Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Yamaha Mio J: Motor Kenangan yang Saking Iritnya Nggak Bisa Diajak Lari Kencang

Erwin Setiawan oleh Erwin Setiawan
28 Oktober 2021
A A
Yamaha Mio J_ Motor Kenangan yang Saking Iritnya Nggak Bisa Diajak Lari Kencang terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

“Gila, harga bekas Mio J tiga jutaan saja!” gumam saya ketika mencoba menelusuri harga motor bekas di internet.

Ini kenapa orang jual motor gila-gilaan banget? Kalau beli secara tunai saja, harganya dulu paling nggak Rp13 jutaan, kalau kredit malah sampai Rp18 jutaan, lho!

Kok saya tahu? Macam punya saja!

Iya, dulu saya adalah salah satu pengendara Yamaha Mio J yang terkenal sebagai motornya mahasiswa rakyat kecil. Mio J ini sepeda motor pertama saya. Saya dapatkan motor murah ini dengan cara kredit selama 2 tahun, jadi nggak heran kalau saya kaget dengan harga bekasnya yang merosot tajam. Sudah motor murah, harga bekasnya makin murah saja!

Saya menggunakan motor ber-velg putih ini cukup lama, mulai dari kuliah semester pertama sampai lulus. Bahkan sampai menikah, istri mengalami keguguran dua kali, dan sampai anak pertama saya lahir ke dunia, saya masih setia dengan motor yang baring roda depannya gampang sekali rusak ini.

Saya setia dengan Mio J bukan karena nyaman, tapi kemampuan saya memang sebatas itu. Mana mungkin saya memanfaatkan kekayaan orang tua sementara saya seorang pria?

Meski bukan sepeda motor impian, Yamaha Mio J ini menyimpan banyak sekali kenangan. Mulai dari ngikutin Honda Beat biru (motornya ukhti yang saya taksir sejak semester satu, tapi nggak pernah menyatu), ngikutin Suzuki Satria FU (motornya teman satu bangku), sampai untuk mengangkut anak istri ke tempat-tempat mencari ilmu. Jadi, bagi kehidupan saya motor ini memang sangat membantu.

Saya akui, Yamaha Mio J ini setidaknya memiliki satu kelebihan loh, Kak! Tentu saja seperti slogan yang Yamaha iklankan di tahun 2012 kala itu, yaitu irit. Wajar saja, karena ini merupakan pembaruan dari Mio karburator yang terkena boros ngowos!

Baca Juga:

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

Motor Yamaha Mio J ini irit banget loh, Gaes! Saya pernah touring ke Sukabumi dari Bintaro, dan hanya isi bensin sekali.

Saat itu, saya masih ingat betul, motor masih baru banget, belum ada lecet-lecet. Jadi, saya percaya diri saja mengendarai Mio J meski rekan-rekan saya menggunakan Suzuki Satria FU, Yamaha Vixion, Jupiter MX, dan banyak lagi jenis motor lain yang pastinya bukan motor matic.

Jadi, selama perjalanan touring, posisi saya ini selalu di tengah. Intinya, saya selalu dikawal pengendara lain biar nggak tertinggal rombongan. Duh, ini karena karakter umum motor matic atau memang Mio J yang payah, ya?

Awalnya saya mengira semua motor matic seperti Mio J ini. Kalau dipakai menyalip mobil suka bikin deg-degan antara sampai atau nggak. Sebab, motor ini meski tuas gas ditarik spontan hampir mentok, tarikannya nggak cukup berasa. Ya bisa dibilang nggak ada sentakannya. Wah, serem, deh!

Nggak cuma saat touring ke Sukabumi, saya juga pernah membawa doi mudik ke Jawa Tengah. Masalah keiritan bahan bakar memang Mio J ini nggak diragukan lagi. Teman saya yang naik Satria FU ngisi bensin 2 kali, saya baru sekali. Ini perbandingan yang cukup menarik, bukan?

Tapi ya itu tadi, karena Mio J ini saking iritnya, saya jadi takut tertinggal teman saya. Zaman dulu, saya masih bisa dibilang cemen lah karena mudik Bintaro-Kendal masih harus ada temannya. Saya juga belum cukup terbiasa menggunakan Google Maps, jadi wajar kalau saya meminta teman mengimbangi kecepatan Mio J yang saya kendarai.

