Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
26 Januari 2026
A A
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di mata orang luar Jogja, pengendara Jogja itu lebih beradab di jalanan. Di jalan raya besar jarang ada yang menyerobot sembarangan. Sementara, di jalanan kampung yang kecil, pengendara melaju dengan pelan-pelan sambil memberi gesture “nderek langkung” atau permisi. 

Satu hal lain yang paling berkesan bagi pendatang adalah pengendara yang jarang membunyikan klakson. Pandangan Jogja pernah melakukan wawancara kepada sopir bus dan wisatawan asal luar kota. Narasumber yang terlibat menyebut bahwa nggak ada fenomena tan-tin-tan-tin di Jogja, tidak seperti di daerah lain.  Bahkan, fitur klakson di kendaraan itu hampir nggak terpakai kalau sudah masuk Jogja.

Sebagai warga asli Jogja, saya turut mengamini anggapan tersebut. Saat mengamati perilaku pengendara sekaligus menjadi pengguna jalan, saya menyaksikan bahwa orang Jogja termasuk slow dan kalem di jalanan. 

Akan tetapi, itu bukan berarti orang Jogja sama sekali nggak menggunakan fitur klakson lho. Pengendara tetap membunyikan fitur satu ini kok, hanya saja kesempatan atau caranya agak berbeda dengan pengendara dari daerah lain.

#1 Pengendara Jogja membunyikan klakson untuk menyapa kenalan atau kerabat

Fungsi utama klakson di Jogja adalah untuk menyapa orang yang kami kenal. Bisa dibilang inilah hal yang paling universal alias semua orang Jogja tahu, akrab, dan paham fungsi klakson yang satu ini.

Ketika orang Jogja sedang melaju di jalan dan mendapati teman, tetangga, bahkan orang tua sendiri berada di jalan yang sama, kami akan langsung membunyikan klakson. Biasanya aktivitas ini diiringi juga dengan dadah-dadah atau basa-basi sedikit, sekelebatan motor. Ini berlaku baik untuk sesama pengendara maupun pejalan kaki.

Cara membunyikan klakson untuk fungsi pertama ini adalah dengan memencetnya pendek saja. Biasanya satu atau dua kali “tin” sudah cukup. Saya sendiri biasanya cuma satu kali, lalu saya lanjut dengan memanggil nama orang yang saya kenal tersebut.

Baca juga Daftar Singkatan Nama Jalan Jogja, Sebuah Panduan bagi Perantau dan Wisatawan.

Baca Juga:

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

#2 Klakson untuk memperingatkan orang yang kurang fokus di jalan

Beberapa orang menganggap klakson di Jogja nggak digunakan sebagaimana mestinya. Tujuan utama penciptaan klakson kan memang untuk meminimalisir potensi risiko berkendara. Dan, potensi risiko berkendara itu bisa datang dari pengendara lain. Oleh karena itu, klakson dipakai untuk memperingatkan pengendara yang sekiranya berpotensi membahayakan kita.

Klakson dibunyikan untuk memperingatkan pengendara lain yang kurang fokus di jalan juga. Target umumnya adalah pengendara yang kelihatan melamun sehingga laju kendaraannya melenceng, menatap HP sehingga nggak fokus dengan kondisi lalu lintas dan jalan,  lupa mematikan lampu sein, hingga lupa mengembalikan standar ke posisi semula (khusus motor).

Untuk fungsi yang satu ini, cukup bunyikan klakson satu kali dengan durasi pendek. Kemudian percepat laju kendaraan kita agar bisa menyamakan posisi atau bersebelahan dengan pengendara yang ingin kita tegur. Lalu peringatkan aja, deh.

#3 Memperingatkan orang yang nggak mematuhi aturan

Serupa dengan nomor dua, fungsi klakson yang satu ini juga untuk meminimalisasi risiko kecelakaan. Orang Jogja juga tetap menggunakan klakson sebagaimana fungsi aslinya, yaitu memperingatkan orang yang ugal-ugalan atau nggak teliti melihat rambu-rambu lalu lintas.

Contoh yang paling sering terjadi adalah kendaraan dari luar kota yang belum terbiasa dengan jalanan di Jogja berhenti saat lampu merah menyala. Masalahnya, di situ tertera tulisan “belok kiri jalan terus” atau “belok kiri ikuti lampu APILL”. Kalau dibiarkan tentu akan mengganggu sirkulasi kendaraan. Maka boleh kok ditegur dengan membunyikan klakson.

