Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Wawancara Eksklusif dengan Koper Kaesang: Terima Kasih Batik Air Telah Mengajarkan Kesetaraan

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
15 November 2022
A A
Wawancara Eksklusif dengan Koper Kaesang: Terima Kasih Batik Air Telah Mengajarkan Kesetaraan

Wawancara Eksklusif dengan Koper Kaesang: Terima Kasih Batik Air Telah Mengajarkan Kesetaraan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Terpisah dengan teman perjalanan bukanlah hal mudah. Rasa takut dan kehilangan bisa menjadi trauma tersendiri. Ini dirasakan oleh koper milik Kaesang Pangarep. Koper yang membawa hajat hidup mas-mas Solo ini berbagi cerita tentang kehilangan teman sekaligus majikannya dalam perjalanan.

Ketika saya hubungi, Mas Koper ini sudah kembali bertemu Kaesang. “Alhamdulillah, Mas, bisa selamat sampai Surabaya,” ujar Mas Koper. Blio sendiri khawatir akan terjebak cukup lama di Bandara Kualanamu, Medan. Mas Koper takut jika hidup pria yang kebetulan anak presiden Joko Widodo ini kacau.

“Bukan karena saya bawa dokumen penting mas. Bukan bawa undangan KLB PSSI juga. Saya khawatir nanti Mas Kaesang kehabisan baju. Apalagi sampai kehabisan sempak,” ujar Mas Koper lirih.

Mas Koper juga menampik isu dirinya dan Kaesang sudah tidak sejalan. Tragedi nyasar ini bukan urusan pribadi. Mas Koper meyakinkan bahwa dirinya dan Kaesang tidak ada masalah. “Tolong media jangan menyetir opini publik. Cuitan Mas Kaesang murni hanya bercanda,” tegas Mas Koper. Merujuk pada salah satu cuitan Mas Kaesang pasca tragedi nyasar.

Terpisah di bandara, pulang sudah viral

Perihal nyasar, Mas Koper sendiri tidak tahu. “Awalnya kan kami terpisah waktu boarding. Ya wajar tho, Mas Kaesang kan duduk di kursi penumpang. Saya di bagasi pesawat bersama dulur koper lain,” ujar Mas Koper. Ia tidak tahu bahwa ia terpisah dari Kaesang dan menuju Medan.

“Saya kira, ini sudah direncanakan. Kan ada Mbak Kahiyang dan Mas Bobby di sana. Saya kira memang mau dijemput mereka. Ternyata memang salah alamat,” ujar Mas Koper.

Mas Koper merasa Batik Air sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Meskipun nyasar sejauh 2000 km dari tujuan, blio diantar kembali ke tujuan semula. “Saya pikir ini adalah bentuk integritas Batik Air dalam melayani masyarakat. Saya yakin bukan semata-mata karena koper anak presiden, saya difasilitasi untuk kembali ke Surabaya,” ujar Mas Koper.

“Saya sih penasaran ya, Mas, karena jumlah koper di bagasi pasti sudah dihitung. Berarti ada koper lain yang nyasar juga. Semoga koper tersebut mendapat perlakuan sama seperti saya. Meski saya juga nggak peduli-peduli amat, udu urusanku e,” ujar Mas Koper.

Baca Juga:

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Mas Koper tidak ingin menyalahkan pihak Batik Air dan Lion Group. Baginya masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan. Mas Koper Kaesang juga memandang Batik Air masih jadi alternatif bepergian yang tepat. “Murah, Mas, dan kelihatan cinta Indonesia karena namanya batik. Mau nasionalis dengan naik Garuda, sudah terlanjur bangkrut,” ujar Mas Koper sembari terkekeh.

“Tapi ya, Mas, kasus ini justru membuka mata kita, bahwa Batik Air itu setara dalam memperlakukan penumpang. Mau anak presiden, mau anak petinggi FIFA, mau rakyat jelata, semua sama. Sama-sama bisa hilang kopernya! Hahaha. Bercanda, Mas. Agak serius, tapi bercanda.”

Susahnya jadi koper anak presiden

Sebagai koper anak presiden, ada beban moral yang dirasakan oleh Mas Koper. Berita tragedi nyasar ini sampai viral di media sosial. “Kan muncul opini aneh-aneh. Padahal saya cuma bawa baju kotor dan sedikit oleh-oleh. Nggak ada itu dokumen KLB PSSI, capres yang didukung Jokowi, kerjasama Elon Musk dan Esemka, atau formulir Mas Gibran untuk maju jadi RI 1,” tegas Mas Koper.

Viralnya tragedi nyasar ini membuat Mas Koper jadi trauma. Kejadian sepele seperti ini bisa membuat kegaduhan ketika bersinggungan dengan anak presiden. “Sekarang saya takut bepergian, Mas. Mending saya jadi koper buat nyimpan baju lama dan ijazah SD Mas Kaesang saja. Mungkin setelah 2024 saya sudah berani bepergian lagi, sementara tak jadi atlet mancing galatama dulu,” ujar Mas Koper.

“Tapi untung, Mas, cuma nyasar sampai Medan. Coba kalau saya nyasar sampai Kalimantan. Bisa-bisa saya dituduh membawa investasi untuk pembangunan IKN,” ujar Mas Koper sambil terkekeh.

Bagi Mas Koper. Posisi Kaesang tidak perlu dilebih-lebihkan. Termasuk ketika ada tragedi nyasar seperti ini. Sudah sewajarnya seluruh rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang sama. Bagi Mas Koper, Kaesang bukanlah sosok istimewa seperti yang biasa dibicarakan media.

“Yah kan cuma anak presiden. Cuma punya bisnis dan jadi Bos Persis Solo. Katanya juga cuma punya saham di mana-mana. Biasa aja Mas Kaesang itu. Cuma nom-noman Solo yang suka makan pisang goreng,” ujar Mas Koper sambil terkekeh.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Beat yang Ditertawakan Brader Kaesang Pangarep: Sekali Lagi Soal Doxing dan Analogi Miskin vs Kaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2022 oleh

Tags: batik airkaesanga pangarepkoperlion group
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

16 Januari 2024
Trotoar di Indonesia Sangat Tidak Manusiawi untuk Wisatawan yang Bawa Koper

Trotoar di Indonesia Sangat Tidak Manusiawi untuk Wisatawan yang Bawa Koper

15 November 2023
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Perbandingan 2 Maskapai Penguasa Pangsa Pasar Penerbangan Indonesia: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink

Perbandingan 2 Maskapai Lokal Terbaik: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink

14 Maret 2023
Ingin Mudik Naik Pesawat? Ini 5 Maskapai Paling Aman di Indonesia

Ingin Mudik Naik Pesawat? Ini 5 Maskapai Paling Aman di Indonesia

6 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.