Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Tokoh

Ivan Lanin

Redaksi oleh Redaksi
17 April 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ivan Lanin memang memiliki alasannya sendiri ketika berani mengambil sikap tegas bahwa sebuah kosakata yang sudah tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak dapat dihilangkan/dihapuskan, termasuk makna yang ada dalamnya. Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia ini memang menempatkan bahasa—dalam hal ini kosakata—sebagai bagian dari sejarah. Mengurangi atau menghilangkan entri di dalamnya ibarat menghapus sejarah. “Ada peluang untuk menambahkan atau menyesuaikan sesuatu, tetapi tidak menguranginya. Kita tidak bisa melupakan sejarah,” tegasnya.

Pria berdarah Minang yang lahir di Jakarta ini memang merupakan fenomena unik dalam dunia tata bahasa tanah air. Tidak dibesarkan dalam ranah pendidikan yang berfokus pada linguistik, lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung ini justru lebih dikenal sebagai “polisi bahasa”, meskipun dirinya sendiri secara tegas mengatakan ketidaksukaannya terhadap julukan ini. “Nah, aku enggak suka tuh dijuluki itu,” begitu penegasan pria kelahiran 16 Januari 1975 ini seraya mengernyitkan dahi.

Keresahaan dalam kancah tata bahasa mulai muncul pada tahun 2006 ketika dirinya menulis di Wikipedia Indonesia. Saat proses penulisan itulah dirinya menyadari bahwa keterampilan bahasa Indonesia yang dimilikinya jauh lebih rendah daripada kemampuan bahasa Inggris dan bahasa pemrograman. Tidak terhenti pada keresahan pribadinya, pria yang memiliki nama lengkap Ivan Razela Lanin ini kemudian merasa perlu mengajak masyarakat secara luas untuk lebih peduli dengan bahasa Indonesia.

Menghabiskan setidaknya 6 jam sehari pada hari Sabtu dan Minggu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat terkait ketatabahasaan Indonesia, pemilik akun @ivanlanin di Twitter ini menunjukkan keseriusannya dalam menjalani “jalan pedang linguistik”. Dengan impian yang dapat dikatakan jauh dari kata “fantastis”, salah satu obsesi ayah dari Arka Baskara Lanin ini hanya ingin masyarakat Indonesia mampu membedakan penggunaan di yang dirangkai dan di yang dipisah. “Orang bisa membedakan dua itu, aku sudah bisa berpulang dengan tenang.”

Suami dari Ananda Prilianti ini juga paham benar bahwa bahasa adalah perwujudan budaya manusia. Bahasa Indonesia yang dipetuturkan dari Sabang sampai Merauke oleh beragam suku tentu memiliki pelafalan, penulisan, dan pemahaman yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat perbedaan di dalamnya menjadi hal yang lumrah. Yang terpenting baginya adalah kemampuan untuk menerapkan bahasa secara tertib, contohnya dengan membedakan penerapan bahasa ragam percakapan dengan ragam formal. Pesan pria yang akrab dipanggil Uda Ivan oleh penggemarnya ini adalah, “Berbahasa tidak sekadar mengerti, tetapi juga ketertiban. Mari utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pungkasnya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2018 oleh

Tags: bahasa indonesiaivan laninkamus berjalanKBBIpolisi bahasawikipediawikipediawan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
pramoedya ananta toer.MOJOK.CO
Ragam

Ini yang Terjadi Seandainya Pramoedya Ananta Toer Menjadi Guru Sastra Indonesia

3 Februari 2025
Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO
Esai

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan
Video

M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

6 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle.MOJOK.CO

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle

20 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.