Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Merasa Sia-Sia di Hadapan Mahasiswa S-1 Indonesia yang Terancam Dapat Nobel

Andhika Gilang oleh Andhika Gilang
3 Januari 2018
A A
nobel-mahasiswa-mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Sebentar lagi kita akan punya peraih Nobel Fisika dan dia masih mahasiswa.”

Beberapa hari terakhir media sosialnya kaum mahasiswa, apalagi kalau bukan Line, cukup ribut akibat seorang peraih medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) asal Universitas Gadjah Mada yang mengkritik karya ilmiah empat mahasiswa Universitas Airlangga yang mendapat dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.

Iklan

Duduk perkara kritik tersebut adalah sebagai berikut.

Sebenarnya, karya mahasiswa UNAIR tersebut telah diikutkan dalam PKM periode 2016-2017, tetapi baru-baru ini saja menjadi viral. Ide yang mereka usung memang sangat tidak biasa dan mungkin di masa depan akan menjadi prestasi Indonesia. Atau kalau gagal, paling tidak jadi “prestasi Indonesia” yang siap di-unboxing oleh Mojok.

Pihak Unair melalui laman resminya telah memposting artikel tentang penelitian empat mahasiswa tersebut pada pertengahan 2017. Semua pembahasan di tulisan ini mengacu pada artikel tersebut.

Berangkat dari keprihatinan mereka tentang ketahanan energi di Indonesia yang tidak tahan-tahan amat, empat mahasiswa Surabaya tersebut menciptakan alat bernama PIONEER (Spin Magnet Generator). Sebuah alat pembangkit listrik yang diklaim free energy, zero emission, dan portable.

“Alat ini dapat menghasilkan energi listrik lebih besar dari energi masukan yang digunakan sehingga efisiensi penggunaan listrik lebih besar,” kata salah seorang penciptanya dalam artikel di laman resmi Unair. Sungguh sebwa karya yang uwuwuwu~

Namun, justru di situ letak masalahnya. Mereka dikritik karena klaim tersebut dianggap berlebihan dan tidak masuk akal.

Bagi pembaca yang tidak menggeluti bidang ini tentu akan menganggap klaim mereka mengagumkan. Namun, bagi kami yang belajar fisika dan termodinamika, omongan mereka membuat kami garuk-garuk kepala. Termasuk saya, mahasiswa Teknik Kimia yang karena alat tersebut, merasa hari-hari saya di bangku kuliah terasa sia-sia.

Kita mulai dengan klaim “dapat menghasilkan energi listrik lebih besar dari energi masukan”. Intinya, klaim tersebut melanggar Hukum I Termodinamika yang singkatnya mengatakan: energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.

Anda bingung? Santai. Saya saja baru bisa memahami hukum itu setelah belajar dua semester.

Sederhananya, apabila kita memasukkan energi dengan jumlah tertentu, paling mentok kita akan mendapat energi keluaran sama dengan jumlah energi masukan. Tidak mungkin lebih besar atau lebih banyak. Itu sama dengan ilustrasi ketika kita membuat roti dengan bahan seberat 2 kilogram, berat roti yang kita hasilkan pun tidak akan lebih dari 2 kilo. Dengan catatan, roti tersebut kita buat dengan efisiensi maksimal.

Penyimpangan kedua adalah tentang zero emission yang terkait dengan efisiensi alat. Namun, sebelum tambah bingung, sebaiknya kita pahami dahulu apa itu efisiensi.

Jika kita membuat roti dengan bahan seberat 2 kilo dan menghasilkan roti seberat 2 kilo, artinya efisiensinya maksimal, sebesar 100% dengan emisi 0%. Jika kita membuat roti dengan bahan seberat 2 kilo dan tidak menghasilkan roti apa pun, artinya efisiensinya minimal, sebesar 0% dengan emisi 100%.

Itulah mengapa dengan bahan 2 kilo kita tidak mungkin menghasilkan roti dengan berat melebihi 2 kilo. Sebab, mustahil efisiensi melebihi 100%.

Klaim tentang zero emission secara tidak langsung mengatakan bahwa alat PIONEER ini berjalan sempurna dengan efisiensi 100%. Klaim ini menyimpang dari kenyataan bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan yang dituliskan melalui Hukum II Termodinamika yang intinya bilang, efisiensi tidak mungkin mencapai 100%.

Hukum II Ternodinamika telah dibuktikan oleh Nicolas Léonard Sadi Carnot atau sebut saja Pak Carnot. Dengan konsep mesin panasnya, Pak Carnot menunjukkan bahwa efisiensi maksimal suatu alat tidak mungkin mencapai 100%.

Mesin yang didesain Pak Carnot, walau hanya sebatas konsep, saat ini diakui sebagai mesin paling efisien di muka bumi. Bahkan saking efisiennya, hingga sekarang belum ada yang bisa merangkai wujud mesin Pak Carnot ini.

Iklan

Tentu sebelum empat mahasiswa Unair ini muncul.

Artikel di situs web Unair tentang PIONEER sudah tayang berbulan-bulan dan tampaknya belum ada yang membuka perbincangan mengenai keanehan temuan empat mahasiswa ini. Tentang penulis beritanya, mungkin ia memang mengamini keanehan temuan tersebut, tapi bisa jadi juga dia tidak mengerti Hukum Ternodinamika.

Pertanyaan juga perlu diarahkan ke pihak universitas. Penelitian ini telah diterima dan didanai oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Masak sih dosen pembimbingnya tidak menemukan keanehan ketika membaca proposal penelitian ini? Apakah reviewer Dikti juga tidak sadar? Atau Dikti kecolongan? Atau Dikti mendukung pembuktian kesalahan Hukum Ternodinamika? Apakah Dikti juga termasuk golongan pro-Bumi datar?

Bagi pemeluk aliran ortodoks Termodinamika, klaim alat yang menyalahi hukum-hukum yang mereka percayai tentunya dianggap bidah. Tapi, Thomas Alfa Edison juga dianggap sinting ketika menggagas sebuah bohlam yang menyala. Mungkin saja mahasiswa-mahasiswa pencipta PIONEER tersebut memang berhasil mematahkan hukum-hukum termodinamika yang telah berlaku selama berabad-abad.

Jika memang begitu adanya, tentu mereka layak pergi ke Swedia untuk mendapatkan hadiah Nobel. Sementara kami, harus kembali ke bangku kuliah mengulang enam SKS mata kuliah Termodinamika dan 3 SKS Fisika Dasar.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2018 oleh

Tags: diktihukum ternodinamikaMahasiswanobelpimnaspioneerpkmUGMunairuniversitas airlangga
Andhika Gilang

Andhika Gilang

Artikel Terkait

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
kuis rempah rempah

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.