Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab

Vranola Ekanis Putri oleh Vranola Ekanis Putri
15 Mei 2025
A A
Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab kabupaten lumajang

Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lumajang dan Malang Timur sama-sama punya potensi wisata. Tapi sayang yang satu semangat berbenah, satunya pasrah~

Setiap kali saya melintasi Jembatan Kali Glidik, ada satu rasa yang nggak bisa saya sembunyikan, yakni iri. Iya, iri. Tapi bukan iri yang penuh dengki, melainkan iri yang timbul karena geliat ekonomi di seberang sungai yang makin hari makin hidup, terutama dari sektor pariwisata.

Dulu, jembatan ini cuma tempat lewat. Sekarang, rasanya seperti saksi bisu perkembangan pesat kabupaten sebelah. Saya bisa melihat sendiri gimana Kabupaten Lumajang berbenah. Vila menjamur, warung kopi estetik bermunculan di tiap tikungan, rumah makan makin ramai, dan yang paling bikin haru: profesi warga yang dulunya tukang ngamper pasir, sekarang berubah jadi tour guide profesional.

Lumajang berbenah, Malang Timur pasrah

Dulu, warga Lumajang banyak yang bangun pagi menunggu truk pasir bongkar-muat, sekarang mereka menunggu tamu buat diajak tur. Kalau dulu ke mana-mana bawa sekop, sekarang bawaannya tripod. Yang dulu berkutat di tepi sungai, sekarang sudah ahli ambil gambar ala-ala Gen Z biar bisa FYP.

Warga Lumajang belajar, berkembang, dan luwes beradaptasi. Bahkan mereka mulai fasih menyapa turis asing. “This way to the waterfall, Mister,” kata salah satu guide sambil senyum ramah. Dalam hati saya mikir, “Cok, wong Lumajang wes pinter Bahasa Inggris ngene.”

Sementara itu Malang Timur gimana? Jalanannya penuh tambalan, potensi wisatanya masih tidur panjang. Padahal modal alamnya nggak kalah sama kabupaten sebelah. Ada air terjun, bukit, pantai, sampai jalur yang bisa dikembangkan jadi destinasi ekowisata. Tapi ya gitu, semua masih seperti skripsi bab tiga: niatnya ada, eksekusinya belum.

Saya sempat ngobrol sama beberapa guide di Tumpak Sewu. Mereka bilang, penghasilan dari jadi pemandu bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding ngamper pasir. Kerjanya lebih aman, lebih dihargai, dan lebih membanggakan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung penuh potensi wisata di wilayah mereka. Akses dibuka, branding dikuatkan. Jalan lahar yang dulunya cuma dilewati truk, sekarang disulap jadi lava tour ala Merapi. Lah terus, Malang Timur kapan bisa berbenah?

Baca Juga:

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Sampai berebut tempat wisata

Pariwisata itu bukan cuma soal pemandangan, tapi soal pengelolaan dan pemberdayaan. Lumajang paham betul soal ini. Mereka nggak cuma membangun jalan dan fasilitas, tapi juga membangun manusianya.

Padahal Lumajang dan Malang Timur ini dulu serumpun. Sama-sama pinggiran. Tetapi sekarang rasanya kayak ditinggal lari padahal garis start-nya sama.

Yang bikin makin nelangsa, bahkan urusan nama air terjun saja Lumajang dan Malang Timur sempat rebutan. Banyak orang belum tahu bahwa Tumpak Sewu dan Coban Sewu itu sebenarnya air terjun yang sama, cuma beda pintu masuk. Kalau lewat Lumajang, disebut Tumpak Sewu. Kalau lewat Malang, disebut Coban Sewu.

Perebutan ini sempat jadi isu panas, terutama waktu Pemkab Lumajang mendapat penghargaan atas pengelolaan Tumpak Sewu. Sementara itu Pemkab Malang juga merasa memiliki hak karena lokasi air terjun juga masuk wilayahnya.

Wisatawan yang masuk dari Lumajang bayar tiket resmi, tapi begitu turun lewat jalur Malang, kadang ditarik biaya lagi. Akhirnya timbul wacana pakai gelang sebagai tanda biar nggak ada penarikan dobel. Tapi itu pun belum sepenuhnya jalan.

Lumajang jelas menang telak

Ya sudah. Toh, Lumajang sekarang jelas menang telak. Akses rapi, branding jalan, SDM diberdayakan. Sementara kami di timur Malang? Masih menunggu giliran.

Mungkin karena Kabupaten Malang ini terlalu luas, jadi kami yang paling timur harus sabar nunggu prioritas. Sabar menunggu dilirik. Sabar menunggu program pembangunan. Walaupun sabar saya ini kadang harus ditambal-tambal dengan logika, supaya nggak meledak jadi kecewa.

Tetapi saya masih punya harapan. Saya percaya Dasa Cita dan jargon-jargon pembangunan itu suatu hari bakal sampai juga ke sini. Dan nanti, Jembatan Kali Glidik bukan cuma jadi saksi kesenjangan Lumajang dan Malang Timur, tapi juga jadi tempat orang bersyukur karena dua sisi sungainya sama-sama hidup.

Saya akan menunggu hari itu. Dengan sabar. Sambil tetap mencintai Malang Timur, meski rasanya kadang seperti mencintai dari kejauhan.

Penulis: Vranola Ekanis Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jeglongan Sewu: Daya Tarik Malang yang Nggak Masuk Brosur Wisata.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2025 oleh

Tags: Kabupaten LumajangKabupaten MalangLumajangMalang timurTumpak Sewu Lumajang
Vranola Ekanis Putri

Vranola Ekanis Putri

ArtikelTerkait

Pengalaman Mengunjungi Warung Kopi Cetol Malang, Warung Kopi yang "Mengerikan"

Pengalaman Mengunjungi Warung Kopi Cetol Malang, Warung Kopi yang “Mengerikan”

13 Februari 2025
Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

Tidak Ada Hal Paling Menyebalkan dan Bikin Lelah selain Menjelaskan Perbedaan Kota Batu dan Malang

20 April 2025
Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

17 Juli 2024
Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan

8 Mei 2025
Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

6 Januari 2026
Jalan Tumbal Negara hingga Jalan Sangean, Inilah 7 Jalan dengan Nama Unik dan Aneh Di Malang

Jalan Tumbal Negara hingga Jalan Sangean, Inilah 7 Jalan dengan Nama Unik dan Aneh Di Malang

23 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.