MOJOK.CO Pemerintahan Jokowi nggak kuat lawan pandemi, kuatnya menghajar rakyat sendiri. Indira Kalistha meremehkan corona, sama kayak Menteri Jokowi yang bisanya cuma ketawa.

Ketika angka kematian karena corona di Indonesia sudah tembus seribu orang, ternyata masih ada saja orang bebal yang anggap remeh fenomena ini. Indira Kalistha, beauty vlogger, yang ucapannya didengarkan banyak orang, bilang kalau corona itu “B” aja. Ucapan yang bikin saya ingat betapa lembeknya pemerintahan Jokowi.

Argumen yang muntah dari mulut Indira Kalistha mirip sama tuan-tuan wahai di pemerintahan Jokowi di sekitar Februari. “Orang Indonesia kebal corona karena suka makan nasi kucing angkringan,” atau “Corona nggak berani masuk Indonesia karena birokrasi di sini ribet.”

Yang terjadi? Penanganan corona di Indonesia oleh pemerintah menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Ketika curva corona di beberapa negara sudah mulai melandai, curva Indonesia justru sedang menuju puncak gemilang cahaya. Nggak usah ngomong soal bahayanya gelombang kedua corona. Di sini gelombang satu aja nggak selesai-selesai. Mau dirapel aja kayaknya.

Jokowi yang mbulet, ruwet, nggak tegas, berpadu dengan orang-orang di bawahnya yang ikut nggak jelas. Ketika banyak orang mengorbankan waktunya untuk karantina mandiri selama 2 bulan, tiba-tiba orang bisa mudik, atau pulang kampung silakan pakai istilah mana yang kamu suka.

Karantina mandiri itu sudah memakan waktu, uang, tenaga, mental, bahkan nyawa, tetapi pemerintahan Jokowi terbukti nggak berdaya menjaga rakyatnya. Pemerintah nggak kuat sama pandemi, mereka kuatnya menghajar rakyat sendiri.

Ketidaktegasan itu mewujud kepada bacotan Indira Kalistha. “Aku percaya corona itu ada cuma sebenarnya enggak seheboh itu lho. Terkadang tuh masyarakat terlalu gampang ngambil berita padahal mereka enggak cari tahu. Cuma dengar dari satu pihak. Aku tuh tipe yang, ‘corona? B (biasa) aja gitu’,” bacot Indira.

Baca juga:  Memahami Amien Rais yang Tegur Muhammadiyah soal Kebebasan Memilih Saat Pilpres

“Aku jarang pake masker. Kalau sheet mask, aku pakai setiap hari. Kalau masker yang udara-udara gitu aku gak pake, kecuali memang ditegur kayak, ‘Bu bisa pakai maskernya?’ Pakai. Kalau gak ditegur ya kita lepas lagi. Ini napas sayang sayang ditutup-tutup gitu lo, ya. Sesek nih dada juga sesek,” lanjutan bacotan Indira Kalistha.

Selain itu, Indira Kalistha juga nggak mengindahkan imbauan cuci tangan. Habis kontak fisik sama orang, dia langsung makan pakai tangan. Nggak perlu cuci tangan. Jorok banget, sih.

Indira Kalistha ini mirip kayak kerancuan dan ketidakjelasan Jokowi. Mirip juga kayak orang puter balik padahal udah ada rambu larangan putar balik. Kalau disemprit polisi, baru patuh. Kalau polisinya pergi, Indira pasti ngelanggar rambu. “Buat apa patuh sama rambu. B aja. Paling cuma tabrakan kepala bocor,” mungkin gitu suara di dalam kepala Indiria yang terbukti luas karena nggak ada isinya.

Muntahan Indira Kalistha ini juga seperti sikap tega dan nggak menghargai perjuangan petugas kesehatan. Mereka berjibaku di rumah sakit untuk merawat pasien corona. Sengaja mengucilkan diri dari keluarga. Memakai ADP berjam-jam sampai sesak napas. Itu baru sesak napas betulan. Sesak napas Indira itu bukan karena masker, deh. Tapi bulu hidung yang rontok, masuk tenggorokan, dan bikin tersedak aja.

Indira Kalistha saya sarankan menemani Pak Jokowi buat studi banding ke Kerala, negara bagian India. Dua orang ini perlu belajar sama K.K. Shailaja, Menteri Kesehatan Kerala. K.K. Shailaja adalah mantan guru IPA dan seorang sarjana sains. Kerja keras K.K. Shailaja bikin Kerala bisa melawan corona. Achaaa….

Baca juga:  Prabowo Presiden De Facto Itu Benar, Kok Kalian Jahilin Sih

“Melawan epidemi butuh mentalitas ilmiah dan hasrat untuk menyelidik. Takhayul, emosi, dan irasionalitas akan mengagalkan seluruh proses dengan cara membuat putus asa mereka yang berusaha menyelesaikan epidemi secara ilmiah,” jelas K.K. Shailaja.

Kerala, bekerja sama dengan polisi, menerapkan ketegaskan. K.K. Shailaja menjaga supaya kerja keras aktivis dan tenaga kesehatan tidak sia-sia. K.K. Shailaja juga menjaga pengaruh buruk dalam wujud “meremehkan virus” yang sempat dilontarkan oleh Menteri Kesehatan India, Yogi Adityanath.

Sebelumnya, Yogi Adityanath bilang kalau yoga bisa untuk melawan virus karena akan menguragi tingkat stres manusia. Sama bukan, kayak Menteri-menterinya Jokowi yang suka meremehkan. Ya makan nasi angkringan, menganggap corona kayak mobil di Batam, senam TikTok, dan lain sebagainya. Kerja-kerja pemerintahan Indonesia yang sangat tidak bernapaskan sains punya dosa besar kepada ketidakpatuhan warganya.

Ya kayak Indira Kalistha yang meremehkan corona begitu rupa. Ironisnya, Indira Kalistha adalah salah satu influencers yang didekati BNPB untuk bikin dan menyebarkan konten melawan corona. Iya, yang dulu katanya mau disiram 72 miliar itu.

Indira Kalistha kayaknya terlalu fokus “bikin beauty” muka aja. Sayang, hati dan logikanya nggak ikut dipoles biar jadi beauty juga. Sikap menyedihkan dari seseorang yang punya pengaruh besar. Menihilkan kerja keras para petugas kesehatan dan para korban yang kini sudah bersatu dengan bumi. Sama sekali nggak beauty.

BACA JUGA Cara Terjitu Memprediksi Kondisi Negara: Dengarkan Apa yang Dikatakan Jokowi, Lalu Lihat Sebaliknya atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno di rubrik POJOKAN.