Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Wawancara dengan Asisten Bidan tentang Pengalaman Mereka Melayani Pasien

Muhammad Ridwansyah oleh Muhammad Ridwansyah
16 Oktober 2020
A A
asisten bidan kelahiran mojok

asisten bidan kelahiran mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut Resi dan Siti, dua perempuan yang saya wawancarai, berprofesi sebagai asisten bidan itu capek. Sebab, banyak tugas yang harus mereka kerjakan. Mulai dari bikin laporan, observasi pasien, melayani pasien, dan lain sebagainya. Namun, hal menyebalkan yang bikin capek hati adalah ketika ada pasien enggan dilayani sama mereka.

Saya bertanya kepada mereka, mengapa perihal pasien enggan dilayani oleh asisten bidan marak terjadi. Hal ini sengaja saya tanyakan karena saudara perempuan saya profesinya asisten bidan juga dan mengalami masalah serupa.

Siti menjawab, “Jadi, pasien datang ke praktik bidan itu suka melihat sosok bidannya dulu siapa. Nah, ketika ibu bidan nggak ada, otomatis dilayani sama asisten bidan. Tapi, begitu melihat asisten bidannya masih muda, pasien mengekspresikan seolah nggak mau dilayani sama aku.”

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Resi, “Pasien sering kali menilai bahwa asisten bidan itu minim pengalaman. Sebab, profesi asisten bidan ini kan biasanya buat orang-orang yang baru lulus kuliah kebidanan. Jadi, karena dinilai minim pengalaman, mereka enggan dilayani oleh saya.”

Menurut mereka, pasien seharusnya menyadari bahwa mereka bisa keterima kerja di praktik bidan dari hasil belajar selama kuliah. Mereka mengikuti SOP yang ada. Dan meski minim pengalaman tapi mereka berhati-hati juga, lalu paham betul akan pekerjaannya.

“Bagaimana jika pasien keukeuh enggan dilayani sama kalian. Cara menanggapinya?” tanya saya lagi.

“Aku mah semaunya pasien aja mau dilayani sama siapa. Lagian kalau aku paksa, bakalan nggak enak. Ngelayaninya juga enggak hati ke hati. Paling aku suruh datang lagi pas ada jadwal ibu praktik,” jawab Siti. Dan Resi setuju.

“Baik. Bisa kalian ceritakan pengalaman kalian dalam melayani pasien?”

Baca Juga:

Wawancara Aldi Taher Bikin Saya Yakin Dia Layak Menjadi Caleg

Bidan: Dewi Penyelamat yang Nyata bagi Orang Desa

Mereka kemudian menceritakan pengalamannya. Katanya, meski tujuan pasien datang ke praktik bidan biasanya bertanya-tanya seputar kebidanan, lalu memeriksa kehamilan, terus suntik KB, kontrol KB, imunisasi bayi, dan memeriksa bayi kalau sakit. Tapi, sering kali ada saja pasien yang suka tanya-tanya dengan pertanyaan nyeleneh.

“Pertanyaan nyeleneh seperti apa?”

“Pertanyaan nyeleneh semacam hal-hal tabu gitu lah. Tapi, buat aku enggak tabu,” jawab Siti.

“Contohnya, Resi?”

“Misal, ibu-ibu yang pasang KB IUD. Dia takut si KB IUD-nya itu kemana-mana. Jadi berubah tempat. Padahal, mau kemana pun tidak akan menembus rahim. Terus ibu-ibu yang tidak mau berhubungan sama suaminya karena takut hamil. Padahal, bisa pakai KB. Pertanyaan kayak gitu lah”

“Supaya tidak tabu bertanya atau membahas hal semacam itu memang sebaiknya pasien bagaimana, Siti?”

“Supaya nggak tabu sebaiknya pasien konsultasi aja langsung sama bidan. Jangan nanya ke sesama ibu-ibu. Biasanya kalau nanya ke sesama ibu-ibu infonya suka nggak valid. Nggak usah malu-malu membahas hal-hal tabu menurut aku mah.”

Baik, pertanyaan berikutnya, apakah semua praktik bidan memerlukan asisten bidan. Kalau iya, apa alasannya. Resi menjawab bahwa dalam praktik bidan itu sebenarnya tidak semua bidan memerlukan asisten. Tapi, rata-rata bidan memakai jasa asisten dalam praktiknya.

