Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Yang Keliru dari Deddy Corbuzier Soal Matematika dan Pengetahuan Dasar

Hasanudin Abdurakhman oleh Hasanudin Abdurakhman
22 November 2019
A A
podcast deddy corbuzier, Yang Keliru Deddy Corbuzier Soal Matematika dan Pengetahuan Dasar
Share on FacebookShare on Twitter

Deddy Corbuzier, entah dalam acara apa, berceramah soal pendidikan. Ia bercerita tentang masa kecilnya, yang menurut dia dia lewati secara salah, karena salah asuhan oleh orang tuanya. Deddy tidak pandai matematika. Untuk mengatasi kekurangan itu orang tuanya memberi dia les matematika. Nilai matematikanya naik, tapi les itu tidak membuat Deddy jadi jago matematika.

Menurut Deddy seharusnya orang tuanya membiarkan dia tidak pandai matematika. Dia tidak pandai matematika karena bakat dia memang bukan di situ. Seharusnya dia diberi les menggambar, yang merupakan bakat dia. “Kalau saya dulu diberi les menggambar, mungkin saya sekarang sudah jadi pelukis hebat,” kata Deddy. Saya juga pernah membaca meme yang dibuat oleh tokoh parenting, yang mengatakan bahwa memberi les matematika kepada anak yang tidak pandai seperti mengasah pisau pada bagian punggungnya.

Benarkah demikian?

Mohon maaf, bahkan seorang tokoh parenting bisa salah paham soal konsep pendidikan dasar. Coba luruskan dulu, matematika apa yang sedang Anda bicarakan? Kalau soal matematika di SD dan SMP, itu soal pendidikan dasar. Materi pendidikan dasar itu adalah hal-hal dasar yang harus dimiliki oleh seseorang untuk hidup sebagai anggota masyarakat.

Itu bukan materi keahlian. Dalam hal keahlian, tentu orang bisa memilih keahlian apa yang akan dia pakai untuk hidup. Tapi pengetahuan dasar itu wajib dimiliki. Kalau orang berpendapat anak boleh tidak paham matematika, bagaimana dia berharap anaknya bisa belanja? Berapa dia harus membayar, dan berapa dia harus menerima kembalian? Itu matematika.

Sama halnya, kita tidak boleh membiarkan anak kita minim pengetahuan sosial. Bayangkan kalau anak Anda sangat jago matematika, tapi tidak tahu fungsi kelurahan. Dia tidak akan hidup normal sebagai anggota masyarakat. Ini berlaku untuk semua jenis pengetahuan lain, seperti pengetahuan alam.

Dalam hal pengetahuan dasar, ada batas minimal yang harus dimiliki anak. Kalau dia belum menguasainya, dia harus dibantu untuk menguasai. Kalau anak Anda tidak bisa berhitung, bantu dia untuk bisa. Jangan katakan bahwa dia tidak usah belajar berhitung, cukup belajar yang lain saja. Sama halnya, kalau anak Anda tidak pandai berbicara atau berkomunikasi, jangan biarkan, dengan alasan “kamu sudah jago matematika, tidak perlu jago bahasa”.

Ingat, ini soal pengetahuan dasar, bukan soal keahlian.

Baca Juga:

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas

Persoalan lain adalah, orang sering salah kaprah soal bisa dan punya nilai bagus. Patokannya bukan nilai tes, tapi apakah dia paham atau tidak. Nah, banyak orang tua yang tidak paham bahwa anaknya tidak paham. Mereka hanya mau tahu berapa nilai anaknya.

Saya mendampingi anak-anak saya belajar sejak mereka masih kecil. Saya tahu di bagian mana mereka masih kesulitan. Saya perbaiki bagian itu. Saya pikirkan cara untuk mengajarinya. Saya selami kebutuhan mereka, saya carikan cara untuk memenuhinya.

Apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang tua saat anaknya tidak bisa matematika? Suruh anaknya les. Orang tua tidak tahu apa masalah anaknya. Mereka tidak tahu kenapa anaknya tidak bisa, dan mereka tidak mau tahu. Itu seperti dokter yang langsung memberi obat pada pasien tanpa memeriksanya. Maaf, itu bukan pendidikan.

Orang-orang yang dididik dengan cara itu tumbuh besar dan dewasa sebagai orang yang tidak cukup pengetahuan dasar. Kelak dia akan mendidik anaknya dengan cara yang sama, kurang pendidikan dasar lagi. Tak heran, ada sangat banyak orang tua yang tak sanggup menghitung penjumlahan pecahan. Kelak anak-anak mereka pun akan begitu.

Nah, hal penting lain adalah, orang tua harus memilah mana yang merupakan pengetahuan dasar, mana yang bukan. Sekolah kita, celakanya, sudah terlalu sarat dengan beban materi pelajaran. Banyak pelajaran yang diberikan kepada anak sebelum waktunya. Ada pula yang sudah bukan lagi wilayah pengetahuan dasar. Karena itu orang tua harus bisa mengenali, dan kemudian memutuskan, di mana batas kebutuhan minimal anaknya.

Apa masalahnya kalau orang tidak punya pengetahuan dasar? Banyak masalah sosial yang timbul. Tidakkah Anda sadar ada begitu banyak orang Indonesia yang tidak sanggup berpikir? Orang tidak punya pengetahuan dasar tentang sejarah percaya saja bahwa Borobudur itu peninggalan Nabi Sulaiman. Orang yang tidak paham ilmu alam bisa dengan mudah dikibuli dengan produk-produk yang diklaim berkhasiat. Yang tidak tahu matematika dan ekonomi dasar, kena kibul investasi bodong. Jangan lupa, pernah ada anak gadis yang nge-twit soal kemungkinan hamil karena berendam bareng cowok di kolam renang. Intinya, kekurangan pengetahuan dasar menyebabkan kebodohan tingkat dasar.

Apakah Anda mau anak-anak Anda tumbuh seperti itu? Kalau tidak mau, jangan dengar nasihat Deddy Corbuzier.

BACA JUGA Patenkan Aja Nama Anak Kamu, Biar Malu Sendiri atau tulisan Hasanudin Abdurakhman lainnya. Follow Facebook Hasanudin Abdurakhman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2019 oleh

Tags: MatematikaOrang TuaParentingpengetahuan dasarSekolah
Hasanudin Abdurakhman

Hasanudin Abdurakhman

Pakar bukan-bukan. Buayawan. Berdiri di tengah. Tengahnya sering berdiri. Erotical physicist.

ArtikelTerkait

gaya pengasuhan

Gaya Pengasuhan Orang Tua Punya Pengaruh Ke Kepribadian Kita

21 Oktober 2019
Memetakan Perjalanan Orang Tua Mencari Pendidikan Berkualitas untuk Anak terminal mojok.co

Memetakan Perjalanan Orang Tua Mencari Pendidikan Berkualitas untuk Anak

25 Februari 2021
Suka Duka Asisten Guru SD Swasta, Berharga walau Dipandang Sebelah Mata

Suka Duka Menjadi Asisten Guru SD Swasta

8 Mei 2023
Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

18 Desember 2025
Merasa Selalu Diawasi Orang Tua yang Memiliki Akun Media Sosial

Merasa Selalu Diawasi Orang Tua yang Memiliki Akun Media Sosial

7 November 2019
Stop Nyinyirin Tumbuh Kembang Anak Orang Lain, Kondisi Tiap Anak Berbeda-Beda!

Stop Nyinyirin Tumbuh Kembang Anak Orang Lain, Kondisi Tiap Anak Berbeda-Beda!

22 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.