Cara membunyikan klakson untuk fungsi ini tergantung pada situasi, ya. Kalau kesalahannya sepele, cukup klakson satu kali lalu peringatkan. Tapi kalau kesalahannya sangat membahayakan pengendara lain, misalnya tiba-tiba berbelok tanpa melihat situasi lalu lintas atau main potong jalan, biasanya klakson panjang pasti mengudara~

Baca juga Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk.

#4 Memberi tanda kepada kendaraan lain saat melintasi perempatan tanpa lampu APILL

Fungsi yang satu ini juga untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Di beberapa tempat di Jogja, masih ada pertigaan atau perempatan yang belum ada lampu APILL-nya. Kalau di titik tersebut kendaraan cukup ramai lalu lalang sementara pengendara nggak bisa memperkirakan ada atau nggaknya pengendara lain yang mau melintas, maka membunyikan klakson adalah solusinya.

Umumnya klakson hanya dibunyikan satu-dua kali dengan durasi pendek. Dulu saya sering menggunakan metode ini ketika melintasi perempatan dekat Lapangan Ringinharjo, Bantul ketika belum ada APILL. Kalau saya melaju dari selatan, kendaraan dari barat dan timur nggak terlihat. Makanya saya membunyikan klakson untuk memberi tanda pada kendaraan lain.

#5 Orang Jogja membunyikan klakson untuk memperlihatkan kesopanan

Orang Jogja pun menggunakan klakson untuk memperlihatkan kesopanan. Biasanya fungsi ini terpakai ketika kita sedang menunggu untuk menyeberang, lalu ada kendaraan lain yang mengalah dan memberi kita jalan. Sebagai ganti dari mengucapkan “terima kasih” yang mungkin nggak kedengaran, maka diakali dengan membunyikan klakson.

Untuk mengaktifkan mode ini, cukup pencet klakson sekali dalam durasi pendek. Pose mengangkat tangan atau menganggukan kepala satu kali ke pengendara yang memberi jalan sifatnya opsional tapi recommended untuk dilakukan setelahnya.

#6 “Izin” saat melewati tempat gelap

Siapa sangka klakson di Jogja bukan cuma untuk manusia, melainkan juga makhluk halus. Banyak orang Jogja yang membunyikan klakson ketika melintasi jembatan tanpa penerangan, samping kuburan, atau segala tempat yang dinilai gelap dan mistis. Fungsi membunyikan klakson yang satu ini mirip seperti “nderek langkung” atau “permisi”, tapi bukan kepada manusia, melainkan “mbah” penunggu.

Bunyikan klakson sekali saja, ya. Jangan berkali-kali. Takutnya malah yang dimintai permisi malah nggak terima karena terusik ketenangannya.

Pada dasarnya klakson di Jogja bukan diperuntukkan saat macet agar pengendara di depan jadi buru-buru biar kita mendapatkan jalan. Klakson dengan peruntukan seperti ini hanya menyebabkan polusi suara. Jadi, kalau kamu main ke Jogja, gunakan klakson dengan fungsi-fungsi di atas ya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Berkendara di Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2026 oleh

Tags: jalananJogjaklaksonklakson jogjapengendara jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Seburuk Apa pun Citra Jogja, Tetap Saja, Perkara Keramahan, Jogja Adalah Juaranya

21 Januari 2024
5 Hal Normal di Lamongan tapi Susah Ditemukan di Jogja, Bikin Culture Shock Perantau

5 Hal Normal di Lamongan tapi Susah Ditemukan di Jogja, Bikin Culture Shock Perantau

17 September 2024
Panduan Memahami Perbedaan Olive, Popeye, dan Yogya Chicken: 3 Ayam Goreng Lokalan Jogja terminal mojok.co

Panduan Memahami Perbedaan Olive, Popeye, dan Yogya Chicken: 3 Ayam Goreng Lokalan Jogja

27 April 2021
Kalau Jogja Bikin Muak, Purwokerto ternyata Bikin Saya Menyesal (Unsplash)

Jogja Bikin Muak, Purwokerto Bikin Menyesal: Kisah 2 Kota yang Menjadi Korban Jahatnya Romantisme karena Mengaburkan Realita yang Ada

11 November 2025
Jogja dari Sudut Pandang Mahasiswa Baru sabda pandita ratu

Apakah ‘Sabda Pandita Ratu’ Masih Relevan dengan Pernyataan Sikap Ngarso Dalem tentang Kasus Covid-19?

22 September 2020
Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana. (Unsplash.com)

Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana

24 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.