Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Hasil Prancis vs Australia: Skor 2-1, VAR Menolong Prancis

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
16 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Laga Prancis vs Australia menjadi bukti bahwa Tim Ayam Jantan memang belum layak masuk ke dalam gugus negara unggulan, meski menang dengan skor 2-1.

Babak pertama laga Prancis vs Australia adalah sebuah pembuktian. Pembuktian betapa Prancis memang layak tidak masuk ke dalam gugus unggulan untuk Piala Dunia 2018. Jika diibaratkan sebuah mobil, Prancis adalah mobil Lamborghini Veneno, menggunakan bensin premium, dan dikendarai di jalanan Jakarta ketika jam pulang kerja. Sebuah kesia-siaan.

Seperti yang sudah diramalkan oleh tim analisis Mojok Institute, Les Blues memang punya komposisi yang sungguh menarik di atas kertas. Laga Prancis vs Australia adalah sebuah gambaran bahwa Didier Deschamps bisa menurunkan dua tim yang berbeda sama kuatnya. Misalnya, menjelang menit ke-70, Deschamps mengganti Griezmann dan Dembele dengan Olivier Giroud dan Nabil Fekir. Namun, sekali lag, itu semua hanya terjadi di atas kertas semata.

Deschamps menggelar skema dasar 4-3-3 dan memasrahkan lini depan kepada trio Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, dan Ousmane Dembele. Sekitar 10 menit di awal pertandingan, ketiganya menunjukkan ancaman yang nyata lewat kecepatan dan aksi individu. Oleh bola ketiganya memang di atas rata-rata pemain Australia.

Sayangnya, seiring jalannya pertandingan, Prancis kehilangan cara untuk masuk ke kotak penalti. Cara bermain tim Ayam Jantan ini menjadi satu dimensi saja, yaitu bermain sebanyak mungkin di sisi lapangan untuk mengeksploitasi kecepatan trio penyerangnya. Lini tengah yang kalah jumlah, tidak kreatif, dan dua bek sayap yang tidak agresif ikut membantu serangan membuat Prancis kehilangan akal ketika mencapai sepertiga akhir lapangan.

Di tengah kebuntuan itu, satu umpan terobosan dari Paul Pogba berhasil dikejar Griezmann. Bek Australia melakukan tekel sambil menjatuhkan diri, menjatuhkan pula Griezmann. Pada awalnya, wasit tak menggubris kejadian itu. Setelah beberapa saat, beliau berlari ke pinggir lapangan. Dikira kebelet kencing, ternyata wasit mengintip layar monitor di pinggir lapangan. Wasit menggunakan bantuan VAR (Video Assistance Referee).

Berkat bantuan VAR, Prancis mendapatkan tembakan penalti. Pemain-pemain Australia melakukan protes. Untungnya mereka pemain Australia. Jika pemain Indonesia, mungkin wasit sudah dipepet, didesak menggunakan dada, sambil kakinya ditendangi.

Griezmann mengeksekusi penalti dengan baik. Skor 1-0 bertahan hingga tidak terlalu lama. Kecerobohan, kebodohan, adalah dua hal yang menbuat Prancis sangat sulit untuk dimasukkan ke dalam gugus unggulan. Satu sepakan bebas Australia dihalau Samuel Umtiti. Bukannya menggunakan kepala, bek Barcelona itu menggunakan kepalan tangannya. Penalti untuk Australia, yang dimaksimalkan dengan apik oleh Mile Jedinak. Skor 1-1.

Skor sama kuat 1-1, yang dilakukan Deschamps kemudian sangat template. Ia memasukkan Giroud dan “berusaha” bermain memanfaatkan tinggi badan striker Chelsea tersebut. Namun, tidak semua akan berjalan sesuai scenario. Ingat, dua bek sayap Prancis bukan bek sayap agresif yang rajin naik membantu serangan menyediakan width. Hasilnya, Prancis tak punya opsi ketika bola sampai di lapangan tengah.

Salah satu kelebihan Giroud yang dimaksimalkan Prancis adalah kemampuannya menyediakan diri sebagai tembok untuk bermain umpan satu-dua sentuhan. Pogba, melihat ruang terbuka di depan kotak penalti dengan Giroud berhasil berdiri di depan bek Australia. Pogba melepaskan umpan datar yang disambut Giroud dengan sentuhan ringan. Bola yang masuk ke kotak penalti dikejar Pogba, yang dikuntit oleh bek Australia.

Dasar sial bagi Australia, bek yang bermaksud menghalau bola dari kaki Pogba justru mengarah masuk ke gawang sendiri. Kiper tak mampu menggapai bola yang melambung itu karena salah posisi berdiri. Gol aneh itu, secara telak seperti mengangkat beban dari pundak pemain-pemain Prancis.

Pada dasarnya, meski mengganti komposisi lini depannya, cara bermain Prancis tidak banyak berubah. Terlihat lebih percaya diri, kelebihan individu Mbappe dan Fekir lebih terlihat. Keduanya bermain sebagai inverted attacker atau pemain dengan kaki dominan diletakkan di posisi berlawanan dari kaki dominan tersebut. Pemain kidal, bermain di kanan, contohnya begitu.

Prancis masih sangat jauh dari level “bermain baik”, untuk tidak dikatakan “bagus”. Satu hal yang pasti, untuk kompetisi pendek, sebuah kemenangan, mau dipetik dengan cara apa saja, nilainya sangat tinggi.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2018 oleh

Tags: Australiagrup c piala duniahasil piala dunia 2018hasil prancis vs australiapiala dunia 2018prancis
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan CEO dan Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya, Kamis, 28 Agustus 2025 MOJOK.CO
Kilas

Gubernur Jateng Dorong Peningkatan Investasi dari Australia

29 Agustus 2025
Dubes Australia Jatuh Cinta dengan Jawa Tengah, Janji Investasi MOJOK.CO
Kilas

Dubes Australia Jatuh Cinta dengan Jawa Tengah, Janji Bawa Investor

13 Agustus 2025
kerja sama indonesia prancis.MOJOK.CO
Sosial

Indonesia-Prancis Teken Kerja Sama Perfilman di Candi Borobudur, Angin Segar Industri Sinema Tanah Air

29 Mei 2025
Melbourne, Australia lebih baik timbang Bordertown. MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Pertama Orang Indonesia Pindah ke Bordertown, Malah bikin Syok karena Melbourne Lebih Menjanjikan

20 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Perfeksionis

Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.