Menurut Resi, alasan praktik bidan membutuhkan asisten yaitu jika misalnya ibu bidan pergi bekerja ke puskesmas, otomatis tidak ada yang jagain tempat praktik. Tidak ada yang mengerjakan observasi kalau ada pasien yang mau melahirkan. Sebab yang mau melahirkan dan setelah melahirkan harus diobservasi. Dan observasi itu kadang memakan waktu lama dan tidak kenal waktu. Oleh karena Resi dan Siti melakukan tugas-tugas tersebut.

Lebih dari itu, Resi bilang bahwa dalam undang-undang (sekarang) sudah tidak boleh menolong persalinan sendirian. Namun, harus ada asisten bidan.

Nah, Resi dan Siti sudah bekerja lebih dari satu tahun. Resi meluruskan kepada saya dan bagi kebanyakan orang yang belum tahu bahwa sebenarnya asisten bidan itu adalah bidan. Hanya saja, belum punya tempat praktik sendiri.

Lantas saya bertanya kepada mereka berdua, “Kalau begitu, Siti punya cita-cita pengin punya tempat praktik bidan sendiri, ya?”

“Iya, tapi belum percaya diri, sih, A’. Sebab tugas kita nyelamatin nyawa orang lain. Ibu sama bayinya. Terus kalau mau buka praktik sendiri, pengalaman doang nggak cukup. Harus sekolah lagi sampai profesi (aturan baru). Harus punya alat, ngajuin tempat praktik. Masih panjang banget pokoknya. Tapi, serius, kalau keinginan mah ya pengin sih punya tempat praktik sendiri”.

“Resi?”

“Iya, Aamiin. Saya juga begitu.”

“Baik Resi dan Siti, saya penasaran, kalian pernah denger kan kalau bidan suka dikait-kaitkan sama lelaki yang berseragam. Tentara, misalnya. Apa benar, apa gimana, sih?”

“Iya pernah, sih. Tapi, faktanya tidak begitu. Itu tergantung kitanya aja. Tapi, sebagian ada temen-temen yang harus sama lelaki berseragam.”

“Siti??”

“Nggak, kok. Sama penulis juga boleh, kok.”

“Lanjut, ya. Terakhir, menurut kalian kenapa asisten bidan keberadaannya layak dihargai? Silakan, Resi..”

“Sebab asisten-asisten bidan baru seperti kita kan bakal jadi penerus bidan senior di masyarakat. Mau tidak mau, masyarakat sebaiknya menghargai kita. Lebih tepatnya, konteksnya itu memercayai keberadaan kita. Soalnya kalau udah percaya sama kita, masyarakat juga bisa deket sama kita. Salah satu hal yang saya sukai jadi asisten bidan ini bisa sharing pengalaman sama sesama wanita. Asyik gitu kalau udah ngobrolin kehamilan, bayi dan lain-lain..”

“Oke, Resi dan Siti, hatur nuhun atas waktunya..”

Sebagai penutup, Siti menyampaikan pesan kepada saya untuk teman-teman yang seprofesi dengan dirinya. Kata Siti, “Semangat ya buat buat kalian yang masih jadi asisten. Sabar. Pelan-pelan. Aku tahu ini sulit, kok. Meski lelah tapi lelah kalian lillah. Percayalah, ada kebahagiaan tersendiri ketika kalian melihat pasien yang kalian tolong selamat dan berbahagia atas kelahiran bayinya.”

BACA JUGA Bertanya Langsung Alasan Buruh Garut Ikut Demo Omnibus Law Cipta Kerja dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2020 oleh

Tags: asisten bidanBidanwawancara
Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder penulis Garut. Penulis bisa disapa lewat akun Twitter dan Instagram @aaridwan16.

ArtikelTerkait

3 Hal dari Wawancara Aldi Taher yang Bikin Saya Yakin Dia Layak Menjadi Caleg

Wawancara Aldi Taher Bikin Saya Yakin Dia Layak Menjadi Caleg

27 Mei 2023
menggugat pagar alun-alun utara jogja mojok.co

Wawancara Eksklusif dengan Korban Kebakaran Alun-alun Utara Jogja

29 Mei 2021
Pengalaman Saya Saat Hendak Wawancara Polisi di Tengah Aksi terminal mojok.co

Pengalaman Saya Saat Hendak Wawancara Polisi di Tengah Aksi

12 Desember 2020
alfamart barang hilang potong gaji mojok

Alfamart dan Kebijakan Barang Hilang Potong Gaji: Wawancara tentang Kehidupan Pegawai Minimarket

18 September 2020
soleh solihun

Belajar dari Soleh Solihun

12 Desember 2019
Bidan: Dewi Penyelamat yang Nyata bagi Orang Desa

Bidan: Dewi Penyelamat yang Nyata bagi Orang Desa

30 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.