MOJOK.CORealme C3 vs Redmi Note 8. Dua hape ini bisa dibilang sebagai hape yang direkomendasikan untuk dibeli. Kalau diadu, hape mana yang akan jadi pemenang?

Pada awalnya, saya mengira Realme C3 adalah hape Rp1 jutaan terbaik saat ini. Hingga kemudian harga pasaran Redmi Note 8 berkurang lumayan banyak hingga ada di level yang sama dengan Realme C3. Lantas, mana yang lebih baik?

Realme C3 saya anggap terbaik (pada awalnya) karena price to perform yang luar biasa. Ditenagai prosesor Mediatek Helio G70 serta pengolah grafis Mali-G52, hape ini mendapatkan julukan raja gaming di kelas entry level. Jika ditilik dari skor Antutu saja, Realme C3 mendapat nilai 190 ribuan, kurang lebih setara dengan hape Rp2-3 jutaan.

Julukan itu tidak hadir berdasar klaim semata. Ketika dites untuk bermain game berat macam PUBG, pengaturan grafis yang bisa didapat ada di level high. Kita bisa bermain dengan setingan HD High atau Smooth Ultra tanpa ada drop FPS yang berarti. Sayangnya, karena RAM yang ditawarkan adalah 3GB, hape ini tidak bisa memberikan performa yang lebih baik lagi.

Untungnya, Realme C3 ini memiliki kapasitas baterai 5000mAh yang terbilang awet. Untuk sekali bermain PuBG hingga late game dayanya hanya berkurang di kisaran 5 persen saja. Sementara, jika mau dihitung pemakaian normal, Realme C3 bisa digunakan hingga 2 hari tanpa charge. Ajib, lah, urusan baterai.

Performa baterai yang gila itu, sayangnya, hanya didukung kualitas layar yang biasa-biasa saja. Bermodal layar IPS 6,5 inch dengan kualitas 720p atau HD saja, hape ini tentu bisa menghemat daya dengan lebih baik. Untungnya, kualitas HD di hape ini masih bisa menampilkan kualitas visual yang oke untuk perkara multimedia.

Perkara fitur, ya standar hape Rp1 jutaan. Jangan berharap ada NFC atau fast charging, punya pemindai sidik jari di bodi belakang saja sudah lumayan. Oh ya, untuk pengisian daya hape ini memakan waktu sekitar 3 jam ya.

Baca juga:  Xiaomi Redmi 2 Prime, Penerus Jiwa Pendekar Nokia 3310: Tangguh dan Tahan Banting

Kekurangan utama Realme C3 ini, sialnya, ada di sektor kamera. Walau menggunakan konfigurasi 3 kamera, kualitas yang dihasilkan ya standar-standar saja. Untuk kamera utama dengan resolusi 12 MP, kualitas gambar yang dihasilkan masih lumayan untuk entry level. Perekaman juga bisa sampai 1080p, dengan kualitas biasa dan tanpa stabilisasi, ya.

Sayangnya, dua kamera beresolusi 2MP untuk depth sensor dan macro benar-benar hanya sekadarnya ada. Sementara kamera depan 5MP juga benar-benar standar. Seandainya sektor ini digarap serius, Realme C3 benar-benar bisa menjadi hape Rp1 jutaan terbaik.

Sementara itu, Redmi Note 8 yang hadir sebagai lawan justru menjadikan kamera sebagai jualan utamanya. Bermodal konfigurasi 4 kamera dengan kamera utama beresolusi 48MP, kualitas gambar yang dihasilkan Redmi Note 8 tergolong luar biasa, untuk hape Rp1 jutaan.

Sementara untuk 3 kamera lainnya memiliki resolusi 8MP untuk kamera ultrawide, serta masing-masing 2MP untuk kamera macro dan depth. Kualitas untuk 3 lensa ini standar-standar saja, tapi nggak bisa dibilang jelek juga. Macro lumayan dapat detail, sementara depth-nya agak tidak konsisten.

Untuk perekaman video ya kualitas 1080p yang dihasilkan Redmi Note 8 juga standar-standar saja. Pun kamera depan yang punya resolusi 13MP, tetap tergolong biasa-biasa saja.

Namun, jangan kira hape ini hanya mengandalkan kamera sebagai dagangannya. Hal lain yang menyenangkan dari Redmi Note 8 justru hadir di kebutuhan multimedianya. Bermodal layar IPS 6,3 inch dengan resolusi 1080p atau Full HD, kualitas gambar yang dihasilkan terbilang bagus walau ya bukan Amoled. Selain itu speaker yang dimilikinya juga memberikan suara yang kencang walau agak sember jika volumenya dimaksimalkan.

Untuk urusan gaya, hape ini mungkin bakal menjadi hape Rp1 jutaan terbaik saat ini. Dengan body belakang bermaterial kaca yang dibalut dengan gorilla glass 5, Redmi Note 8 saya kira menjadi hape dengan desain paling kece di kelas ini. Walau ya frame sampingnya masih plastik.

Masuk ke sektor performa, walau kalah dari Realme C3, hape ini tetap asyik untuk digunakan. Bermodal prosesor Qualcomm Snapdragon 665 serta GPU Adreno 610, skor antutu yang dihasilkan ada di kisaran 170 ribuan, kalah tipis dari Realme C3. Sialnya, untuk urusan gaming, ketika main PUBG, pengaturan grafis masih sebatas Smooth High.

Baca juga:  Realme 6 Pro: Jagoan Baru untuk Kelas Menengah

Terakhir, untuk urusan baterai, Redmi Note 8 memiliki kapasitas 4000mAh dengan performa penggunaan yang lumayan irit daya. Sepanjang tidak digunakan untuk aktivitas berat seperti main game, hape ini bisa bertahan dalam pemakaian sekitar 9 jam. Kalau habis ketika sore, tenang saja, pengisian dayanya sudah mendukung fast charging 18W.

Lalu pertanyaannya, mana yang terbaik di antara kedua hape ini?

Jujur, pada awalnya saya mengira akan tetap setia pada Realme C3 sebagai hape entry level terbaik. Baterai besar, performa oke, dan layar lumayan. Mampu mendukung kebutuhan gaming, multimedia, dan aktivitas luar ruangan yang lama. Sayang pada akhirnya saya harus Redmi Note 8, hape yang harusnya ada di level Rp2 jutaan ini, sebagai yang terbaik di entry level.

Betapa pun saya tidak suka MIUI dengan iklannya yang mengganggu, Redmi Note 8 lebih unggul di banyak sisi ketimbang Realme C3. Kualitas layar lebih baik, desain lebih oke, performa yang ngga kalah-kalah amat, dan fitur fast charging lengkap dengan I/O port yang sudah Type C.

Saya kira poin penting i/O port  model Type C menjadi satu kunci penting kenapa lebih baik membeli Redmi Note 8. Dengan harga Rp1,8 juta pada varian 3/32GB, hape ini lebih layak beli ketimbang Realme C3 3/32GB dengan harga Rp1,7 juta. Pada akhirnya, kalau ada uang lebih, ya lebih baik ditambah barang Rp 500 ribu buat beli hape Rp2 jutaan yang saya kira lebih worth it ketimbang yang sejutaan.

BACA JUGA Redmi Note 8 dan Note 8 Pro Sangat Layak Dibeli, Asal Barangnya Tidak Gaib atau ulasan hape lainnya di rubrik KONTER.