Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Awkarin Jualan Hijab, Apa Bedanya dengan Hijab Lain?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
25 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Karin Novilda, alias Awkarin, menjadi sorotan lantaran keputusannya untuk membuka bisnis hijab di Instagram. Lantas, apa bedanya hijab ala Awkarin dengan hijab-hijab lainnya?

Selebgram yang dikenal dengan masa lalunya sebagai peraih nilai UN tertinggi 2013, Karin Novilda—atau lebih dikenal dengan nama Awkarin—membuat gebrakan baru. Setelah ditengarai memiliki kekayaan yang tumpeh-tumpeh mengingat kepopulerannya di jagad dunia maya, Karin kini mulai meniti sebuah bisnis baru di bidang hijab.

Iya, kamu nggak salah baca: Awkarin kini hadir menjual hijab~

Keputusan Karin langsung mendapat sorotan tajam dari para followers. Ada yang menilai bahwa Karin hanya memanfaatkan situasi menjelang bulan puasa, namun ada pula yang mendoakan agar Karin mendapatkan hidayah untuk seterusnya berhijab.

Lantas, apa bedanya hijab ala Karin Novilda jika dibandingkan dengan merek lain?

Sebagai mantan peraih nilai UN tertinggi yang (seharusnya) menunjukkan bahwa otak Karin cukup cair, Karin menunjukkan kelasnya dalam berjualan hijab dengan caraaaaa……

…memperkenalkan nama-nama tumbuhan dan planet kepada khalayak ramai!!!!

*jeng jeng jeng*

Tenang, jangan bingung. Sekarang, ikuti instruksi saya.

  1. Ambil HP.
  2. Buka Instagram.
  3. Klik kolom Search.
  4. Ketik “hallybyawkarin”.
  5. Jika diamati, Karin mengunggah foto produknya dengan format Mo-Hi-Mo, alias Model-Hijab-Model. Maka, cobalah untuk memperhatikan foto-foto yang diletakkan di kolom tengah.

Sebagaimana bakul-bakul  hijab online lainnya, Karin menamakan warna-warna hijabnya dengan nama yang berbeda-beda agar calon pembeli lebih dimudahkan saat akan memilih warna.

Menariknya, untuk varian hijab berbahan katun, Karin memberikan nama yang berkonsep tumbuhan, yaitu poppy, carnation, allysum, lilac, cinnamon, artemisia, dandelion, calla, dan anemone. Tak lupa, di setiap caption-nya, Karin memberikan arti dari masing-masing nama tumbuhan yang dijadikan warna ini. Filosofis abis!

Tapi, apa manfaatnya penamaan tumbuhan ala Karin gini?

Berkat Karin, kini orang-orang tahu bahwa arti dari bunga lilac adalah “cinta pertama”, bukannya “janda”—mentang-mentang warnanya ungu. Berkat Karin pula, bunga carnation, alias anyelir, bisa saja lantas populer untuk diberikan pada kekasih karena maknanya adalah “yang tidak akan terlupakan”.

Singkatnya, Karin yang jualan hijab, tapi kita-kita ini yang dapat panduan makna simbol bunga~

Iklan

Sementara itu, di varian hijab satin, tidak ada filosofi apapun yang diberikan Karin.

Berikut adalah nama seri varian hijab satin silky-nya Karin: earth, mars, titans, pluto, saturn, neptune, venus, mercury, jupiter, dan uranus. Entah apa alasan Karin menggunakan nama-nama yang berbau planet ini untuk mewakili hijab satin silky-nya. Apakah mungkin Karin melakukan cocoklogi dengan menyama-nyamakan kata “satin silky” dan “milky way” sehingga menjadi satin silky way???

Hmm. Anyway, sebagian besar nama warna hijab di varian yang satu ini memang merupakan nama planet dalam tata surya. Tapi, ada dua hal yang mengganjal di mata saya, selain kotoran mata pagi ini saat menulis: pluto dan titans.

Sejak tahun 2006, Pluto telah dinyatakan sebagai planet kerdil dan bukan menjadi bagian dari tata surya bersama 8 planet lainnya karena ia tak memenuhi syarat tertentu sebagai planet.

Terus, kalau titans… Titans itu apa, sih, by the way??? Apakah maksud Karin titans adalah Titan, salah satu satelit planet Saturnus???

Hmm, bisa jadi, mengingat Titan adalah salah satu setting dalam kisah superhero Marvel.

Baiklah, sekarang waktunya kesimpulan~

Dari pendekatan analisis nama-nama warna hijab tadi, bisa kita rangkum perbedaan hijab Awkarin dengan hijab lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Karin memberikan filosofi warna tumbuhan yang dipilihnya. Ini berarti, selain bunga, ia ingin menjadikan hijab sebagai hadiah romantis kepada para wanita, apalagi dengan filosofi-filosofi yang sungguh manis ditulisnya. Romantis syari, gitu~
  2. Meski Pluto kini tidak lagi dinyatakan sebagai planet dan Titan pun hanya sebatas satelit, sepertinya Karin ingin menyampaikan suaranya sendiri: walau dianggap berbeda dan tidak lazim, ia tetap pantas-pantas saja berhijab, bahkan berjualan hijab—bukannya untuk dinyinyirin netizen.

Namanya juga orang cari rezeki, sist~

Yah, makna nomor 2 itu sih bisa kita dapatkan kalau emang titans-nya Karin merujuk pada Titan si Satelit Saturnus. Tapiiii, maknanya tentu akan berbeda kalau ternyata titans tadi sebenarnya merujuk pada The Titans, salah satu band di Indonesia yang…….eh, iya, mereka gimana, sih, kabarnya?

Terakhir diperbarui pada 26 April 2018 oleh

Tags: arti bungaaWkarinhallybyawkarinHijabjualanKarin Novildamarvelplutoselebgram
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO
Esai

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
‘Katanya Pancasila, Tapi Pakai Jilbab Saja Tak Boleh’ - Cerita Pekerja Jakarta yang Dipecat Gara-gara Tak Mau Melepas Hijab.MOJOK.CO
Ragam

‘Katanya Pancasila, Tapi Pakai Jilbab Saja Tak Boleh’ – Cerita Pekerja Jakarta yang Dipecat Gara-gara Tak Mau Melepas Hijab

21 Januari 2025
Paskibraka Lepas Hijab Wujud Tidak Merdeka di Hari Kemerdekaan MOJOK.CO
Esai

Aturan Paskibraka Lepas Hijab Adalah Blunder Paling Bodoh. Paskibraka Tidak Merdeka di Tengah Peringatan Kemerdekaan Itu Sendiri

15 Agustus 2024
she-hulk mojok.co
Hiburan

She-Hulk, Serial Baru dari MCU dengan Komedi yang Ringan Tayang Hari Ini

18 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Realitas Pahit di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan “Dihina” Saat Kumpul Keluarga. MOJOK.CO

Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga

27 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Mahasiswa Malaysia menyesal kuliah di Universitas Islam Negeri di Indonesia. Lulusan UIN mentok gitu-gitu aja MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Malaysia Kuliah di UIN demi Murah, Hadapi Banyak Hal Tak Mutu dan Lulusan UIN yang “Mentok Segitu”

26 Maret 2026
Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.