai botol berisi air hangat mungkin menjadi andalan untuk meredakan sakit yang naudzubillahimindzalik itu. Tapi, tanpa penemuan penting pembalut, kita bisa apa??? Situ mau kotoran dari tubuh yang berdarah-darah itu keluar begitu saja dan tembus di mana-mana tanpa ditahan suatu apa pun???

Jadi, yah, terima kasih, Pembalut. Berkatmu, kami jadi tak perlu khawatir lagi bakal ndlewer-ndlewer kapan pun, di mana pun.

2. Cukuran Kumis

Beberapa orang mungkin menyukai kumis panjang, tapi beberapa orang tidak. Hal inilah yang kemudian mendasari perlunya kita (hah, kita???) berterima kasih pada suatu alat sederhana yang serbaguna: cukuran kumis.

Baca juga:  Jangan Mikir Jodoh Melulu, Sahabat Perempuan Juga Bisa Jadi Soulmate-mu

Berkat penemuan penting yang satu ini, kita bisa segera menjaga penampilan lebih klimis dan mulus tanpa bulu. Coba bayangkan: kalau tak ada cukuran kumis, kita mau cukuran pakai apa biar lebih rapi dan merata??? Gunting??? Atau dicabutin satu-satu??? Hih.

Jadi, terima kasih, Cukuran Kumis. Berkatmu, kami semua tak harus berkumis lebat seperti Santa Claus.

3. Ketokan Kuku

Konon, kuku yang panjang adalah tempat kesukaan setan. Karena itu, kita pun bergegas ingin memotong kuku yang panjangnya kira-kira sudah bisa dipakai menekan tombol menu di televisi padahal kita masih tiduran di kasur. Nah, permasalahannya, benda apa yang bisa membantu kita untuk mencukur, eh memotong kuku???

Ya, benar, Saudara-saudara, benda ini—tak lain dan tak bukan—adalah ketokan kuku!!!1!!!1!!!

Tanpa ketokan kuku, banyak hal akan susah untuk kita lakukan tanpa bergidik ngeri. Seandainya kuku kita panjang dan kita ingin ngupil, coba bayangkan berapa banyak upil-upil yang nyangkut di kuku kita dan meninggalkan bekas??? Bayangkan juga kalau badan kita gata-gatal dan kita menggaruknya secara refleks: tidakkah lapisan kulit jadi sedikit lecet saking tajamnya kuku kita.

Jadi, terima kasih banyak, Ketokan Kuku. Berkatmu, tidak ada yang nyangkut selagi kami membersihkan diri selepas buang air besar.

4. Sikat Gigi

Dalam serial Embarrassing Bodies, seorang pasien pernah disorot karena tak pernah menggosok giginya selama 20 tahun, membuatnya kehilangan 11 gigi dan memiliki tumpukan karang akibat jenis-jenis makanan yang salah. Jay—si pasien itu—mengaku menyesal telah melupakan kesehatan giginya sendiri yang ia anggap remeh.

Baca juga:  5 Kode Ampuh ke Pacar Agar Kalian Cepat Nikah

Padahal, yang Jay perlukan hanya satu: sikat gigi. Eh, dua, ding, sama pasta gigi.

Seandainya Jay rajin membersihkan giginya, mungkin ia tak harus masuk Embarrassing Bodies dan meng-embarrass keadaan giginya sendiri. Seandainya Jay rajin menggosok giginya dengan sikat gigi, mungkin dia bisa mengikuti audisi iklan pasta gigi yang membuatnya mendapatkan uang tambahan untuk beli sikat gigi baru. Sayangnya, Jay harus menunggu 20 tahun untuk menyadari pentingnya fungsi sikat gigi.

Jadi, terima kasih, Sikat Gigi. Berkatmu, makanan-makanan yang nyelip itu bisa terbuang dan napas kita jadi nggak mambu-mambu amat saat bertemu dengan gebetan.

5. Tulang Rusuk

Penemuan penting terakhir yang patut diapresiasi adalah tulang rusuk. Secara sederhana, ini adalah kiasan untuk kata sakral: jodoh.

Ya, ya, ya: setelah menjomblo sekian lama, pertemuan dengan dia yang merupakan pelengkap tulang rusukmu tentu harus diapresiasi. Namun masalahnya, proses menemukan penemuan penting yang satu ini bisa jadi sedikit lebih sulit daripada menemukan ketokan kuku yang tiba-tiba hilang saat dibutuhkan, padahal ia nongol terus saat tidak kita perlukan….