Sumpah, mengikuti Suzuki Satria FU pakai Yamaha Mio J itu rasanya seperti puasa Senin-Kamis. Berat banget, Kak!

Bayangkan saja, teman saya dengan Satria FU-nya selalu saja membuat senam jantung begitu hendak menyalip deret-deretan bus malam sepanjang jalan Pantura.

Deg-degan itu dimulai ketika teman saya mepet di belakang dua bus malam yang sedang berderet dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam dan memainkan lampu dim. Tak lama, deretan bus malam itu akan membuka celah untuk memberikan jalan. Teman saya dengan Satria FU-nya enak banget langsung melesat. Sementara saya? Oemji, hello!

Kedua tangan saya bergetar mengendalikan Mio J di antara bus-bus malam itu. Mana tuas gas sudah mentok, tapi larinya segitu-gitu saja! Mau mencet tombol NOS juga nggak ada, adanya tombol klakson! Bismillah saja lah!

***

Seharusnya, pihak Yamaha mau mengorbankan sedikit saja slogan irit. Nggak perlu irit banget gitu lah kalau tarikannya kurang yahud!

Kan bisa kapasitas silinder kecil, tapi sistem bahan bakarnya dibikin jos saat akselerasi dengan cara menambahkan pasokan bahan bakar ke ruang bakar. Sehingga Yamaha Mio J ini nggak cuma menang irit, tapi juga ada tarikannya!

Pantas saja harga bekasnya sebegitu rendahnya, ya? Hmmm, kalau begitu Mio J ini memang pas jika disebut motornya rakyat kecil. Lah, harganya murah, irit bahan bakar, dan tenaganya loyo.

Rakyat kecil kan nggak bakalan pilih motor mahal kalau ada yang murah. Selain itu, rakyat kecil juga lebih senang dengan motor yang irit bahan bakar, biar fungsi motor itu sendiri selaras dengan tujuan dibelinya, yaitu mempermudah hidup. Bukan malah mempersulit mereka karena harus mikirin uang untuk beli bensin. Selain itu, mana ada sih rakyat kecil yang bisa melawan hukum di negeri ini? Loyo pasti!

Sumber Gambar: YouTube Yamaha Motor Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2021 oleh

Tags: Mio Jmotor maticyamaha
Erwin Setiawan

Erwin Setiawan

Seorang montir yang berusaha melihat mata Tuhan.

ArtikelTerkait

Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Jupiter MX 135 Temani Masa-masa Kuliah, meski Bagasi Super Mungil dan Kunci Motor Bisa Terbang

12 Juli 2024
Suzuki Skywave 125: Dulu Dibenci, tapi Sekarang Banyak Dicari

Suzuki Skywave 125: Dulu Dibenci, tapi Sekarang Banyak Dicari

16 Januari 2024
Cuci Motor di Musim Hujan Sia-sia karena Bakal Kotor Lagi? Nggak Gitu Logikanya, Bos mojok.co/terminal

Beberapa Alasan yang Bikin Motor Matic Boros Bensin

8 Januari 2021
Yamaha XSR 155 Nakal dan Menguji Kesetiaan kepada Honda (Unsplash)

Godaan Yamaha XSR 155 yang Menjadi Primadona Anak Kalcer dan Simbol Gaya Hidup Baru di Tengah Penantian Neo-Retro dari Honda

11 September 2025
Alasan Cewek Tetap Pilih Motor Matic padahal Nggak Bisa Engkol Manual

Alasan Cewek Tetap Pilih Motor Matic padahal Nggak Bisa Engkol Manual

21 Juni 2024
Yamaha X-Ride: Motor Adventure yang Cocok buat Pacaran, Super Nyaman meski Tampilan Gahar!

Yamaha X-Ride: Motor Matic Terbaik yang Nggak Pernah Jadi Primadona, tapi Selalu Jadi Idola Para Boncengers

10 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
5 Tanda Warung Bebek Madura yang Sudah Pasti Enak: Makin Sederhana, Makin Enak!

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

13 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.